Real Madrid Tunjuk Arbeloa, Mantan Gelandang Barcelona Sebut Los Blancos ‘Menurun’
Penunjukan Alvaro Arbeloa sebagai pengganti Xabi Alonso di kursi pelatih Real Madrid langsung disambut keraguan. Mantan gelandang Barcelona, Oscar Garcia, bahkan terang-terangan menyebut Real Madrid ‘menurun’ dengan penunjukan Arbeloa.
Menurut Garcia, secara taktik, Arbeloa “tidak mencapai seujung kuku Xabi Alonso sekalipun”.
Arbeloa, yang naik dari tim B (Castilla), memulai tugas perdananya sebagai pelatih Madrid menggantikan Alonso. Alonso sendiri hengkang dari klub pada hari Senin setelah tujuh bulan penuh gejolak. Pada laga debutnya, Madrid bertandang ke markas Albacete di Copa del Rey. Garcia, yang membuat hampir 70 penampilan untuk Barca pada era 1990-an, meragukan kemampuan pelatih baru tersebut.
Berbicara di program ‘Tot Costa’ di Catalunya Radio, Garcia mengatakan:
“Secara taktik, dari sedikit yang saya lihat dari Castilla [tim B Madrid], dia bahkan tidak mencapai seujung kuku Xabi Alonso sekalipun. Dia ingin seperti Jose Mourinho, dan satu-satunya alasan dia kini menjadi pelatih Real Madrid adalah karena dia hanya membicarakan Mourinho.
Perez Akan Selalu Berpihak pada Pemain Real Madrid
Kabarnya, Alonso menjadi korban ‘kekuatan pemain’ di Santiago Bernabeu, di mana beberapa anggota skuad Madrid yang berprofil tinggi tidak yakin dengan metodenya.
Arbeloa kini harus menstabilkan tim, namun Garcia menilai Presiden Florentino Perez akan selalu berpihak pada para pemain mengingat nilai mereka.
Mantan pelatih Brighton, RB Salzburg, dan Celta Vigo itu menambahkan:
“Arbeloa akan bersekutu dengan para pemain yang tidak cocok dengan Xabi Alonso. Presiden, tidak peduli seberapa besar dia memegang kendali, akan melihat siapa yang punya pengaruh lebih. Bagi presiden, siapa yang lebih penting: Vinicius atau Arbeloa? Dia tahu bagaimana para penggemar ingin dia bermain… tetapi dia harus sangat pandai membalikkan keadaan.”
Tugas berat menanti Alvaro Arbeloa, tidak hanya untuk memenangkan hati para pemain, tetapi juga untuk membuktikan kapasitas taktiknya di tengah bayang-bayang keraguan dan perbandingan dengan pendahulunya. Keberhasilan atau kegagalannya akan sangat bergantung pada kemampuannya mengelola dinamika internal klub dan hasil di lapangan.
(SA/GN)
sumber : www.101greatgoals.com
Leave a comment