Barcelona Takluk di Tangan Atlético Madrid di Leg Pertama Perempat Final Liga Champions
Barcelona yang kekurangan pemain harus menanggung kekalahan 2–0 dari Atlético Madrid pada leg pertama perempat final Liga Champions, memutus rekor mereka yang sempurna di Camp Nou musim ini.
Jalannya Pertandingan
Tim Catalan menguasai penuh babak pertama, melanjutkan tren positif dari kemenangan 2–1 atas skuat Diego Simeone di akhir pekan. Namun, pertandingan berbalik ketika bek tengah Pau Cubarsí diusir dari lapangan tepat sebelum jeda untuk mencegah peluang mencetak gol lawan.
Setelah kehilangan satu pemain, Barcelona kebobolan akibat tendangan bebas spektakuler Julián Alvarez di menit ke-45, dilanjutkan dengan gol kedua dari Alexander Sørloth pada menit ke-70.
Ini merupakan kekalahan pertama bagi Barcelona dalam sepuluh pertandingan terakhir mereka, menempatkan mereka dalam posisi sulit menjelang leg kedua di Metropolitano.
Momen Penentu Pertandingan
Barcelona mendominasi tahap awal pertandingan, menekan Atlético Madrid ke daerah pertahanan mereka. Lamine Yamal dan Marcus Rashford bergantian mencoba mencetak gol, namun segalanya berubah di menit ke-44.
Barcelona terjebak pada serangan balik, di mana Giuliano Simeone yang berlari bebas mendapat umpan matang. Cubarsí pun melakukan pelanggaran yang berujung kartu merah setelah keputusan VAR.
Alvarez pun mengambil tendangan bebas dan berhasil mencetak gol, serta menambahkan keunggulan yang diperoleh tim tamu di babak kedua.
Statistik Pertandingan
- Possession: Barcelona 58% – Atlético Madrid 42%
- Tendangan ke Gawang: Barcelona 18 – Atlético Madrid 3
- Expected Goals (xG): Barcelona 1.21 – Atlético Madrid 0.45
Penilaian Pemain Barcelona
- Joan García (GK): 5.3 – Tidak dapat berbuat banyak terhadap gol Alvarez, namun harusnya bisa lebih baik pada gol kedua.
- Jules Koundé: 6.0 – Kurang efektif dalam mempertahankan di sekitar gol kedua.
- Pau Cubarsí: 5.7 – Diusir dari lapangan di menit-menit akhir babak pertama, meninggalkan tim dalam keadaan kurang beruntung.
- Lamine Yamal: 8.1 – Mencoba sekuat tenaga untuk mengembalikan keadaan, memberikan masalah bagi pertahanan lawan.
Dampak Kekalahan
Kekalahan ini tentunya memberikan beban tambahan bagi pelatih Hansi Flick, mengingat mereka akan menghadapi leg kedua tanpa Pau Cubarsí. Dengan hanya mencetak 0 gol meski meluncurkan 18 tendangan, tim harus segera menemukan cara untuk meningkatkan efektivitas serangan menjelang pertandingan selanjutnya.
(SA/GN)
sumber : www.si.com
Leave a comment