Masa Depan Arbeloa di Real Madrid Menggantung Usai Hasil Minor di Liga Champions
Kekalahan menyakitkan di Lisbon kembali mengguncang Real Madrid. Hasil 4-2 saat menghadapi Benfica di laga terakhir fase reguler Liga Champions membuat Los Blancos gagal masuk delapan besar dan terpaksa menjalani babak playoff. Kondisi ini sontak menyalakan lampu alarm di markas Real Madrid dan kembali memicu perdebatan mengenai kelanjutan Álvaro Arbeloa sebagai pelatih kepala.
Sorotan Tajam untuk Arbeloa
Kepergian Xabi Alonso sebelumnya sempat menciptakan skenario yang penuh ketidakpastian, dan Arbeloa kemudian mengambil alih sebagai solusi transisi. Namun, setelah lima pertandingan menukangi tim utama, catatan Arbeloa belum sepenuhnya meyakinkan. Real Madrid meraih tiga kemenangan dan menelan dua kekalahan, tersingkir dari Copa del Rey, serta mengakhiri perjalanan di Liga Champions jauh di bawah ekspektasi.
Di klub sebesar Real Madrid, standar yang ditetapkan selalu tinggi. Serangkaian hasil terbaru ini mulai mengikis dukungan untuk mantan bek kanan tersebut. Meskipun sebelumnya ia tampaknya masih memiliki ruang untuk mempertahankan posisinya, kemunduran melawan Benfica kembali mempertanyakan masa depannya.
Emery Jadi Opsi, Negosiasi Takkan Mudah
Dalam konteks ini, rumor mengenai alternatif potensial untuk bangku kepelatihan Real Madrid mulai beredar di Spanyol. Menurut seorang komentator lokal, salah satu nama yang masuk daftar adalah Unai Emery, manajer Aston Villa saat ini.
Pelatih asal Spanyol tersebut sedang menikmati momen gemilang di Premier League, tempat ia memimpin tim yang diperkuat Emiliano Martínez dan Emiliano Buendía. Emery terikat kontrak dengan klub Inggris itu hingga Juni 2028, sehingga kepindahannya tidak akan mudah dan akan melibatkan negosiasi yang mahal. Namun, Emery sendiri pernah berada dalam situasi serupa di masa lalu, ketika ia meninggalkan Villarreal di tengah kompetisi untuk melompat ke Premier League.
Pada musim ini, Emery telah memimpin Aston Villa dalam 32 pertandingan, dengan torehan 21 kemenangan, empat hasil imbang, dan hanya tujuh kekalahan. Angka-angka ini mencerminkan efektivitas yang tinggi di salah satu liga paling menuntut di dunia.
Fokus ke LaLiga: Momen Pembuktian?
Untuk sementara, Arbeloa akan terus memimpin Real Madrid. Komitmen Los Blancos selanjutnya adalah pada Minggu, 1 Februari, ketika mereka akan menjamu Rayo Vallecano dalam laga pekan ke-22 LaLiga. Di kancah domestik, Real Madrid saat ini berada di posisi kedua klasemen dengan 51 poin, hanya terpaut satu angka dari Barcelona yang memimpin kejuaraan. Pertandingan LaLiga ini bisa menjadi momen krusial bagi Arbeloa untuk membuktikan kemampuannya dan meredakan tekanan yang semakin besar.
(SA/GN)
sumber : onefootball.com
Leave a comment