Pemakaman Antonio Ortega Akan Diekskavasi
Antonio Ortega, mantan presiden Real Madrid yang menjabat di masa Perang Sipil Spanyol, akan diekskavasi dari makam IX di pemakaman municipal Alicante. Proyek ini dipimpin oleh pemerintah kota Aspe. Ortega dieksekusi dengan garrote vil pada 15 Juli 1939 pada usia 51 tahun dan namanya tidak terdaftar sebagai presiden di situs resmi klub.
Pernyataan Walikota Aspe
“Terlepas dari apakah jenazahnya dikembalikan kepada keluarganya, yang merupakan tujuan utama kami, kami berharap Real Madrid dapat mengakui dia sebagai presiden,” ungkap Walikota Aspe, Antonio Puerto, dalam wawancara dengan Efe. Dia menambahkan bahwa dana telah diamankan untuk memulai pekerjaan pada Agustus atau lebih awal.
Karir Ortega di Real Madrid
Ortega menjabat sebagai presiden klub sepak bola Madrid dari 1937 hingga 1938, ketika gelar ‘Real’ dihapus oleh Raja Alfonso XIII. Dia juga pernah melatih tim, menjabat sebagai gubernur sipil Guipúzcoa, dan memimpin batalyon milisi Basque anti-fasis.
Peran Ortega selama Perang
Saat Perang Sipil, Ortega menjadi direktur jenderal Keamanan di bawah Juan Negrín. Sejarawan Hugh Thomas mencatat bahwa dia bergabung dengan Partai Komunis pada tahun 1937. Ia meraih pangkat kolonel di Angkatan Darat Republik, tertangkap di Alicante saat mencoba melarikan diri, dan melewati Los Almendros, Albatera, serta kastil Santa Bárbara sebelum dieksekusi. Jenazahnya dimakamkan di kuburan massal di pemakaman tersebut.
Kendala dalam Proyek Ekskavasi
Pekerjaan di lokasi ini dimulai pada Maret 2022, namun kontraktor menarik diri meskipun mendapat kenaikan 20% setelah menemukan makam lain di atas korban Perang Sipil yang menyebabkan biaya meningkat.
Dana untuk Ekskavasi
Setelah pertemuan pada Februari dengan pejabat negara dan perwakilan korban, proyek untuk lahan 19 disetujui dengan dana 3.000 euro dari Generalitat Valenciana. Kementerian Kebijakan Teritorial dan Memori Demokratik akan menyediakan tambahan 50.000 euro untuk ekskavasi, sementara pengujian DNA akan didanai oleh Pemerintah Basque melalui Instituto de Memoria y Convivencia de los Derechos Humanos.
Detail Kuburan IX
Kuburan IX mengandung sisa-sisa 52 orang yang dieksekusi antara Mei dan Agustus 1939 setelah jatuhnya Republik. Ekskavasi ini didorong oleh Aspe bersama dengan pemerintahan kota Novelda dan La Romana.
(SA/GN)
sumber : onefootball.com
Leave a comment