Musim Philadelphia 76ers Berakhir di Tangan Knicks
Minggu lalu menandai akhir perjalanan Philadelphia 76ers di musim 2025-26. Mereka harus mengakui keunggulan New York Knicks setelah kalah 144-114 di Game 4 putaran kedua, menyelesaikan sweep bersih.
Joel Embiid mencetak 24 poin dalam pertandingan pamungkas itu, tetapi usaha tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan tim. Kekalahan ini tentu menyakitkan bagi para penggemar 76ers, namun yang lebih mengejutkan adalah apa yang disampaikan Embiid usai pertandingan.
Komentar Terbaru dari Analisis NBA Terkait Joel Embiid
Dalam wawancara usai pertandingan, Embiid menyatakan bahwa meski tersingkir dari turnamen, ia menganggap musim ini adalah sebuah kesuksesan.
“Saya tahu kita kalah dan itu bukan mentalitas yang tepat, tetapi bagi saya, ini adalah kesuksesan. Saya memasuki tahun ini tanpa tahu di mana saya akan bermain dan berapa lama saya akan bermain,” ungkap Embiid.
“Saya bahkan tidak tahu apakah saya akan bermain melihat kondisi lutut saya selama dua tahun terakhir. Saya masuk dengan harapan terbaik,” kata Embiid.
Reaksi para penggemar di media sosial cukup mengherankan. Banyak yang bertanya-tanya bagaimana mungkin musim yang berakhir dengan sweep dapat dianggap positif. Diskusi ini semakin hangat setelah komentator Skip Bayless menyampaikan pandangannya dalam episode terbarunya di “Gil’s Arena.”
Bayless, yang menjadi bintang tamu di acara tersebut, mengkritik keras mentalitas Embiid dan menyebutkan bahwa pernyataan itu “menyinggung” para penggemar 76ers.
Gil’s Arena reacts to Joel Embiid calling this past season a success for Philly
“Tidak ada yang ingin mendengarnya. Ini menyinggung para penggemar Sixers. Namun, ini memang sudah menjadi mentalitasnya sejak awal. Menang selalu nomor dua, mungkin tiga. Dia ingin menghasilkan uang nomor satu,” @RealSkipBayless pic.twitter.com/kzc5lWJnT8
— Gil’s Arena (@GilsArenaShow) May 13, 2026
Menurut Bayless, motivasi utama Embiid adalah uang. Pada September 2024, Embiid menandatangani perpanjangan kontrak maksimum selama tiga tahun senilai $192,9 juta dengan Philadelphia 76ers, yang akan dimulai pada musim depan.
Pada musim 2025-26, Embiid menerima gaji tahunan sebesar $55,2 juta (menurut Spotrac). Oleh karena itu, ketika Bayless mengatakan bahwa menang menjadi nomor dua dan uang nomor satu, data kontrak tersebut memberikan bobot argumentasi tersebut.
Kesehatan Embiid sebagai Faktor Penentu
Pertanyaannya, mengapa Embiid bahkan menganggap musim ini sebagai kesuksesan setelah mengalami sweep? Satu-satunya penjelasan yang masuk akal berkaitan dengan kesehatan fisiknya.
Di musim ini, Embiid hanya tampil dalam 38 pertandingan reguler. Ia memulai tahun dengan pembatasan menit dan tidak bisa bermain dalam pertandingan berturut-turut. Ia sebagian besar tersedia pada bulan Desember dan Januari, tetapi harus absen dalam lima pertandingan di bulan Februari karena nyeri tibia yang muncul akibat program manajemen lututnya.
Di bulan Maret, cedera oblique kanan membuatnya absen selama 13 pertandingan berturut-turut. Ia hanya bisa bermain dalam lima dari tujuh pertandingan selanjutnya, sebelum akhir musim reguler dipotong karena menjalani operasi usus buntu darurat.
Embiid kembali untuk Game 4 di putaran pertama melawan Boston Celtics dan tampil sebagian besar di seri melawan Knicks, kecuali pada Game 2, ketika ia absen akibat cedera pergelangan kaki kanan dan nyeri pinggul.
Meskipun musim berakhir buruk bagi Philadelphia, Embiid mungkin melihat keberhasilannya dalam hal kesehatan dengan lebih baik dibandingkan tahun lalu ketika ia hanya tampil dalam 19 pertandingan karena masalah lutut yang berkepanjangan. Tahun ini, ia hampir menggandakan jumlah tersebut.
Akan tetapi, apakah pandangan itu adil bagi para penggemar atau tim adalah pertanyaan lain, dan jelas bahwa tidak semua orang, termasuk Bayless, bersedia memberikan pembenaran tersebut.
(BA/GN)
sumber : www.profootballnetwork.com
Leave a comment