Barcelona Protes Keputusan Wasit Setelah Tersingkir dari Liga Champions
Barcelona menyatakan bahwa “kesalahan” dari wasit telah menghalangi mereka untuk tiba di babak semi-final Liga Champions, dan menimbulkan “kerugian besar baik secara olahraga maupun finansial” bagi klub.
Pengaduan Kedua ke UEFA
Sebagai tindak lanjut, Barcelona mengajukan komplain kedua kepada UEFA terkait kepemimpinan wasit dalam kedua leg pertandingan. Barcelona kalah 3-2 secara agregat dari rival Spanyol, Atletico Madrid, meskipun mereka berhasil menang 2-1 dalam laga kedua yang digelar pada hari Selasa.
Tindakan Skorsing Pemain
Dalam kedua leg tersebut, Barcelona kehilangan satu pemain karena kartu merah. Dalam pertandingan pertama, Pau Cubarsi dikartu merah oleh Istvan Kovacs, sedangkan Eric Garcia diusir oleh Clement Turpin di leg kedua. Dalam kedua kasus, kartu kuning yang awalnya diberikan di-upgrade menjadi kartu merah setelah wasit melakukan review di monitor lapangan terkait potensi pelanggaran yang menghalangi peluang mencetak gol.
Kontroversi VAR
Barcelona juga mengkritik Kovacs yang bersama dengan asisten wasit video (VAR) Christian Dingert membiarkan pertandingan berlanjut meskipun Atletico Madrid mengabaikan handball di area penalti mereka. Klub sebelumnya telah mengajukan protes mengenai “kurangnya intervensi VAR” setelah leg pertama, namun UEFA menyatakan bahwa komplain tersebut “tidak dapat diterima”.
Pernyataan Resmi Barcelona
Setelah mengajukan pengaduan kedua, Barcelona merilis pernyataan yang menyatakan bahwa “beberapa keputusan wasit tidak sesuai dengan aturan permainan”. Mereka mengungkapkan kekecewaan terhadap “penerapan regulasi yang tidak tepat” dan kurangnya intervensi VAR pada insiden yang dianggap signifikan. Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa “akumulasi kesalahan ini berdampak langsung pada jalannya pertandingan dan hasil akhir, menyebabkan kerugian signifikan bagi klub.”
Reaksi Pemain
Pemain depan Barcelona, Raphinha, yang tidak dapat tampil karena cedera, menyatakan kepada para wartawan setelah pertandingan kedua: “Bagi saya, pertandingan ini adalah sebuah pencurian. Bukan hanya pertandingan ini, tetapi juga yang sebelumnya.”
Harapan Klub untuk Perbaikan
Melalui pengaduan ini, klub mengulangi permintaan yang sebelumnya disampaikan kepada UEFA dan menegaskan kesediaan mereka untuk bekerja sama demi meningkatkan sistem kepemimpinan wasit, guna memastikan penerapan hukum permainan yang lebih ketat, adil, dan transparan.
Dengan situasi ini, Barcelona kini dihadapkan pada tantangan untuk bangkit dari keterpurukan dan memperbaiki performa mereka di kompetisi lanjutan, sambil berharap bahwa isu wasit tidak mengganggu perjalanan mereka di masa depan.
(LC/GN)
sumber : www.bbc.co.uk
Leave a comment