Wembanyama Dapat Kritik Setelah Final NBA, Popovich Ditunjuk Sebagai Biang Kerok
Pusat San Antonio Spurs, Victor Wembanyama, menjadi sorotan karena perilakunya di dalam dan luar lapangan selama Final NBA 2026, di mana Spurs kalah dari New York Knicks dalam lima pertandingan.
Walaupun banyak yang menyalahkan Wembanyama dan rekannya De’Aaron Fox yang kurang tampil maksimal, seorang komentator olahraga veteran mengarahkan kritiknya kepada mantan pelatih kepala Spurs, Gregg Popovich.
Jason Whitlock Menyebut Gregg Popovich ‘Komunis’
Jason Whitlock dalam episode podcast-nya, “Fearless with Jason Whitlock,” menjelaskan pandangannya mengenai Popovich yang dinilai bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada Wembanyama.
“Saya menyalahkan Gregg Popovich untuk apa yang terjadi pada Victor Wembanyama,” ucap Whitlock. “Wembanyama kini dianggap sebagai korban. Saya ingin Anda melihat kumpulan momen buruk yang menunjukkan penurunan reputasi Wembanyama musim ini.”
“Wembanyama memulai musim ini dengan status ‘wajah baru NBA yang kompetitif, berbeda dengan era LeBron James.’ Dia ingin bersaing dengan semua orang. Namun, sekarang dia dianggap sebagai pemain yang kasar dan tidak bersyukur,” tambahnya.
Whitlock juga mengaku mengharapkan Wembanyama kalah di final. Momen ketika Wembanyama meninggalkan lapangan Frost Bank Center di San Antonio tanpa melakukan salaman dengan pemain Knicks usai Game 5 semakin memperkuat pandangannya.
Gregg Popovich, yang dikenal vokal tentang isu-isu seperti diskriminasi rasial dan kekerasan polisi, telah pensiun dari posisinya sebagai pelatih kepala Spurs pada Mei 2025 setelah mengalami serangan stroke ringan. Meskipun Whitlock tidak setuju dengan pandangan politik Popovich, selama masa jabatannya, pelatih berusia 77 tahun ini sukses mempersembahkan lima gelar juara NBA untuk Spurs.
Pada musim NBA 2025-26, Mitch Johnson mengambil alih sebagai pelatih penuh waktu setelah menjabat sebagai pelatih interim selama 77 pertandingan di musim sebelumnya. Johnson menggantikan Popovich yang telah memimpin tim Spurs selama 29 tahun.
Di usia 22 tahun, Wembanyama kini dihadapkan pada tantangan besar untuk bangkit dari kekecewaan terbesar dalam karier mudanya di musim depan, dengan perhatian banyak orang tertuju padanya untuk melihat bagaimana ia akan merespons.
(BA/GN)
sumber : sports.yahoo.com
Leave a comment