Tawanchai PK Saenchai: Kemenangan Terindah di Luar Ring dan Ambisi Gelar Ganda
Juara Dunia ONE Featherweight Muay Thai, Tawanchai PK Saenchai, memiliki rekor 134 kemenangan dalam kariernya yang gemilang. Namun, di balik serangkaian prestasi gemilang itu, ia mengungkapkan bahwa kemenangan termanis dalam hidupnya justru datang saat ia menjadi seorang suami dan ayah.
Jelang aksinya melawan petarung tangguh Tiongkok, “Spirit Dragon” Liu Mengyang, dalam pertarungan kickboxing featherweight di ajang utama ONE Friday Fights 137 pada 19 Desember, yang disiarkan langsung dari Lumpinee Stadium Bangkok pada malam hari waktu Indonesia Barat (WIB) melalui Moji TV dan Vidio, Tawanchai siap menunjukkan bahwa semangat juara sejati tak hanya bersinar di atas panggung global, tetapi juga di luar ring.
Oktober lalu, megabintang Thailand berusia 26 tahun itu mengejutkan dunia seni bela diri dengan mengunggah serangkaian foto di Instagram yang mengungkap bahwa ia telah mengikat janji suci dengan kekasih lamanya, Sawita Yingchuan, pada 29 November tahun lalu, dan menyambut kelahiran putra pertamanya, Kirin, pada 20 Mei 2025. Pengumuman ini mengejutkan para penggemar dan media, mengingat atlet dari PK Saenchai Muaythaigym itu selama ini merahasiakan kehidupan pribadinya. Namun, baginya, waktu terasa tepat untuk membagikan keberhasilan terbesarnya kepada dunia.
Kisah Cinta di Balik Ring
Jauh sebelum Tawanchai meraih emas ONE Championship dan menjadi salah satu striker paling ditakuti, ia hanyalah seorang remaja yang bertemu dengan seseorang yang akan mengubah hidupnya selamanya.
Ia bercerita kepada onefc.com:
“Saya bertemu istri saya di Instagram enam hingga delapan tahun lalu, saat saya berusia 18 atau 19 tahun. Kami berteman di Instagram dan Facebook, dan akhirnya kami pergi makan seperti pasangan muda lainnya. Kami cocok, saling menyukai, dan berkencan selama sekitar tiga tahun.”
“Dia sangat cakap, sabar, dan pekerja keras, serta selalu mendukung saya, baik saat saya berlatih maupun menghadapi masalah apa pun.”
Seiring hubungan mereka bersemi, Tawanchai menemukan kualitas dalam diri Sawita yang membuatnya yakin bahwa wanita itu sempurna — seseorang yang bisa mendampinginya menjalani kehidupan yang menuntut sebagai Juara Dunia ONE. Di atas segalanya, ia tahu Sawita adalah orang yang ia inginkan untuk membangun keluarga dan berbagi kemenangan terbesar dalam hidup, menyerap kemunduran terberat, dan menghadapi segala sesuatu di antaranya.
Kejutan Kehamilan dan Kebahagiaan Seorang Ayah
Meskipun antusias dengan awal masa depan bersama, Tawanchai merasakan gejolak emosi ketika istrinya mengungkapkan bahwa ia hamil. Namun, kejutan itu segera berganti menjadi kebahagiaan saat kenyataan itu meresap. Segalanya berubah ketika ia menggendong putranya untuk pertama kali.
Raja Muay Thai kelas featherweight itu merenung:
“Ketika pertama kali mengetahui dia hamil, saya terkejut tetapi juga senang karena itu terjadi begitu cepat. Seiring ikatan yang tumbuh, semuanya berubah total. Melihat putra saya untuk pertama kali memenuhi hati saya dengan sukacita yang luar biasa.”
Selama berbulan-bulan, Tawanchai dan Sawita merahasiakan berita itu, menikmati momen-momen intim di awal masa menjadi orang tua jauh dari sorotan. Tetapi seiring Kirin tumbuh lebih kuat dan kebanggaan menjadi orang tua terlalu besar untuk ditahan, Tawanchai dan kekasih hatinya memutuskan sudah saatnya membiarkan dunia bertemu juara kecil mereka.
Ia menambahkan:
“Sekarang waktunya tepat, saya ingin semua orang melihat betapa menggemaskannya putra saya. Saya biasanya lebih suka diam dan menghindari media atau platform sosial. Tapi saya ingin berbagi kegembiraan ini dan memberi tahu semua orang tentang putra saya.”
Motivasi Baru dari Sang Putra
Menjadi seorang ayah mengubah Tawanchai PK Saenchai dengan cara yang bahkan bertahun-tahun latihan dan kompetisi tidak pernah bisa. Juara Dunia ONE Featherweight Muay Thai itu tiba-tiba merasa gugup saat hanya memegang bayi laki-lakinya yang baru lahir. Namun, seiring kegugupan awal memudar dan ikatan antara ayah dan anak semakin dalam, ia menemukan tujuan baru. Setiap pengorbanan, sesi latihan yang melelahkan, dan waktu yang dihabiskan jauh dari rumah tiba-tiba memiliki makna yang lebih besar.
Megabintang Thailand itu tidak lagi hanya berjuang untuk dirinya sendiri – ia berjuang untuk membangun warisan yang suatu hari nanti bisa dipahami dan dibanggakan oleh putranya:
“Menjadi seorang ayah telah mengubah hidup saya. Saat saya merasa lelah, saya memikirkannya. Motivasi yang saya miliki sebelumnya kini berlipat ganda atau bahkan tiga kali lipat. Saya memiliki kewajiban untuk menjadi pria yang baik, sebagaimana seorang ayah mencintai anaknya.”
“Saya berharap ketika putra saya besar nanti, tidak peduli kesulitan atau kekecewaan apa pun yang dihadapinya, ia mengingat ayahnya dan tahu bahwa ia harus terus berjuang maju, sama seperti saya.”
Yang paling diinginkan Tawanchai adalah agar Kirin tumbuh dewasa melihatnya mewujudkan nilai-nilai yang ia harap dapat diturunkan – ketahanan, dedikasi, dan pengejaran keunggulan tanpa henti. Meskipun demikian, pria dari PK Saenchai Muaythaigym itu dengan senang hati akan membiarkan putra kecilnya memilih jalannya sendiri dengan percaya diri. Harapan terbesarnya hanyalah agar putranya mempelajari “seni delapan anggota tubuh” untuk kebaikannya sendiri.
Ia berbagi:
“Saya tidak berharap putra saya menjadi petarung Muay Thai seperti saya. Saya hanya ingin dia berlatih Muay Thai untuk bela diri. Tetapi jika dia merasa ingin melakukannya, saya akan sepenuhnya mendukungnya.”
Memburu Gelar Ganda di ONE Championship
Peran sebagai ayah jelas tidak memperlambat Tawanchai. Itu justru semakin memacu ambisinya saat ia kembali ke dalam ring untuk menghadapi Liu Mengyang di ONE Friday Fights 137. Dengan istri dan putranya mendukungnya dari belakang, sang juara-ayah tahu bahwa Kejuaraan Dunia Kickboxing Featherweight ONE milik Superbon berada dalam jangkauannya selama ia bisa memenangkan pertandingan di Lumpinee Stadium pada 19 Desember.
Kemenangan akan membawanya selangkah lebih dekat ke impian gelar dua olahraga dan memberikan bukti sempurna akan keterampilan, keserbagunaan, dan semangat pejuang yang ia miliki – serta warisan yang suatu hari nanti dapat dibanggakan oleh putranya.
Tawanchai menambahkan:
“Keluarga saya selalu mendukung saya dari belakang, jadi saat ini, fokus saya sepenuhnya adalah memenangkan Kejuaraan Dunia Kickboxing itu.”
(OL/GN)
sumber : www.onefc.com
Leave a comment