Piala Dunia FIS di Deer Valley Pindah Lokasi Akibat Krisis Salju
Gelaran Piala Dunia Federasi Ski & Snowboard Internasional (FIS) untuk disiplin aerials dan moguls yang semula dijadwalkan berlangsung di Deer Valley Resort, Park City, Utah, bulan depan, dipastikan dipindahkan ke lokasi lain di wilayah Timur Amerika Serikat. Keputusan ini diambil secara antisipatif menyusul kondisi Utah dan Pegunungan Rockies yang menghadapi kekurangan salju ekstrem.
U.S. Ski and Snowboard bersama Deer Valley kompak menyebut “cuaca hangat yang tidak biasa” sebagai alasan utama pemindahan acara.
“Dalam kemitraan dengan USS&S dan FIS, kami membuat keputusan yang sulit, namun pada akhirnya tepat, untuk memindahkan kompetisi Piala Dunia tahunan Deer Valley ke venue lain,” ujar CEO Deer Valley, Todd Bennett, dalam sebuah pernyataan. “Acara tahun ini dijadwalkan hampir tiga minggu lebih awal dari musim sebelumnya, dan suhu hangat yang berkelanjutan, tidak seperti yang pernah kami lihat sebelumnya, membatasi kemampuan kami untuk membangun venue aerial dan dual mogul sesuai standar yang layak untuk staf dan atlet kami.”
Konsekuensi Olimpiade
Alih-alih membatalkan acara secara langsung, para penyelenggara memutuskan untuk memindahkannya ke wilayah Timur guna memberikan kesempatan lain bagi para atlet untuk lolos kualifikasi Olimpiade, yang dijadwalkan berlangsung di Italia pada bulan Februari.
Acara aerials individu kini akan dilaksanakan di Lake Placid, New York, pada tanggal 11 dan 12 Januari, menggantikan acara tim yang sebelumnya dijadwalkan. Sementara itu, acara moguls dipindahkan ke Waterville Valley Resort di New Hampshire pada tanggal 15 dan 16 Januari. Wilayah Northeast atau Timur Laut Amerika Serikat menjadi salah satu dari sedikit daerah yang masih memiliki salju pada musim liburan ini. The Weather Channel memproyeksikan bahwa hanya beberapa wilayah tertentu, termasuk Midwest bagian atas, Pegunungan Barat, New York bagian utara, dan New England utara, yang kemungkinan akan memiliki salju di tanah pada Hari Natal.
Krisis Salju di Pegunungan Rockies
Pemindahan acara ini menggarisbawahi masalah yang semakin serius pada musim dingin ini di Pegunungan Rockies Tengah: cadangan salju jauh di bawah rata-rata.
Di wilayah Jordan, yang mencakup Park City dan banyak area ski di Utah, cadangan salju berada di sekitar 49% dari rata-rata tahunannya. Meskipun beberapa area di negara bagian tersebut telah menerima sedikit lebih banyak air, totalnya masih hanya mencapai 54% dari cadangan salju normalnya. Sebagai perbandingan, di negara bagian tetangga, Colorado, rata-rata cadangan saljunya adalah 55% dari rata-rata tahunan.
Saat ini, cadangan salju di Utah mencapai 2,7 inci setara air salju, atau 54% dari median cadangan salju. Cadangan salju normal untuk tanggal 23 Desember adalah 4,9 inci.
Di Utah, 95% kebutuhan air negara bagian setiap tahun berasal dari cadangan salju. Meskipun negara bagian ini mengalami banyak hujan pada bulan Oktober, kurangnya salju berarti waduk-waduk bisa mengalami kondisi rendah pada musim panas mendatang. Sekitar 60% wilayah negara bagian ini tengah mengalami kekeringan parah.
Cadangan salju yang lebih kecil dan kekeringan yang berkepanjangan menciptakan masalah potensial lainnya: ketika cadangan salju tahunan lebih kecil, musim kebakaran hutan yang akan datang biasanya lebih panjang. Penelitian dari Colorado State University menunjukkan bahwa tanah yang terbakar dalam kebakaran hutan hanya menyimpan sekitar 25% lebih sedikit kelembapan dibandingkan tanah yang tidak terdampak. Ini berarti area tersebut akan membutuhkan kelembapan yang jauh lebih banyak untuk keluar dari kondisi kekeringan.
Cuaca hangat yang tidak biasa diperkirakan akan terus berlanjut di seluruh Utah dan Colorado hingga musim liburan. Meskipun ada perkiraan salju, jumlahnya tidak akan cukup untuk menutupi defisit cadangan salju hingga tahun baru.
(OL/GN)
sumber : san.com
Leave a comment