Kematian Jason Collins dan Penyebabnya
Informasi Utama
-
Penyebab resmi kematian Jason Collins, pemain NBA yang pertama kali mengungkapkan orientasi seksualnya secara terbuka, telah diumumkan.
-
Collins, yang berusia 47 tahun, didiagnosis dengan glioblastoma, salah satu bentuk kanker otak yang sangat agresif, pada September 2025.
-
Kematiannya pada 12 Mei disebabkan oleh kegagalan pernapasan, dengan glioblastoma sebagai salah satu faktor penyebab utama.
Setelah satu minggu pasca kepergian Jason Collins, penyebab kematiannya resmi diungkap. Mantan atlet berusia 47 tahun ini meninggal akibat kegagalan pernapasan yang diperparah oleh kondisi lain, seperti emboli paru, hidrosefalus (penumpukan cairan di otak), dan glioblastoma.
Riwayat Hidup dan Warisan
Collins membuat sejarah pada 2014 sebagai pemain NBA pertama yang secara terbuka mengakui orientasi seksualnya. Ia mengungkapkan diagnosis glioblastoma empat bulan setelah menikahi produser The Help, Brunson Green.
Collins menghabiskan 13 musim di NBA setelah direkrut pada 2001, bersamaan dengan saudara kembarnya, Jarron, yang kini menjabat sebagai pelatih asisten di New Orleans Pelicans. Jarron dan keluarganya mengenang Jason dalam sebuah acara memorial, berbagi dampak yang ditinggalkan olehnya.
Pernyataan Keluarga
Keluarga Collins menyatakan, “Jason mengubah hidup banyak orang dan menjadi inspirasi bagi semua yang mengenalnya serta bagi mereka yang mengaguminya dari jauh. Kami sangat berterima kasih atas dukungan serta doa yang kami terima selama delapan bulan terakhir dan atas perawatan medis yang luar biasa dari dokter dan perawat yang merawat Jason. Keluarga kami akan merindukannya.”
Perjalanan Melawan Penyakit
Selama berjuang melawan kanker otak, Collins memilih untuk menjalani terapi radiasi dan mengonsumsi Avastin, obat yang digunakan untuk menghentikan pertumbuhan tumor. Ia berharap bahwa kombinasi ini dapat menjadi solusi bagi penderita glioblastoma lainnya di masa depan.
Collins menyatakan, “Prognosis rata-rata penyakit ini hanya 11 hingga 14 bulan. Jika itu semua waktu yang saya miliki, saya lebih memilih menjalani perawatan yang mungkin menjadi standar baru bagi semua orang.” Pernyataan tersebut menunjukkan tekadnya untuk memberikan kontribusi meski di masa-masa sulit.
Dengan kepergian Jason Collins, dunia basket kehilangan sosok yang tak hanya berprestasi di lapangan, tetapi juga berani menghadapi tantangan dalam kehidupannya.
(BA/GN)
sumber : sports.yahoo.com
Leave a comment