Evaluasi Tim Crystal Palace Jelang Bursa Transfer Musim Panas
Skuat Crystal Palace saat ini tidak memerlukan perubahan besar. Hanya ada dua pemain yang masa kontraknya berakhir musim panas ini, sementara sedikit pemain yang ingin meninggalkan klub dan tidak ada posisi yang terlihat krusial untuk diisi dalam starting XI.
Namun, kesuksesan di Conference League musim lalu menunjukkan kurangnya kedalaman dalam skuad, terlebih saat Ismaila Sarr berpartisipasi di Piala Afrika, serta absennya Daichi Kamada, Daniel Munoz, dan Eddie Nketiah karena cedera, yang mengakibatkan penurunan performa tim.
Akibatnya, Palace harus berjuang untuk memastikan posisi mereka di liga dengan menyelesaikan musim di urutan 13, jauh dari total poin rekor yang mungkin bisa mereka capai. Dengan Pierre Sage kini menggantikan Oliver Glasner, klub akan mengevaluasi opsi dan pendekatan mereka menjelang bursa transfer musim panas.
Penjaga Gawang
Dipertahankan
- Dean Henderson (kontrak hingga 2028), Remi Matthews (2027)
Henderson tampil menonjol sebagai penjaga gawang utama dan kapten klub sejak Marc Guehi dijual ke Manchester City Januari lalu. Kecuali ada tawaran yang sangat menggiurkan, Henderson dipastikan akan tetap di klub musim depan.
Matthews yang didatangkan secara gratis setelah kontraknya di Sunderland berakhir pada 2021, berfungsi sebagai penjaga gawang cadangan.
Situasi Tidak Pasti
- Walter Benitez (2028)
Benitez bergabung dengan Palace musim panas lalu secara gratis dan diharapkan menjadi pilihan kedua. Palace dapat mempertimbangkan untuk menjualnya jika ada tawaran menarik yang datang.
Pemain Bertahan Tengah
Dipertahankan
- Chris Richards (2027), Jaydee Canvot (2029), Chadi Riad (2029)
Dengan kehilangan Guehi, lini belakang Palace tetap solid. Para pemain ini menunjukkan penampilan bagus meskipun ada penurunan hasil ketika fokus beralih ke Conference League. Canvot muncul sebagai bakat muda yang menjanjikan, sementara Riad memberikan opsi cadangan yang berguna.
Situasi Tidak Pasti
- Maxence Lacroix (2029)
Lacroix menunjukkan performa yang baik dan berhasil meraih debut internasional bersama Prancis. Meskipun Palace tidak ingin kehilangan dia, ketertarikan dari klub lain bisa saja menyebabkan kepindahannya, terutama dengan kepergian Glasner sebagai pelatih.
Pemain Bek Sayap
Dipertahankan
- Tyrick Mitchell (2027), Rio Cardines (2028), Caleb Kporha (2029)
Palace memiliki opsi untuk memperpanjang kontrak Mitchell hingga 2028, dan hampir pasti dia akan bertahan. Cardines yang berusia 19 tahun berperan penting sebagai opsi pertama, sementara Kporha juga dipertahankan sebagai cadangan.
Situasi Tidak Pasti
- Daniel Munoz (2028), Borna Sosa (2028), Nathaniel Clyne (2026)
Munoz menjadi penting meski sering mengalami cedera. Sementara Sosa jarang tampil maksimal. Clyne, yang berusia 35 tahun, dianggap berharga dan kemungkinan besar akan tetap di klub.
Terancam Pergi
- Danny Imray (2027)
Kontrak Imray memiliki opsi perpanjangan hingga 2028, tetapi dia kemungkinan akan dipinjamkan ke klub Championship untuk mendapatkan pengalaman lebih.
Gelandang
Dipertahankan
- Jefferson Lerma (2027), Will Hughes (2027), Justin Devenny (2027), Cheick Doucoure (2029)
Palace memperpanjang kontrak Lerma untuk menambah kedalaman lini tengah. Hughes tetap menjadi figur kunci di ruang ganti, sedangkan Devenny mampu memberikan daya saing yang cukup. Doucoure diharapkan bisa pulih dari cedera dan kembali bermanfaat.
Situasi Tidak Pasti
- Daichi Kamada (2026), Adam Wharton (2029)
Kamada berperan penting meski masa kontraknya hampir berakhir, sementara Wharton juga diminati, meskipun Palace lebih memilih untuk mempertahankannya setidaknya satu musim lagi.
Serangan
Dipertahankan
- Ismaila Sarr (2029), Yeremy Pino (2030), Brennan Johnson (2030), Jorgen Strand Larsen (2030)
Sarr, sebagai pemain terbaik dan pencetak gol terbanyak, tidak memiliki keinginan untuk pergi. Johnson dan Strand Larsen memberikan opsi yang baik di lini depan meski performa keduanya masih dalam adaptasi.
Situasi Tidak Pasti
- Jean-Philippe Mateta (2027), Eddie Nketiah (2029), Matheus Franca (2028)
Mateta mungkin dipertahankan kecuali ada klub yang siap memenuhi harga yang diinginkan. Nketiah yang banyak cedera juga berpotensi pindah jika ada tawaran yang datang. Franca, setelah menjalani masa pinjaman, mungkin akan dinilai kembali oleh pelatih baru.
Terancam Pergi
- Jesurun Rak-Sakyi (2027), Romain Esse (2030)
Rak-Sakyi diperkirakan tidak akan bertahan di klub menjelang kontraknya yang habis, sementara Esse kemungkinan akan dipinjamkan lagi untuk mendapatkan pengalaman lebih di tim utama.
Menyusul evaluasi yang dilakukan di setiap posisi, Crystal Palace akan berfokus pada kebutuhan mendesak dan mempertimbangkan kedalaman skuad untuk menghadapi musim depan.
(PL/GN)
sumber : www.nytimes.com
Leave a comment