Jurgen Klopp telah muncul sebagai kandidat utama untuk kursi kepelatihan Real Madrid, dan hal ini dikabarkan menjadi ‘mimpi’ bagi Florentino Perez. Kabar menyebutkan bahwa pelatih asal Jerman itu adalah sosok yang sangat diinginkan Perez untuk mengambil alih kendali Los Blancos pada musim panas mendatang.
Klopp dinilai sangat cocok mengingat rekam jejak kesuksesannya dan kemampuannya menangani tim dengan ego besar. Ia berhasil membawa Liverpool meraih kejayaan di Liga Champions dan Premier League, sambil juga mengelola konflik yang terdokumentasi dengan baik antara Mohamed Salah dan Sadio Mane.
Madrid membutuhkan seorang manajer yang dihormati para pemainnya dan yang jelas-jelas memegang kendali penuh. Beberapa nama memang dikaitkan selain Klopp, namun ada satu kandidat potensial yang luput dari perhatian.
Perez Menaruh Kagum pada Mauricio Pochettino
Klopp sendiri telah meredakan spekulasi mengenai kepindahannya ke Madrid, menyoroti isu-isu yang mungkin terjadi di Estadio Bernabeu. Pelatih Jerman itu memberikan pandangan muram mengenai keputusan Madrid untuk berpisah dengan beberapa pelatih di masa lalu, yang bisa menimbulkan kekhawatiran tentang stabilitas. Ini menimbulkan kekhawatiran bahwa calon manajer mungkin ragu untuk mengambil pekerjaan tersebut karena potensi kurangnya dukungan dari manajemen.
Namun, Real Madrid adalah klub terbesar di dunia, dan dengan itu datang keinginan besar untuk menghabiskan karier sebagai juru taktik di kursi panas Bernabeu.
Perez mungkin mengagumi Klopp, namun ia juga pernah menyatakan pujian tinggi untuk Mauricio Pochettino. Presiden Los Blancos itu memuji kedua manajer saat Liverpool dan Tottenham Hotspur bertemu di final Liga Champions 2019, seperti yang dilansir The Standard:
“Klopp dan Pochettino luar biasa. Saya belum pernah mencoba merekrut mereka, tapi itu bukan berarti kami tidak akan mencobanya di masa depan.”
Pochettino, yang kini berusia 53 tahun, baru saja meninggalkan Chelsea dan mungkin sangat ingin kembali ke manajemen klub. Meskipun waktunya di Chelsea mengecewakan, kiprahnya sebagai pelatih Spurs adalah kesuksesan besar.
Pochettino bekerja dengan sumber daya terbatas namun berhasil membawa The Lilywhites ke final Liga Champions 2019. Ia menerapkan gaya sepak bola yang menarik, bahkan membuat timnya bersaing memperebutkan gelar di musim 2015-16.

Mantan pemain dan manajer Espanyol ini juga pernah menghabiskan waktu di kursi pelatih Paris Saint-Germain, memenangkan gelar Ligue 1 pada tahun 2022. Namun, pemecatannya terjadi setelah dilaporkan adanya ketegangan dengan Lionel Messi, yang menunjukkan tantangan dalam menangani pemain bintang.
Bintang Spurs Mengagumi Sosok ‘Ayah’ Pochettino

Meskipun ada kekhawatiran tentang kemampuan komunikasi Pochettino, tidak diragukan lagi kemampuannya dalam membangun tim dan mengembangkan potensi talenta muda. Ia mengubah Dele Alli menjadi salah satu penyerang terbaik di Inggris, sekaligus mengembangkan kemitraan penyerang paling produktif dalam sejarah Premier League antara Harry Kane dan Son Heung-min.
Pemain seperti Arda Guler bisa mendapatkan manfaat dari manajer seperti Pochettino yang bersedia memberikan kesempatan kepada pemain muda dan tidak hanya bergantung pada opsi veteran. Ia juga mungkin bisa menciptakan kemitraan yang menakutkan antara Vinicius dan Kylian Mbappe, yang terakhir pernah ia latih saat di PSG.
Son Heung-min penuh kekaguman terhadap Pochettino saat merefleksikan waktunya bermain di bawah pelatih asal Argentina tersebut. Ia mengatakan (via GOAL) pada November 2023:
“Dia melatih saya dengan sangat keras dan dia menjadikan saya pemain seperti sekarang, jadi saya sangat, sangat menghormati [dia]… Dia hampir seperti ayah saya saat dia di sini.”
Mantan kiper dan kapten Spurs, Hugo Lloris, berbicara tentang tim spesial yang dibangun Pochettino saat di London Utara (via The Guardian):
“Dia (Pochettino) membawa generasi baru pemain ke level baru. Dia menciptakan sesuatu yang sangat istimewa di dalam gedung. Anda bisa merasakan kesatuan dan kami sangat menikmati bersaing satu sama lain.”

Pochettino mungkin bukan salah satu favorit utama untuk pekerjaan di Madrid, tetapi Perez mungkin diam-diam mempertimbangkannya sebagai pilihan. Namun, fokus utama kemungkinan besar adalah menunjuk seseorang yang dapat menegakkan otoritasnya, dan di sinilah pelatih asal Argentina itu mungkin akan sedikit kalah dibandingkan dengan Jurgen Klopp.
(SA/GN)
sumber : therealchamps.com
Leave a comment