Real Madrid Terdampak VAR di La Liga
Real Madrid menjadi tim yang paling terpengaruh secara negatif oleh VAR di La Liga, berdasarkan tabel yang menunjukkan dampak intervensi VAR terhadap posisi akhir klasemen La Liga musim 2025–26.
Penutupan Musim yang Mengecewakan
Real Madrid menutup kampanye yang mengecewakan di kandang dengan kemenangan 4–2 atas Athletic Club pada akhir pekan lalu. Kylian Mbappé mencetak gol dalam pertandingan tersebut dan meraih Trofi Pichichi sebagai pencetak gol terbanyak musim ini.
Penghormatan untuk Pemain
Pertandingan itu juga menjadi momen perpisahan emosional bagi Dani Carvajal dan David Alaba, yang menjalani laga terakhir mereka bersama klub.
Klasemen dan Kontroversi VAR
Setelah pertandingan, Madrid dipastikan mengakhiri kampanye La Liga 2025–26 dengan 86 poin, terpaut delapan poin dari Barcelona yang telah memastikan gelar juara lebih awal setelah menang 2–0 di El Clásico di Camp Nou.
Presiden Real Madrid, Florentino Pérez, mengadakan konferensi pers setelah pertandingan dan menyampaikan kekecewaannya terhadap bias dalam kepemimpinan pertandingan yang dianggap merugikan Los Blancos dan menyebut adanya gelar yang “dicuri.
Dampak VAR Terhadap Posisi Tim
Berdasarkan analisis, jika VAR tidak ada, Madrid seharusnya mendapatkan total 91 poin, lebih baik lima poin dibandingkan total nyata mereka. Tidak ada tim lain di La Liga yang mengalami defisit poin akibat keputusan VAR sebesar itu. Sebaliknya, Sevilla justru lebih diuntungkan dengan VAR, mendapatkan tambahan enam poin.
Meskipun begitu, dalam situasi tanpa VAR, Madrid tetap akan berada di urutan kedua, namun dengan jarak hanya empat poin dari Barcelona.
Kutipan dari Pemain
Beberapa keputusan VAR yang dianggap sangat mempengaruhi termasuk gol Mbappé yang dianulir karena handball dalam hasil imbang 1–1 melawan Girona, serta dua keputusan dalam kekalahan 2–1 di Osasuna. Dalam laga melawan Osasuna, mereka kebobolan setelah penalti yang diberikan oleh VAR, dan gol kemenangan Raúl García disahkan setelah varifikasi offside.
Kritik terhadap Standar Wasit di La Liga
Álvaro Arbeloa, mantan pemain Madrid, mengungkapkan keluhannya mengenai standar wasit setelah salah satu gol yang seharusnya menjadi penalti untuk Mbappé saat melawan Girona tidak diberikan. Arbeloa berkomentar bahwa VAR tampaknya hanya diaktifkan saat menguntungkan pihak tertentu dan ini menunjukkan kekacauan dalam sistem perwasitan.
Madrid bahkan memboikot pertemuan dengan Federasi Spanyol (RFEF), menyatakan bahwa tidak ada gunanya berdiskusi tentang kondisi La Liga yang menyangkut ketidakadilan dalam pengawasan pertandingan. Dalam konferensi pers sebelumnya, Pérez menyebut La Liga sebagai “musuh abadi” klub.
Dampak dan Reaksi
Ketidakpuasan Madrid terhadap keputusan VAR dan standar perwasitan menunjukkan tantangan bagi klub di masa mendatang. Jika situasi ini terus berlanjut, akan ada dampak signifikan terhadap performa tim dan kepercayaan mereka terhadap sistem kompetisi yang ada.
(SA/GN)
sumber : www.si.com
Leave a comment