Gerard Piqué Dikenakan Sanksi Berat oleh RFEF
Legenda sepak bola dan pendiri Kings League, Gerard Piqué, kini kembali menjadi sorotan, namun bukan karena bisnis baru. Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) telah memberikan sanksi berat kepada mantan bintang FC Barcelona ini menyusul insiden yang terjadi di klubnya, FC Andorra.
Insiden yang Terjadi
Setelah kekalahan Andorra dari Albacete, ketegangan meningkat di lorong stadion. Dalam laporan wasit, Piqué disebut menghadapi tim ofisial dengan sikap “agresif dan menantang”. Meskipun Piqué adalah pemilik klub dan bukan pemain atau pelatih, pihak berwenang menilai tindakan ini melanggar standar “dignitas olahraga” yang berlaku di liga.
Piqué menghadapi sorakan dari fans yang membawakan lagu sakit hati Shakira.
Sanksi untuk “The Presi”
- Skorsing 6 pertandingan
- Larangan menjalankan tugas resmi dari federasi selama 2 bulan
Dampak bagi Klub
Piqué bukan satu-satunya yang terkena dampak atas insiden tersebut. Komite disiplin juga menjatuhkan sanksi kepada jajaran manajemen klub:
- Jaume Nogués (Direktur Olahraga): Menerima sanksi yang sama dengan Piqué, yaitu 6 pertandingan dan larangan selama 2 bulan.
- Ferran Vilaseca (Presiden): Dikenakan skorsing selama 4 bulan.
- Sanksi Stadion: Untuk pertama kalinya dalam sejarah sepak bola Spanyol, stadion klub akan mengalami penutupan parsial pada kotak VIP dan eksekutif untuk dua pertandingan kandang berikutnya.
Langkah Selanjutnya untuk FC Andorra
FC Andorra, yang saat ini berkompetisi di LaLiga Hypermotion (Divisi Kedua Spanyol), akan menghadapi pertandingan berikutnya melawan Las Palmas dengan staf manajemen yang berada dalam kondisi terbatas. Klub sudah mempersiapkan banding hukum, mengklaim bahwa pernyataan wasit “tidak sesuai dengan kenyataan”, dan mereka berencana menggunakan bukti video untuk membersihkan nama mereka.
Insiden ini tentu saja akan berdampak besar bagi FC Andorra, baik secara manajerial maupun dalam hal performa di lapangan, mengingat pentingnya pertandingan di divisi yang kompetitif ini.
(SA/GN)
sumber : www.marca.com
Leave a comment