Kisruh Kylian Mbappe dan Vinicius Junior di Real Madrid
Musim ini, narasi di media mengemuka bahwa Kylian Mbappe dan Vinicius Junior dianggap sebagai pemain egois yang sulit untuk bersinergi, bahkan merugikan Real Madrid. Namun, belakangan ini, para pendukung Madrid mulai meragukan anggapan tersebut.
Awal mula isu ini muncul terkait Vinicius Jr. yang dianggap berkontribusi pada pemecatan Xabi Alonso. Meskipun ia terlihat emosional setelah diganti pada El Clasico, tidak ada bukti konkret yang menunjukkan bahwa Vinicius atau rekan-rekannya, yang sudah meraih banyak trofi, ingin Alonso pergi. Sebenarnya, keputusan pemecatan Alonso lebih merupakan hasil dari ketidakpuasan manajemen terhadap performanya yang buruk.
Ketegangan di Sekitar Mbappe
Situasi semakin rumit ketika fans Real Madrid menyaksikan Kylian Mbappe yang tampaknya berusaha memengaruhi keputusan Alvaro Arbeloa saat melawan Real Oviedo. Meskipun mengalami cedera sebelum El Clasico, Arbeloa memberinya kesempatan bermain dari bangku cadangan, dan menjanjikan starter melawan Sevilla.
Namun, Mbappe tidak merasa puas dan mengkritik Arbeloa dalam konferensi pers pasca pertandingan, bahkan menyatakan bahwa tim kalah tanpa kehadirannya di Copa del Rey. Sikap ini membuat banyak dari pendukung setia menjadi jengkel, terutama karena tim bermain lebih baik tanpa dirinya.
Kritik dari Fans dan Media
Reaksi dari fans terhadap pernyataan Mbappe semakin negatif. Josep Pedrerol, yang biasanya memberikan dukungan untuk Mbappe di program El Chiringuito, kini berbalik arah. Banyak penggemar merasa bahwa Mbappe membawa suasana tidak sehat, mirip dengan keadaan yang pernah terjadi di PSG.
Pernyataan Pedrerol tentang adanya upaya dari lingkaran dalam Mbappe untuk menjadikan Vinicius Junior sebagai kambing hitam tidak diterima baik. Banyak penggemar meyakini ini sebagai taktik untuk mengalihkan perhatian dari masalah Mbappe sendiri.
Ketegangan Semakin Memuncak
Kondisi di Real Madrid semakin memburuk dengan berbagai bocoran dan sumber anonim yang memperburuk suasana. Banyak yang mulai khawatir bahwa tim akan terjebak dalam situasi mirip PSG, di mana drama luar lapangan mengganggu fokus tim dalam mencapai prestasi. Dalam dua musim terakhir, performa Madrid menurun, dari menjadi juara La Liga dan Liga Champions menjadi tidak meraih trofi sama sekali.
Kekhawatiran ini semakin diperkuat dengan adanya laporan-laporan yang dikhawatirkan akan merusak nama baik beberapa pemain, termasuk Vinicius Junior. Situasi ini membawa dampak signifikan terhadap hubungan antara Mbappe, tim, dan para penggemar, yang kini semakin frustrasi dengan perkembangan ini.
(SA/GN)
sumber : therealchamps.com
Leave a comment