Transformasi Rutter: Dari Leeds ke Nottingham Forest
Setelah lebih dari tiga tahun, ambisi Leeds United akhirnya mulai terwujud meskipun mereka kini berada di peringkat 15. Rutter, yang sebelumnya tidak memenuhi ekspektasi tim, mendapat kritik tajam dari Sam Allardyce, yang menilai bahwa pemain muda asal Prancis ini “tidak cukup baik” untuk bermain di tim yang sedang berjuang di Premier League.
Meski Rutter berhasil memberikan assist dalam satu penampilan pengganti di bawah arahan Allardyce, Leeds sebenarnya telah mengeluarkan dana besar untuk pemain yang diharapkan dapat memimpin masa depan klub. Nasib berkata lain ketika mereka terdegradasi, memberi Rutter kesempatan untuk beradaptasi di Championship, yang menyuguhkan permainan yang lebih cocok untuk gaya dribbling dan kontrol bola yang dimilikinya. Dalam satu musim penuhnya bersama Leeds, ia mencetak tujuh gol dan memberikan 15 assist.
Pujian dan Harapan
“Dia bisa menjadi pemain hebat suatu hari nanti,” puji Daniel Farke setelah penampilan mengesankan Rutter dalam kemenangan telak atas Huddersfield. “Masih ada ruang untuk perbaikan. Jika dia sudah sempurna, mungkin Real Madrid akan membelinya seharga £150 juta. Syukurlah itu tidak terjadi, dan dia masih bisa berkembang. Potensinya luar biasa.”
Rutter tampaknya kini sedang berada dalam performa terbaiknya, bahkan setelah hampir dua tahun meninggalkan Elland Road untuk bergabung dengan Brighton. Saat ini, ia mencetak gol dalam tiga pertandingan untuk Nottingham Forest, termasuk gol penyamaan menjelang akhir pertandingan melawan West Ham, Burnley, dan Spurs. Pengaruhnya dalam perburuan degradasi tidak dapat diabaikan, meski ia tidak terlibat langsung di dalamnya.
Pencapaian Rutter
Golnya melawan Spurs, yang merupakan gol pertamanya setelah lebih dari tiga bulan, menunjukkan ketajaman yang jarang ditunjukkan sebelumnya. Setelah beberapa kali menjadi pengganti, performa terbarunya di bawah arahan Fabian Hurzeler menunjukkan bahwa Rutter, yang kini berusia 24 tahun dan telah bermain 66 kali di Premier League, masih membutuhkan waktu untuk mencapai level yang diharapkan.
Konklusi
Jika impiannya bergabung dengan Real Madrid tidak terwujud, Rutter akan selalu menjadi sosok yang dicintai di Leeds. Cinta ini semakin terpatri selama musim penuh pertamanya di Premier League, baik bersama rekan satu tim maupun dalam konteks yang berbeda. Seperti yang diungkapkan mantan rekan setimnya, Stuart Dallas, setelah gol Rutter ke gawang Spurs: “Sungguh luar biasa.” Dampak dan kontribusinya bagi tim akan terus diperhatikan di kompetisi yang terus berkembang ini.
(SA/GN)
sumber : onefootball.com
Leave a comment