Ayton dan Smart: Hubungan Erat di Lakers Setelah Musim yang Menantang
LOS ANGELES – Di akhir musim lalu, rekan satu tim Los Angeles Lakers, Deandre Ayton dan Marcus Smart, sering kali menjadi topik perbincangan dalam konferensi pers. Smart terbukti sebagai dukungan setia Ayton, yang menghadapi musim penuh liku-liku. Meskipun catatan statistiknya menurun, Ayton berhasil menunjukkan performa yang mengesankan, terutama saat timnya berhasil mengalahkan Houston Rockets di babak pertama playoff.
Waktu Bersama dan Kepemimpinan
Smart mengungkapkan bahwa Ayton sangat mengerti tuntutan yang diberikan baik oleh dirinya sendiri, rekan-rekannya, maupun media. Dia berhasil memperlihatkan permainan terbaiknya di saat-saat krusial. “Saya bisa berbicara tentang D.A. sepanjang hari,” ujar Smart setelah Lakers mengalahkan Rockets di Game 6.
Ayton menyebut Smart sebagai “penjaga saudara,” mencerminkan kedekatan mereka yang terjalin meskipun baru bergabung sebagai agen bebas musim lalu. Keduanya berbagi ruang ganti di Crypto.com Arena, dan seringkali terlihat bersama saat menghadapi perjalanan tandang.
Keputusan Penting Menanti
Antara sekarang dan 29 Juni nanti, Ayton dan Smart akan menghadapi keputusan yang sulit terkait opsi kontrak mereka. Baik Ayton maupun Smart memiliki opsi pemain untuk musim 2026-27, masing-masing seharga $8,1 juta dan $5,3 juta. Sementara Ayton melakukan 72 pertandingan di musim reguler, ia mencetak rata-rata terendah dalam karirnya dengan 12,5 poin dan 8,0 rebound per game. Sebaliknya, Smart bermain di 62 pertandingan, mencatat rata-rata 9,3 poin, 3,0 assist, dan 1,4 steal per game, menjadi salah satu pilar penting Lakers di paruh kedua musim.
Tantangan untuk Smart
Setelah meninggalkan Boston Celtics, Smart mengalami kesulitan untuk menjaga kondisi fisiknya. Dalam dua musim sebelumnya dengan Memphis Grizzlies dan Washington Wizards, ia mengalami cedera yang membuatnya absen di banyak pertandingan. Di musim ini, ia juga harus menepi di sembilan dari sebelas pertandingan terakhir akibat cedera pinggul dan pergelangan kaki kanan.
“LeBron (James) sudah berkarier selama 23 tahun, sedangkan saya 12 tahun,” kata Smart, ketika ditanya tentang harapannya untuk terus bermain dengan LeBron, yang statusnya sebagai agen bebas kini belum jelas.
Pikiran Ayton Mengenai Masa Depan
Ayton berbagi agen yang sama dengan bintang Lakers, Luka Doncic, sehingga ada hubungan yang menarik terkait keputusan yang akan diambilnya. Namun, saat ditanya apakah ia ingin kembali bergabung dengan Lakers, Ayton mengaku belum memikirkan isu tersebut secara mendalam dan lebih memilih untuk mempercayakan keputusan pada agennya.
“Ini mungkin pertama kalinya saya berada dalam posisi seperti ini,” tambah Ayton, yang merasa diperlakukan seperti keluarga oleh staf dan rekan-rekan Lakers. “Selama di L.A., saya merasa sangat nyaman dan terhormat.”
Tujuan Pelatih Lakers
Pelatih Lakers, JJ Redick, dalam wawancaranya sebelum akhir musim, menekankan bahwa salah satu tujuannya adalah untuk membantu setiap pemain berkembang. Ia mengungkapkan bahwa hubungan positif dengan Ayton telah terjalin, menciptakan lingkungan yang mendukung untuk berkembang.
Refleksi Musim
Ayton mengakui bahwa musim 2025-26 merupakan pengalaman yang merendahkan, tetapi juga memberikan pelajaran berharga. Ia belajar untuk lebih fokus pada aspek pertahanan dan rebound, yang sangat dibutuhkan oleh Lakers. “Saya bangga bisa menjadi lebih mudah diajak bekerja sama,” jelasnya.
Dengan berbagai tantangan dan kemungkinan di depan, musim yang telah dilalui Ayton dan Smart tentunya memberikan dampak signifikan bagi tim Lakers ke depannya. Perkembangan mereka sebagai pemain sangat krusial dalam upaya tim untuk bersaing di level tertinggi NBA.
(BA/GN)
sumber : www.ocregister.com
Leave a comment