Shai Gilgeous-Alexander: Bintang yang Masih Terlalu Diabaikan
Shai Gilgeous-Alexander baru saja menyelesaikan musim MVP yang mengesankan dan memulai musim 2025-26 bersama Oklahoma City Thunder dengan target untuk memecahkan rekor 73-9 milik Golden State Warriors pada tahun 2016 (23-1 dalam 24 pertandingan pertama).
Walaupun telah membawa Thunder ke tingkat elit, keberadaan Gilgeous-Alexander masih kurang mendapat pengakuan yang layak di Amerika. Austin Rivers menyebutkan bahwa Gilgeous-Alexander belum mencapai status sebagai superstar terbesar di NBA, dan salah satu alasannya adalah karena ia berasal dari Kanada, bukan Amerika Serikat.
Kurangnya Pengakuan di Media Sosial
Dalam episode podcast-nya, ‘Off Guard’, Rivers mengungkapkan pandangannya mengenai bagaimana Gilgeous-Alexander masih dianggap underrated dalam kariernya. Ia menyatakan,
“Jika dia orang Amerika dan sedikit lebih aktif di media sosial, mungkin dia akan menduduki posisi yang lebih tinggi. Dia hanya menggunakan Instagram untuk promosi, bukan untuk berinteraksi dengan penggemar.”
Rivers menambahkan bahwa aktif di media sosial seperti Kevin Durant dapat meningkatkan popularitasnya.
“Jika dia lebih terlihat di media, bermain di pasar yang lebih besar, dia pasti sudah menjadi bintang terbesar di basket.”
Gaya dan Prestasi yang Mengagumkan
Dari segi fashion, Gilgeous-Alexander juga mencuri perhatian.
“Dia adalah yang terdepan, mengenakan desain dari Tom Brown dan Louis Vuitton. Permainannya? MVP, juara, dan kontrak tertinggi dalam sejarah NBA. Dia memiliki kekuatan dan estetika.”
Rivers juga mengamati betapa banyak atlet lain yang sepakat bahwa Gilgeous-Alexander adalah salah satu yang paling fashionable.
“Setiap atlet yang ditanya akan menyebutkan namanya.”
Pengaruh Latar Belakang
Rivers menjelaskan bahwa latar belakang Gilgeous-Alexander sebagai non-Amerika mempengaruhi cara pandang publik terhadapnya.
“Saat kita melihat kejuaraan Olimpiade, dia tidak mengenakan jersey kita. Itu memengaruhi persepsi.”
Ia juga membandingkan situasi ini dengan bintang-bintang lain seperti Luka Doncic dan Victor Wembanyama, yang memiliki perhatian besar.
“Ketika atlet Amerika tampil, kita cenderung memberi lebih banyak perhatian.”
Statistik Menjanjikan
Saat ini, Gilgeous-Alexander mencatatkan rata-rata 32,8 poin, 6,4 assist, dan 4,7 rebound per pertandingan dengan persentase tembakan tiga angka mencapai 44,3%. Dengan performa seperti ini, ia berpotensi meraih penghargaan Michael Jordan untuk MVP musim reguler.
Rivers menekankan pentingnya diakui sebagai bintang di negeri yang menginginkan wajah lokal sebagai simbol liga. Ia percaya jika Gilgeous-Alexander mulai berinteraksi lebih banyak dengan penggemar, peluangnya untuk menjadi superstar di Amerika akan semakin besar.
Dampak untuk Tim dan Kompetisi
Dengan keberhasilannya yang terus berlanjut, ada kemungkinan besar Gilgeous-Alexander akan menjadi salah satu pemain top dalam sejarah NBA. Selama ia terus tampil konsisten, tidak ada halangan untuknya menjadi salah satu yang terbaik sepanjang masa.
(BA/GN)
sumber : fadeawayworld.net
Leave a comment