Keributan di Dalam Tim Real Madrid: Dampak Pengunduran Diri Xabi Alonso
Sebuah laporan dari Marca mengungkapkan adanya perpecahan mendalam di dalam skuad Real Madrid, yang dipicu oleh pengunduran diri mantan manajer Xabi Alonso. Ketegangan mulai meningkat pada bulan Oktober, ketika beberapa pemain kunci—seperti Vinicius Junior dan Fede Valverde—secara terbuka mengkritik metode latihan Alonso yang melibatkan sesi taktik panjang dan analisis video.
Pembelaan terhadap Metode Alonso
Di sisi lain, ada campak pemain yang mendukung metode Alonso dan upayanya untuk mengubah sistem serta gaya bermain tim. Mereka berpendapat bahwa keluhan yang terus-menerus, terutama dari Vinicius, hanya merupakan alasan; status Vinicius terlihat menurun dibandingkan saat dilatih Carlo Ancelotti.
Perubahan Posisi Vinicius
Vinicius tetap menjadi pemain penting, meski Alonso meninggalkannya dari 20 dari 33 pertandingan kompetitif dan hanya menurunkannya sebagai pengganti dalam empat kesempatan. Sebagai imbasnya, Vinicius hanya menyelesaikan 90 menit penuh di sembilan pertandingan dan semakin sering ditempatkan dalam peran playmaking, berhasil merekam 10 assist. Sebaliknya, di bawah Ara Bolega, ia mencetak delapan gol lagi dalam sepuluh pertandingan yang lebih sedikit dan hanya diganti tiga kali dalam 23 penampilan.
Insiden pada El Clásico
Salah satu pergantian yang dianggap menghina oleh Vinicius memicu keributan terkenal pada El Clásico di akhir Oktober. Menurut laporan Marca, saat itulah musim Madrid mulai tidak stabil di balik layar. Pemain seperti Jude Bellingham dan Eduardo Camavinga dilaporkan setuju dengan pandangan bahwa metode Alonso merugikan bentuk dan kepercayaan diri skuad.
Reaksi di Ruang Ganti
Tindakan tidak menghormati yang diperlihatkan beberapa pemain selama sesi taktik—seperti berpura-pura tidur atau berbincang saat briefing—membuat marah para pendukung Alonso di ruang ganti dan sang pelatih. Alonso bahkan diketahui terkejut dan mengeluarkan komentar, “Saya tidak menyangka sudah masuk ke taman kanak-kanak di sini.” Saat ini, Alonso masih menganggur setelah mengakhiri masa jabatannya di Madrid.
Kondisi ini menunjukkan adanya krisis di dalam tim, dan bagaimana perpecahan ini dapat berpengaruh pada performa Real Madrid ke depannya. Diperlukan tindakan cepat untuk menangani masalah ini agar tidak semakin merugikan prestasi klub di kompetisi mendatang.
(SA/GN)
sumber : www.goal.com
Leave a comment