Pedro Acosta: Marc Marquez Akan Tetap Jadi Lawan Terberat di MotoGP 2026, Meski Cedera
Pembalap KTM, Pedro Acosta, meyakini bahwa juara dunia MotoGP, Marc Marquez, “akan menjadi orang yang harus dikalahkan semua orang” pada musim 2026, bahkan setelah cederanya. Marc Marquez sendiri telah mendominasi kampanye 2025 untuk tim pabrikan Ducati, meraih 11 kemenangan grand prix dan 14 kemenangan sprint dalam perjalanan menuju gelar juara dunia ketujuhnya.
Dominasi dan Tantangan Marc Marquez di Musim 2025
Gelar juara dunia ketujuh tersebut menjadi yang pertama bagi Marquez dalam enam tahun, dan datang lima tahun setelah cedera lengan serius yang mengancam kariernya dalam sebuah kecelakaan di Grand Prix Spanyol 2020.
Namun, musim 2025-nya harus berakhir lebih awal setelah ia menderita patah tulang bahu yang rumit dalam sebuah kecelakaan di Indonesia, hanya seminggu setelah ia dinobatkan sebagai juara dunia.
Pemulihan Marquez berjalan dengan baik, dan ia akan dapat mengikuti tes Sepang mendatang, meskipun masih ada pertanyaan mengenai tingkat kebugarannya.
Pandangan Pedro Acosta: Marquez Tak Terkalahkan
Namun, Pedro Acosta tidak ragu bahwa Marquez tetap menjadi pembalap yang harus dikalahkan, terlepas dari cedera bahunya.
“Saya maksud, dia memang tidak menginginkannya, tetapi dialah yang seharusnya memiliki nomor satu di fairing,” kata Acosta setelah peluncuran KTM 2026 pada hari Selasa.
“Untuk ini, Anda hanya perlu melihat apa yang Marc atasi setelah lima tahun tanpa kemenangan (gelar juara) dan langsung naik ke motor pabrikan untuk memperebutkan kejuaraan.”
“Pastinya, bahkan dengan cederanya, dia akan menjadi pembalap yang harus dikalahkan.”
“Memang benar Anda harus memasukkan Marco (Bezzecchi), Alex (Marquez), Pecco (Bagnaia) dalam daftar ini, karena merekalah yang harus berjuang untuk kejuaraan.”
“Namun, Marc akan menjadi orang yang harus dikalahkan bagi semua orang.”
Acosta Bentuk ‘Super Team’ untuk MotoGP 2026
Acosta juga mengungkapkan bahwa ia telah bekerja sama dengan mantan pembalap Carmelo Morales sejak musim lalu, yang membantunya mencapai “langkah mental terbesar” dalam kariernya.
“Yah, musim lalu saya mulai bekerja dengan Carmelo Morales,” katanya.
“Memang benar dia belum pernah balapan penuh waktu di kejuaraan dunia.”
“Namun saya pikir tingkat pengalamannya sangat tinggi. Dan juga, jika Anda perhatikan, itu juga saat saya mulai membuat langkah mental terbesar saya.”
“Untuk ini, musim ini saya akan mempertahankannya seperti ini. Musim lalu, kami membentuk super team.”
“Dia selalu mendampingi saya sepanjang musim dingin, dan saya pikir kami melakukan persiapan yang baik untuk ini.”
Pernyataan Acosta ini menunjukkan tingginya respek terhadap Marc Marquez, sekaligus menggarisbawahi bahwa pertarungan di musim 2026 diprediksi akan sangat ketat dengan kembalinya The Baby Alien ke performa puncak dan kesiapan para pesaing lainnya. Kehadiran “super team” Acosta juga menambah menariknya persaingan, menunjukkan ambisi pembalap muda ini untuk berada di barisan terdepan dalam perebutan gelar juara.
(SA/GN)
sumber : www.crash.net
Leave a comment