
Mantan rekan setim Warriors, Stephen Curry (kiri) dan Kevin Durant merayakan setelah mencetak poin dalam pertandingan final basket putra antara Prancis dan AS di Olimpiade Paris 2024.
Perubahan Konsep All-Star Game NBA
NBA All-Star Game tahun ini menerapkan konsep baru untuk menarik perhatian penggemar dan pemain. Dalam beberapa tahun terakhir, pertandingan eksibisi yang melibatkan bintang-bintang liga ini sering kali dianggap membosankan akibat minimnya kompetisi. Pemain lebih banyak melakukan tembakan jauh dan dunk tanpa mempertahankan permainan yang sebenarnya.
Kritikan Kevin Durant
Kevin Durant baru-baru ini berbicara mengenai pandangannya dalam podcast Unguarded dan mengomentari eks teammate-nya, Stephen Curry, sebagai penyebab kurangnya kompetisi:
“LeBron selalu serius dalam setiap All-Star Game. Dia tidak hanya melakukan tembakan dari setengah lapangan atau menembak dengan tangan kiri. Saya menyalahkan Steph. Semua ini karena Steph. Dia datang dan melakukan tembakan dari setengah lapangan, bro. Saya menyalahkan dia untuk All-Star Game ini. Saya juga menyalahkan Dame.”
Durant merasa bahwa banyaknya tembakan tiga angka dan tembakan dari setengah lapangan telah menghilangkan elemen kompetitif dari permainan. Curry dan Damian Lillard mengambil kesempatan untuk menembak dari jarak jauh karena pertahanan yang memberikan mereka ruang gerak.
Apa pendapat Durant mengenai kritiknya?
Salah satu kelemahan dari pandangan Durant adalah ia tidak menyebutkan soal dunk yang juga berkontribusi. Curry dan Lillard merupakan spesialis tembakan tiga angka yang memiliki reputasi baik dalam menembak dari jarak jauh. Pemain bintang seperti LeBron James, Giannis Antetokounmpo, dan Anthony Edwards juga memanfaatkan All-Star Game untuk melakukan dunk spektakuler.
Durant, yang lebih akrab dengan dunk daripada tembakan jauh, mungkin merasa lebih terhubung dengan aspek itu. Namun, kritiknya terhadap penembak tidak sepenuhnya adil. Tembakan dari jarak jauh memerlukan tingkat kesulitan tertentu, bahkan dalam keadaan terbuka. Sementara itu, dunk tanpa tekanan dari lawan menjadi lebih mudah.
Reaksi Durant terhadap Perubahan All-Star 2026
Durant juga pernah mengungkapkan pendapatnya mengenai perubahan yang direncanakan untuk All-Star Game 2026. Adam Silver mengumumkan inisiatif baru di mana tim internasional akan bersaing melawan pemain dari Amerika Serikat. Meskipun demikian, perubahan ini dinilai cukup rumit karena masing-masing tim harus memiliki jumlah pemain tertentu.
Durant sebelumnya mengungkapkan bahwa ia “benci” dengan perubahan ini dan merasa NBA mengambil risiko untuk merusaknya lebih jauh. Namun, argumen terbesar dari perubahan ini adalah bahwa pemain internasional sering kali lebih bangga mewakili negara mereka dibandingkan dengan sukses di NBA.
Dampak pada Permainan ke Depan
Meski belum jelas bagaimana perubahan ini akan mempengaruhi tingkat kompetisi, bisa jadi adanya tim internasional akan memicu persaingan lebih ketat. Kita tunggu saja bagaimana perkembangan selanjutnya, termasuk potensi Curry untuk lagi-lagi menghadirkan tembakan dari setengah lapangan jika ia terpilih lagi ke All-Star.
(BA/GN)
sumber : heavy.com
Leave a comment