Kylian Mbappé dan Real Madrid: Menanti Gelar Juara
MADRID — Hampir dua tahun sejak Kylian Mbappé meninggalkan Paris Saint-Germain untuk bergabung dengan Real Madrid, niatnya untuk meraih gelar Champions League masih tertunda. Kapten timnas Prancis ini, bersama klub yang dikenal sebagai raja kompetisi Eropa, belum juga mendapatkan trofi tersebut.
Sementara itu, PSG berhasil mengangkat trofi Champions League tepat setelah kepergian Mbappé dan kini kembali ke semifinal musim ini. Harapan terbaru Mbappé untuk meraih gelar Eropa pertama berakhir setelah Madrid tersingkir oleh Bayern Munich di perempat final.
Real Madrid berada di ambang menjalani musim kedua berturut-turut tanpa mengangkat trofi mayor setelah Mbappé menjadi salah satu transfer paling mencolok. Hingga kini, satu-satunya gelar yang diraih Madrid dengan Mbappé adalah UEFA Super Cup dan Intercontinental Cup, keduanya pada tahun 2024. Madrid juga belum meraih titel di Spanyol sejak kedatangan Mbappé.
Peluang Gelar La Liga Menipis
Kesempatan terakhir bagi Madrid untuk meraih trofi musim ini ada di La Liga, namun mereka kini tertinggal sembilan poin di belakang pemimpin klasemen, Barcelona, dengan tujuh pertandingan tersisa.
Mbappé mendapatkan kritik dari beberapa fans walaupun berhasil mencetak gol. Tekanan terhadapnya diperkirakan akan semakin meningkat setelah lagi-lagi gagal di Champions League.
Performa Mbappé di Madrid
Selama periode tanpa trofi ini, performa Mbappé dan Madrid terbilang menarik untuk dicermati:
- Pada percobaan pertama Mbappé untuk memenangkan Champions League bersama Madrid di musim 2024-2025, ia mencetak tujuh gol, namun Madrid tersingkir oleh Arsenal di perempat final.
- Di musim ini, Mbappé tampil lebih matang dan menjadi pencetak gol terbanyak di Champions League dengan 15 gol, meskipun Madrid kembali terhenti di perempat final setelah kalah 4-3 dari Bayern Munich.
- Dalam debutnya di La Liga pada 2024-25, Mbappé menjadi top scorer dengan 31 gol, lebih banyak empat gol dari Robert Lewandowski. Meski begitu, Madrid tetap tertinggal empat poin dari Barcelona di klasemen.
- Di musim ini, Mbappé kembali menjadi pencetak gol terbanyak liga dengan 23 gol, unggul dua gol dari Vedad Muriqi dari Mallorca. Namun, Madrid kehilangan momentum setelah beberapa hasil buruk.
Kisah Memedihkan di Piala
Tahun lalu, Madrid berhasil menembus semifinal tetapi kalah dari Barcelona 3-2 di final, dengan Mbappé mencetak satu gol. Sementara itu, musim ini mereka tersingkir dengan mengejutkan oleh Albacete di babak 16 besar, setelah pelatih Xabi Alonso dipecat dan digantikan Álvaro Arbeloa.
Mbappé lagi-lagi mencetak gol di final pada 2025, namun Madrid kalah telak 5-2 dari Barcelona, yang juga menaklukkan mereka 3-2 di final musim ini.
Dampak terhadap Madrid
Keberlanjutan performa Mbappé dan Real Madrid di pentas Eropa dan domestik menjadi sorotan utama saat mereka berjuang menjelang akhir musim ini. Minimnya trofi dapat mempengaruhi keputusan mengenai masa depan Mbappé di klub, dan tekanan untuk segera meraih kesuksesan semakin besar.
(LC/GN)
sumber : abcnews.com
Leave a comment