Christian Horner Bersiap Ambil Alih MotoGP?
Jurnalis Italia, Roberto Chinchero, mengungkapkan bahwa Christian Horner tidak akan tertarik untuk mengambil peran di MotoGP kecuali ia bisa memimpin seluruh organisasi. Kunjungan Horner yang tidak diumumkan di paddock selama Grand Prix Spanyol semakin menguatkan spekulasi mengenai peralihannya ke dunia balap motor.
Ada ekspektasi yang semakin meningkat bahwa Liberty Media akan mengeksplorasi pengalaman Formula 1 mereka untuk membawa MotoGP ke era baru. Beberapa tokoh yang pernah berpengalaman di F1 sudah terlibat di MotoGP, seperti Guenther Steiner yang kini menjadi pemilik Tech3, serta Massimo Rivola dari Aprilia dan Davide Brivio dari Trackhouse, yang juga sebelumnya memiliki peran senior di F1.
Mengincar Kursi CEO MotoGP
Dalam sesi tanya jawab di Motorsport Italia, Chinchero ditanya mengenai kemungkinan Horner mengambil alih tim Gresini setelah terlihat di garasi mereka. Sejak Red Bull berpisah dengan Horner pada Juli lalu, ia tidak memiliki jabatan resmi setelah sekitar dua dekade memimpin.
Nadia Padovani, istri pendiri Gresini yang sudah almarhum, saat ini mengemban tanggung jawab sebagai pemilik dan kepala tim, sementara Michele Masini menjadi manajer tim. Sebelumnya, juara dunia F1 tujuh kali, Lewis Hamilton, juga sempat bernegosiasi untuk berinvestasi di tim Gresini.
Chinchero meyakini ambisi Horner melampaui sekadar mengelola satu tim. Mengingat Liberty Media berpotensi merombak kepemimpinan di MotoGP, Horner mungkin sedang mempersiapkan diri untuk mengambil posisi puncak.
Chinchero berpendapat bahwa Horner hanya akan mempertimbangkan langkah ini jika bisa mendapatkan posisi yang lebih strategis di MotoGP:
Liberty baru-baru ini mengubah nama Dorna menjadi MotoGP Sports Entertainment Group, meskipun mereka masih mempertahankan Carmelo Ezpeleta sebagai CEO, pos yang sudah dipegangnya sejak tahun 90-an.
Aspirasi Christian Horner Setelah Upaya Kembali ke F1 yang Gagal
Horner menjadi sosok yang cukup berpengaruh di F1 berkat masa jabatannya yang panjang dan rekam jejaknya yang mengesankan, tapi statusnya sebagai karyawan pemilik Red Bull masih membatasi kekuasaannya. Terdapat ketidakjelasan apakah ia memiliki posisi lebih tinggi dibandingkan penasihat motorsport Helmut Marko.
Usia 52 tahun, mantan bos Red Bull ini didukung banyak investor dan bahkan sempat berpikir untuk membangun tim F1 dari nol sebelum spekulasi mengenai peralihannya ke dunia motor mulai mengemuka. Bagi Horner, bergerak ke posisi CEO tentu memberikan pengaruh lebih besar dibanding hanya merangkap sebagai kepala tim. Namun, posisi yang lebih luas mungkin akan mengurangi elemen kompetitif yang didapat dari keberadaan di pit wall setiap pekan.
(SA/GN)
sumber : uk.sports.yahoo.com
Leave a comment