LeBron James sebagai salah satu bintang basket paling terkenal di abad ke-21 ternyata juga tidak lepas dari kritik dan kebencian. Sejak debutnya bersama Cleveland Cavaliers, hingga hampir 23 tahun kemudian dengan Los Angeles Lakers, jejaknya selalu dikelilingi oleh berbagai tanggapan.
LeBron James Disorot: ‘Tidak Terduga’, ‘Egotis’, & ‘Anak Dewasa yang Manja’
Dalam acara “Fearless with Jason Whitlock,” Jay Skapinac meluapkan kekesalannya terhadap ego LeBron setelah kabar mengenai Rob Pelinka tidak memberikan bola permainan kepadanya setelah ia memecahkan rekor Kareem Abdul-Jabbar untuk kemenangan terbanyak dalam sejarah NBA.
“Di usia 41 tahun, dia punya anak dewasa sendiri,” ujar Skapinac. “(LeBron) masih seperti anak manja yang egotis, yang ingin segala sesuatunya berputar di sekitar dirinya sendiri.”
“Jadi, intinya, pria narsis ini merasa ‘Oh, saya akan menunjukkan bagaimana buruknya perlakuan Lakers kepada saya. Mari beri tahu cerita tentang bagaimana saya melampaui Kareem untuk kemenangan terbanyak dalam sejarah NBA, dan GM saya punya keberanian untuk tidak memberikan saya bola permainan dan menjadikannya semua tentang saya.’”
“Di usia 41 tahun, dia punya anak dewasa sendiri. (LeBron James) masih seperti anak manja yang egotis, yang ingin segala sesuatunya berputar di sekitar dirinya.” – @SkapAttack mengenai LeBron yang merasa tidak dihargai karena tidak mendapatkan bola permainan. pic.twitter.com/hgKfIm3Oi5
— Jason Whitlock (@jasonwhitlock) 14 Mei 2026
Apakah bisa disalahkan jika LeBron memiliki ego yang besar? Sebagian besar pemain basket tidak pernah mengalami hype sebesar itu sebelum memasuki NBA, sehingga wajar jika ia terpengaruh. Selain itu, performanya di lapangan juga mendukung ekspektasi tersebut. Sorotan besar yang mengikutinya sejak masa SMA tentu berpengaruh.
Sayangnya, drama sering kali tak terhindarkan, terutama ketika situasi tidak berjalan sesuai harapan. Masa jabatannya bersama Lakers sejak 2018 telah melalui banyak liku-liku, mulai dari juara dunia hingga gagal masuk playoffs. Mereka juga melakukan salah satu trade terburuk dalam sejarah NBA saat mendatangkan Russell Westbrook, namun kemudian beruntung dengan mendapatkan Luka Dončić melalui salah satu trade paling menguntungkan dalam sejarah.
Walaupun begitu, LeBron menunjukkan kemajuan dalam mengendalikan egonya. Ia belajar dari kesalahan saat melaksanakan “The Decision” pada 2010, dan meskipun reaksi saat timnya kesulitan tidak selalu terbaik, ia kini lebih bisa menahan diri.
Sulit bagi pemain seperti LeBron untuk tidak memiliki ego yang cukup besar, tetapi tindakan negatifnya biasanya bukan karena niat jahat. Meskipun Skapinac jelas merasa terganggu oleh legenda Lakers ini, situasinya masih bisa lebih buruk.
(BA/GN)
sumber : www.profootballnetwork.com
Leave a comment