Real Madrid ‘Diperlakukan Berbeda’ Menurut Arbeloa
Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, menyatakan bahwa klub yang dimpinnya “diperlakukan berbeda” dibandingkan klub lain di dunia. Pernyataan ini muncul di tengah kritik yang melimpah akibat musim buruk yang dilalui Madrid, di mana mereka akan mengakhiri musim tanpa trofi.
Saat ini, Madrid menghadapi berbagai masalah internal, salah satunya insiden yang melibatkan Federico Valverde yang dirawat di rumah sakit setelah pertengkaran dengan rekan setimnya, Aurelien Tchouameni.
Presiden klub, Florentino Perez, mengadakan konferensi pers kemarin malam yang berlangsung tidak biasa, di mana ia melontarkan kritik kepada media serta menyerukan pemilihan untuk posisi puncak di Santiago Bernabeu. Jika tujuannya untuk menenangkan penggemar, ia justru mendapatkan reaksi sebaliknya.
Pernyataan Pelatih Mengenai Perez
Saat ditanya tentang konferensi pers Perez menjelang pertandingan melawan Oviedo, Arbeloa menyatakan, “Saya tidak di sini untuk berkomentar mengenai konferensi pers presiden. Setiap Madridista sepakat untuk membela kepentingan Madrid. Kami sadar bahwa kami diperlakukan berbeda dari klub lainnya. Kami memahami tuntutan yang ada, dan jika ada yang kuat di klub ini, itu adalah anggotanya. Tidak ada yang bisa memberitahu kami bagaimana berpikir, berperilaku, atau bertindak.”
Perez juga mengeksplorasi pencapaiannya selama masa jabatannya dan mengklaim dirinya sebagai “presiden terharga dalam sejarah Madrid”. Arbeloa menambahkan bahwa penggemar menyadari kontribusi Perez, bukan sekadar dari trofi yang diperoleh. “Saya pernah melihat Madrid tanpa Florentino. Saya tahu bagaimana keadaan sebelum kedatangannya dan bagaimana 26 tahun terakhir ini. Jika ada yang mampu membalikkan situasi ini, itu adalah Florentino Pérez,” ungkap Arbeloa.
Optimisme Arbeloa untuk Musim Depan
Arbeloa merasa yakin bahwa Madrid akan bangkit di musim depan, meskipun kemungkinannya kecil baginya untuk terlibat, mengingat Jose Mourinho dikabarkan akan kembali ke ibu kota Spanyol. Saat ditanya apakah Madrid sudah mencapai titik terendah, ia menjawab, “Saya merasa itu mengejutkan. Apa yang dilakukan klub lain? Bukan berarti kami tidak pernah memenangkan apapun dalam waktu 50 tahun.”
“Jelas bahwa jika Madrid berada di posisi ini, itu karena tuntutan dan ketidakpuasan. Saya tidak tahu siapa di sini yang berani mengatakan bahwa Madrid tidak akan memenangi apapun tahun depan. Saya tidak. Saya tidak memahami perasaan ketidakstabilan institusi dan ruang ganti yang tidak bersatu. Madrid sudah banyak melakukan yang baik, klub ini sehat dan dikelola dengan baik, dengan pemain-pemain hebat. Pastinya, selama musim panas, klub akan melakukan analisis yang diperlukan untuk memperkuat tim dan menjadikannya lebih tangguh. Namun ini adalah olahraga, kamu tidak bisa memenangkan Champions League setiap tahun,” tambahnya.
Panggilan Arbeloa untuk Dukungan dari Fans
Menjelang pertandingan yang kemungkinan akan diwarnai suasana kurang bersahabat di Bernabeu, Arbeloa meminta dukungan dari penggemar terhadap tim melawan Oviedo yang sudah terdegradasi. “Saya selalu mengatakan bahwa Madrid lebih kuat ketika fans dan tim bersatu. Itulah yang terjadi sepanjang sejarah. Kami selalu kembali, Madrid tentu akan kembali,” ujarnya.
“Tuntutannya sangat tinggi, kami tidak pernah puas. Kekalahan selalu menyakitkan, lebih dari klub lain. Kami akan menang lagi dengan dukungan fans. Ada standar ganda yang selalu ada. Kami sudah dua tahun tanpa trofi besar, sementara klub lain memiliki banyak. Berapa banyak yang telah memenangkan Liga Champions seperti yang kami miliki? Stabilitas klub dipertanyakan. Namun, fans kami bukan orang yang bodoh, mereka paham, dan perlakuan ini menyakiti mereka.”
(SA/GN)
sumber : www.101greatgoals.com
Leave a comment