Kunjungan Paus Leo XIV ke Barcelona Dihiasi Persaingan Olahraga
Paus Leo XIV tiba di Barcelona pada hari Selasa dalam rangka kunjungan singkat ke Spanyol selama seminggu. Kunjungan ini menjadi perhatian ketika pontif berwarganegara AS ini membuat pernyataan yang mengejutkan para penggemar sepak bola Barcelona dengan mengungkapkan dukungannya pada Real Madrid, rival abadi mereka.
Kontroversi Dukungan untuk Real Madrid
Keputusan Leo untuk menyatakan dukungan kepada Real Madrid menjadi pembicaraan hangat di kalangan warga Barcelona, yang sudah mengantisipasi bahwa Paus tidak akan banyak menggunakan bahasa Catalan, meskipun ia fasih berbahasa Spanyol. Namun, setelah tiba, ia segera menanggapi ekspektasi tersebut dengan menggunakan beberapa kata dalam bahasa Catalan saat tiba di katedral kota.
Paus menegaskan posisinya dengan berkata, “Paus adalah untuk semua tim, namun Prevost adalah untuk Real Madrid.” Ini cukup mengecewakan banyak penggemar Barça, dan komentar tersebut langsung dibagikan oleh klub Madrid di media sosial, menjadikan mereka “tim favorit Tuhan.
Kunjungan ke Museum Real Madrid
Selama berada di ibu kota, Paus berkunjung ke museum Real Madrid dan melihat koleksi trofi klub. Ia menerima kaus Madrid dengan nama “Robert F. Prevost” di punggungnya dari Presiden klub, Florentino Pérez.
Pada hari Senin, ribuan umat Katolik memenuhi stadion kandang Real Madrid untuk menghadiri acara dengan Paus, yang diwarnai oleh penampilan penari yang mengenakan warna putih dan kuning, warna yang melambangkan Vatikan. “Hari ini, Gereja di Madrid telah mencetak gol besar yang akan selalu diingat!” ujar Paus Leo.
Respon Warga Barcelona
Reaksi dari warga Barcelona sangat beragam. Eduard Modroño, seorang penggemar Barcelona, mengekspresikan kekecewaannya: “Seorang tokoh sebesar dia seharusnya tidak memihak. Sekarang setelah dia mengungkapkan dukungannya pada Real Madrid, saya rasa dia sudah salah langkah.” Ia juga mencatat kesamaan pakaian Paus dengan pemain Madrid yang identik dengan warna putih bersih.
Homili Pertama dalam Bahasa Catalan
Dalam salah satu momen penting, Paus membuka homilinya di katedral Barcelona dengan beberapa kata dalam bahasa Catalan sebelum beralih ke bahasa Spanyol. “Saudara-saudari yang terkasih, dengan senang hati saya memulai kunjungan ini di katedral ini,” ujarnya.
Meski penggunakan bahasa Catalan tidak selalu mencukupi bagi beberapa warga, ada yang menghargai usahanya. Míriam Noqueras, dari partai politik Junts, menyatakan bahwa berbicara dalam bahasa lokal adalah bentuk cinta dan penghormatan. Sementara itu, Uskup Agung Barcelona, Juan José Omella, mengklarifikasi bahwa Paus telah mempersiapkan pidatonya dengan mempertimbangkan konteks lokal.
Dalam pandangan warga, penggunaan bahasa Catalan lebih berarti daripada sekadar urusan olahraga. Modroño menambahkan, “Tidak berbicara sepenuhnya dalam Catalan adalah bentuk ketidak hormatan.” Kunjungan Paus ke Barcelona menyoroti perbedaan budaya yang ada dalam masyarakat Spanyol, di mana sepak bola dan bahasa sering menjadi simbol identitas.
(SA/GN)
sumber : www.ncronline.org
Leave a comment