Pindahnya Sandro Tonali: Kejutan untuk Fans Newcastle
Setelah berbulan-bulan mengisyaratkan niat untuk pindah, tidak mengejutkan bagi penggemar Newcastle jika Sandro Tonali kemungkinan akan meninggalkan klub musim panas ini. Namun, tujuan yang mungkin ia tuju menjadi kejutan lebih besar: tim yang hanya finis di urutan ke-17 musim lalu.
Pergerakan Tak Terduga Menuju Tottenham
Meskipun Newcastle finish lebih baik dari Tottenham, yang hanya selamat dari degradasi setelah 38 pertandingan, rumor menyebutkan bahwa Spurs hampir memantapkan transfer Tonali dari Newcastle. Ini menimbulkan pertanyaan, ke klub mana Tonali merasa lebih mungkin untuk bersaing di puncak sepak bola.
Keuangan Jadi Faktor Utama
Uang bukanlah masalah untuk Tottenham; mereka menghasilkan £565 juta dari musim 2024/25, meskipun posisi akhir mereka sangat mengecewakan. Angka itu membuat mereka menduduki peringkat ketujuh di dunia, menggarisbawahi kekuatan finansial yang masih dimiliki oleh klub-klub elit di Premier League.
Kekuatan Menarik Pemain
Tottenham bukan satu-satunya yang memiliki daya tarik. Di musim yang sama, Manchester United berhasil mendatangkan dua pemain top, Bryan Mbeumo dan Matheus Cunha, meskipun mereka juga finis di urutan ke-15. Chelsea, meski berada di posisi ke-10, mampu merekrut Xabi Alonso. Sementara Brentford yang finish satu tingkat lebih baik tidak mampu melakukan hal yang sama.
Dominasi Klub Besar
Ada elite tersendiri di Premier League, di mana kehadiran klub-klub besar membuat daya tariknya tak tertandingi, tidak peduli di posisi mana mereka berada. Dari segi sejarah, posisi ini dipertegas oleh kekuatan finansial yang dimiliki klub-klub besar.
Perubahan di Liga Premier
Pada tahun 2013, kontrol finansial pertama kali diperkenalkan dengan harapan membuat liga lebih kompetitif, tetapi ini lebih untuk melindungi klub dari kebangkrutan yang jarang terjadi. Namun, aturan tersebut tetap menguntungkan klub-klub besar yang terus mendominasi dengan pendapatan yang jauh lebih tinggi dibandingkan klub-klub lain.
Masalah Keseimbangan
Klub-klub seperti Newcastle dan Aston Villa akan kesulitan untuk mendapatkan pendapatan setara dengan Big Six. Tanpa bisa bersaing di papan atas dan meraih trofi, mereka tidak mampu mempertahankan pemain terbaik. Hal ini menjadikan Premier League sebagai liga antara yang memiliki dan yang tidak memiliki.
Secara keseluruhan, kecenderungan ini menunjukkan bahwa kecuali ada perubahan drastis, situasi di Premier League akan tetap dikuasai oleh klub-klub dengan sumber daya finansial besar.
(PL/GN)
sumber : www.football365.com
Leave a comment