Tyronn Lue Kenang Tahun Kejayaan Bersama Cleveland Cavaliers
Pelatih Los Angeles Clippers, Tyronn Lue, tengah menghadapi banyak tantangan dengan timnya saat ini. Namun, ia tetap menyimpan kenangan indah selama masa jabatannya bersama Cleveland Cavaliers. Sebelum pertandingan melawan mantan timnya pada hari Minggu, Lue berbagi pandangannya tentang tahun-tahun kejayaan yang luar biasa bersama Cavs.
Pentingnya Eksekusi dalam Bermain
“Semua berawal dari LeBron [James], sebagai pemain terbaik di dunia, dan melihat bagaimana ia bekerja setiap hari,” kata Lue dalam konferensi pers pra-pertandingan di Rocket Arena. “Saat latihan, ia selalu bermain dengan penuh semangat. Ketika menjalani eksekusi permainan, ia juga berenergi penuh, mendorong semua orang untuk melakukan hal yang sama.”
Lue menambahkan, “Memiliki pemain terbaik di dunia yang mengerti pentingnya eksekusi dan membawa rekan-rekannya bersama-sama memberikan angin segar.”
Rekor dan Kenangan Indah
Antara tahun 2016 dan 2018, Lue bersama Cavs yang dipimpin James mencatatkan rekor tim dan mencapai NBA Finals setiap kali playoff. Tim mereka terdiri dari inti yang sudah saling mengenal, dengan Kyrie Irving dan Kevin Love sebagai bagian dari “Big Three” yang terus didukung oleh talenta-talenta hebat lainnya.
“Kami bisa menjalankan strategi kami selama empat atau lima tahun berturut-turut, dan masih bisa menjalankan play dari dua tahun lalu yang sudah dipahami oleh pemain,” jelas Lue. “Persiapan dan ketahanan dari Kyrie, K-Love, serta pengorbanan mereka sangat berarti untuk meraih kemenangan. Ini adalah masa yang indah, dengan penggemar luar biasa dan organisasi yang hebat.”
Pujian untuk Manajemen Cleveland
Lue juga memberi penghormatan kepada mantan manajer umum Cleveland, David Griffin, dan wakil presiden operasi basket, Trent Redden, yang memberinya kesempatan pertama sebagai pelatih kepala. Ia diangkat di tengah musim pada 22 Januari 2016, setelah Cavs memutuskan untuk memecat David Blatt meskipun tim berada di posisi teratas di Wilayah Timur dengan rekor 30-11. Lue mencatat bahwa Blatt “melakukan pekerjaan yang hebat.”
Tantangan dan Pembelajaran
Lue mengakui bahwa tekanan selalu ada setiap tahun dengan James di tim, mengingat sejarahnya yang selalu mencapai Finals sejak masa dengan Miami Heat. Namun, ia menganggap tekanan itu sebagai peluang untuk memenangkan kejuaraan. “Menuju empat Finals berturut-turut dan memiliki kesempatan untuk menang adalah pengalaman besar yang membuat saya tetap waspada,” ungkap Lue.
“Jika saya dan dia berdiskusi tentang pertahanan dan dia mendengar satu kata yang salah, ia langsung merespons. Itu membuat saya terus tajam. Memiliki kesempatan pertama bersama LeBron sangat membentuk diri saya saat ini.”
Akhir yang Mendebarkan
Setelah memulai musim 2018-19 dengan hasil buruk 0-6, masa Lue di Cavs berakhir secara tiba-tiba ketika James memutuskan bergabung dengan Los Angeles Lakers. Lue menyelesaikan tugasnya dengan rekor 128-83 di musim reguler dan 41-20 di playoff, sebelum bertransisi menjadi asisten pelatih Clippers selama satu musim.
Sejak diangkat sebagai pelatih kepala Clippers pada musim 2020-21, Lue telah mencatatkan rekor 239-179, membawa organisasi itu ke Western Conference Finals pada tahun pertamanya. Sayangnya, tim belum pernah melangkah lebih jauh dari putaran pertama playoff sejak saat itu, meskipun Clippers telah muncul di playoff selama empat dari lima tahun masa kepemimpinannya.
Refleksi dan Keterampilan Pelatihan
Pengalaman Lue bersama James dan Cavaliers telah meninggalkan jejak mendalam dalam karier dan kehidupannya. Ia menyadari bahwa coaching bukan hanya tentang duduk dan membiarkan permainan berjalan. “Saya harus beradaptasi dan memahami bahwa tidak semua strategi yang diterapkan di Cleveland dapat digunakan dengan tim lain,” tuturnya.
Lue berharap untuk memanfaatkan pelajaran berharga dari masa lalu untuk membantu Clippers bangkit dari awal musim yang sulit ini.
(BA/GN)
sumber : clutchpoints.com
Leave a comment