Screen Time untuk Anak: Panduan dari WHO dan AAP
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar waktu layar tidak diperkenankan untuk bayi di bawah usia 1 tahun. Untuk anak berusia 1 tahun, penggunaan layar juga sebaiknya dihindari. Begitu anak berusia 2 tahun, waktu layar yang sedentari sebaiknya dibatasi tidak lebih dari satu jam per hari, dengan semakin sedikit semakin baik. Bagi anak usia 3 hingga 4 tahun, WHO juga merekomendasikan batasan yang sama, yaitu maksimal satu jam sehari.
Pedoman dari American Academy of Pediatrics (AAP) agak lebih luas tetapi tetap sejalan: hindari media digital selain video chatting untuk anak di bawah 18 hingga 24 bulan. Untuk balita yang lebih muda, sebaiknya gunakan konten berkualitas bersama-sama, daripada menyerahkan perangkat kepada mereka dan pergi begitu saja.
Waktu Layar dan Kualitas Interaksi
Ketika anak-anak semakin besar, penting untuk memperluas pembicaraan tentang waktu layar. AAP menekankan bahwa keluarga sebaiknya menilai penggunaan layar berdasarkan kualitas interaksi, bukan hanya jumlah waktu yang dihabiskan. Pedoman yang diperbarui menekankan pendekatan “5 Cs”: anak, konten, ketenangan, mengisi waktu luang, dan komunikasi. Ini menjadi panduan yang berguna, sebab perangkat yang sama bisa menjadi edukatif, sosial, atau bahkan membosankan, tergantung pada bagaimana cara digunakan. Misalnya, pelajaran video yang dilakukan sambil didampingi orang tua tentu sangat berbeda dari menonton video tanpa henti.
Sederhananya, ajukan pertanyaan ini: Apakah waktu layar ini memberikan sesuatu yang bermanfaat, atau hanya mengisi kekosongan? Jika ternyata hanya mengisi kekosongan, mungkin saatnya mengubah rutinitas.
Leave a comment