Home Basket NBA 8 Pemain NBA Yahudi Keren yang Wajib Kamu Kenal!
NBA

8 Pemain NBA Yahudi Keren yang Wajib Kamu Kenal!

Share
Share

Sejarah dan Kontribusi Pemain Yahudi dalam Basket NBA

Basketball mungkin adalah olahraga paling menarik untuk ditonton, terutama bagi penggemar setia New York Knicks tahun ini. Selain seru, olahraga ini juga memiliki kedalaman sejarah, terutama terkait komunitas Yahudi.

Di awal abad ke-20, olahraga ini menjadi sangat populer di kalangan komunitas Yahudi di New York, khususnya di Lower East Side. Banyak pemain dan penggemar Yahudi yang terlibat dalam perkembangan awal basket di tingkat perguruan tinggi. Pada tahun 1935, Newsweek menyatakan bahwa basket adalah salah satu olahraga yang sangat dimainkan oleh orang Yahudi. Bahkan, pada tahun 1946, Ossie Schectman, seorang pemain Yahudi, menjadi pencetak gol pertama dalam pertandingan NBA resmi yang diadakan di New York.

Buku berjudul “When Basketball Was Jewish,” menyelidiki lebih dalam tentang sejarah ini. Namun, saat ini, dunia basket tidak lagi didominasi oleh komunitas Yahudi. Di tengah keseruan kejuaraan basket tahun ini, mari kita rayakan beberapa pemain Yahudi yang mengukir prestasi di NBA.

Amar’e Stoudemire

Amar’e Stoudemire, mantan rookie of the year dari Phoenix Suns, meraih medali perunggu di Olimpiade 2004 bersama tim USA. Dia memeluk agama Yahudi pada tahun 2020. Selama 14 musim berkarier di NBA, Stoudemire berhasil masuk ke Naismith Basketball Hall of Fame tahun ini dan International Jewish Sports Hall of Fame tahun lalu. Nomor punggung 32 yang dikenakannya di Phoenix Suns telah dipensiunkan, melambangkan istilah “lev” yang berarti hati dalam gematria. Setelah pensiun, Stoudemire bermain dan tinggal di Israel serta meluncurkan usaha anggur kosher Stoudemire Wines.

Dolph Schayes

Dolph Schayes adalah salah satu pemain terbesar dalam sejarah NBA. Putra imigran Yahudi dari Rumania, dia tumbuh di lingkungan kelas pekerja di Bronx dan memulai karir profesionalnya dengan NYU. Schayes bermain untuk Syracuse Nationals, yang kini dikenal sebagai Philadelphia 76ers, dan berhasil memenangkan kejuaraan NBA 1955. Setelah pensiun, ia menjadi pelatih dan meraih gelar pelatih terbaik. Schayes adalah pemain 12 kali All-Star NBA dan memecahkan banyak rekor sepanjang karirnya. Putranya, Danny Schayes, juga memiliki karir selama 18 tahun di NBA.

Baca juga:  JJ Redick sukses gali potensi terbaik Luka Doncic!

Deni Avdija

Deni Avdija, pemain yang dikenal sebagai Turbo, tidak membawa Portland Trail Blazers ke final NBA tahun ini, tetapi usaha kerasnya patut diacungi jempol. Avdija memulai karir yang menjanjikan dengan Maccabi Tel Aviv sebelum dipilih oleh Washington Wizards yang kemudian menukarnya ke Trail Blazers pada tahun 2024. Dia berasal dari keluarga yang peduli dengan basket; ayahnya, Zufer Avdija, adalah pemain bola dari Serbia yang jatuh cinta kepada Israel.

Danny Wolf

Danny Wolf adalah salah satu dari dua pemain yang terpilih dalam draft Brooklyn Nets 2025. Keluarganya bereaksi sangat emosional saat dia diumumkan. Dengan tinggi 7 kaki dan gaya bermain yang unik, dia juga memiliki kewarganegaraan ganda Israel dan Amerika. Dia mengenakan nomor 18 yang memiliki arti khusus dalam tradisi Yahudi.

Ernie Grunfeld

Ernie Grunfeld lahir dari orang tua penyintas Holocaust yang imigrasi ke AS saat dia berusia 8 tahun. Ia memulai karir basket di Milwaukee Bucks, kemudian Kansas City Kings, dan dikenal di Knicks. Grunfeld berkontribusi besar kepada timnya hingga membantu negara meraih medali emas di Olimpiade 1976.

Omri Casspi

Sebelum Deni Avdija, ada Omri Casspi, pemain dari Holon yang menjadi pemain Israel pertama yang terpilih dalam draft NBA dan bermain di liga sejak tahun 2009. Setelah karir panjang di NBA, Casspi kembali ke Maccabi Tel Aviv sebelum pensiun pada tahun 2021.

Sue Bird

Pemain WNBA legendaris, Sue Bird, memiliki karir yang mencolok bersama Seattle Storm. Dengan empat gelar juara WNBA dan empat medali Olimpiade, dia menjadi salah satu pemain terbaik sepanjang masa. Bird yang memiliki latar belakang keluarga campuran, mengisahkan pengalaman interfaith-nya dengan penuh rasa syukur.

Baca juga:  Pintu perdagangan Warriors untuk Anthony Davis masih terbuka, tapi sepertinya tertutup.

Nancy Lieberman

Nancy Lieberman, dikenal sebagai Lady Magic, merupakan point guard yang memiliki pengaruh besar. Meskipun dia lahir dari keluarga Yahudi dan mengklaim identitas 100% Yahudi, dia juga menyatakan prinsip agama Kristen. Lieberman memegang rekor di WNBA dan sangat menginspirasi, terutama bagi perempuan muda dalam olahraga.

Melihat kembali ke sejarah dan kontribusi para pemain Yahudi ini, kita dapat mengapresiasi lebih dalam bahwa basket bukan hanya tentang permainan; ini juga tentang komunitas, identitas, dan pencapaian luar biasa dalam olahraga.

(BA/GN)
sumber : www.kveller.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Game 1 Final NBA Disaksikan Hampir 17 Juta Penonton!

Game 1 Final NBA menarik perhatian hampir 17 juta penonton, menciptakan momen...

Proyeksi Trade Kyrie Irving ke Pistons: Apa Kata Mavs?

Proyeksi transfer Kyrie Irving ke Pistons memunculkan spekulasi. Mavs mengungkapkan pandangan mereka...

Tiket Final NBA Melonjak di Atas $100,000 untuk Game 3 dan 4!

Tiket final NBA untuk Game 3 dan 4 melonjak melebihi $100,000, mencerminkan...

Jalan Thunder ke Final bisa lebih mulus jika rumor ekspansi jadi kenyataan!

Jalan Thunder ke Final semakin terbuka lebar jika rumor ekspansi tim menjadi...