Jalen Brunson Raih Gelar MVP Final 2026
Jalen Brunson telah dinobatkan sebagai MVP Final 2026, sebuah keputusan yang cukup layak. Dalam pertandingan penutup di hari Sabtu, ia mencetak 45 poin dan menjadi pemain paling menentukan di lapangan sepanjang seri melawan Spurs.
Performa Awal yang Buruk
Namun, Brunson juga mencatatkan efisiensi yang buruk pada tiga pertandingan awal di seri ini. Meski begitu, ia mendapatkan keleluasaan dari media, yang tidak sama dengan perlakuan Stephen Curry sebelas tahun lalu.
Hyprokrisi pada Pemilih MVP
Penobatan Brunson sebagai MVP Final secara bulat menunjukkan adanya hipokrisi di antara pemilih MVP Final. Untuk memahami ketidakadilan ini, mari kita bandingkan statistik Brunson dengan OG Anunoby, dan kemudian dengan Curry dan MVP Final 2015, Andre Iguodala.
Statistik Pemain
Berikut adalah statistik para bintang Knicks:
| Pemain | PPG | TS% | Plus/Minus | 4th-Q PPG |
|---|---|---|---|---|
| Brunson | 32.6 | .536 | +8 | 11.2 |
| Anunoby | 21.2 | .714 | -17 | 7 |
Berikut adalah statistik para bintang Warriors:
| Pemain | PPG | TS% | Plus/Minus | 4th-Q PPG |
|---|---|---|---|---|
| Curry | 26.0 | .585 | +52 | 10.8 |
| Iguodala | 16.3 | .588 | +62 | 5.7 |
Perbandingan Kinerja
Dalam sejarah NBA, setiap tim pemenang yang memiliki pencetak gol tertinggi mencetak 40 poin lebih banyak dibandingkan pencetak gol kedua mendapatkan gelar MVP Final, kecuali Curry pada tahun 2015. Alasan Curry tidak mendapatkan gelar tersebut adalah karena dianggap kurang efisien dan superioritas pertahanan Iguodala.
Padahal, Curry sebenarnya jauh lebih efisien dibandingkan Brunson, dan Anunoby juga lebih efisien dibanding Iguodala. Sungguh ironis bahwa media tidak mengangkat permasalahan ini ketika Brunson tampil buruk di awal seri.
Mengapa Curry Tidak Mendapatkan MVP
Salah satu kunci mengapa Curry tidak mendapatkan gelar MVP dan Brunson justru menerimanya adalah bagaimana pandangan terhadap kedua pemain tersebut saat mendapatkan perhatian defensif yang ketat. Pada tahun 2015, Curry tidak mendapatkan cukup kredit sebagai penggerak serangan. Berbeda dengan Brunson, meskipun ia tidak menghadapi perhatian defensif sebesar itu, ia tetap mendapatkan perhatian lebih dibandingkan rekan-rekannya di Knicks.
Bahkan ketika Brunson menunjukkan performa gemilang di pertandingan keempat dan kelima, hal itu lebih dipersepsikan sebagai langkah maju, bukannya penutupan celah performa pada tiga pertandingan awal.
Kesimpulan
Kinerja Iguodala dalam pertahanan terhadap LeBron James pada tahun 2015 sangat berharga, sedangkan Anunoby tidak menghadapi lawan sekelas itu. Meski demikian, ketidakadilan dalam pemilihan MVP Final tetap menjadi perdebatan menarik, terutama di saat pengamat mempertanyakan mengapa para pemilih mengabaikan preseden yang sudah ada.
(BA/GN)
sumber : www.si.com
Leave a comment