Carlos Alcaraz Bidik Kursi di Meja Legendaris Big Three Tenis
Diperbarui: 15 November 2025, 18:00 WIB
Bintang tenis Spanyol, Carlos Alcaraz, mengungkapkan ambisi besarnya untuk duduk sejajar dengan para legenda, Rafael Nadal, Roger Federer, dan Novak Djokovic, sebelum ia memutuskan pensiun dari dunia tenis. Pemain berusia 22 tahun ini ingin mengukir namanya dalam sejarah sebagai salah satu yang terbaik.
Ambisi Melampaui Para Legenda
Djokovic, Nadal, dan Federer dikenal sebagai “Big Three” yang telah mendominasi tenis putra selama hampir dua dekade. Mereka secara kolektif mengumpulkan 66 gelar Grand Slam: Djokovic dengan 24, Nadal 22, dan Federer 20. Alcaraz menyatakan ingin mengikuti jejak, bahkan melampaui, pencapaian luar biasa ini.
“Saya akan menandatangani kontrak untuk 23 gelar Grand Slam tanpa berpikir dua kali, sekarang juga,” ujar Alcaraz.
“Saya ingin menjadi yang terbanyak memenangkan gelar, saya ingin melampaui Djokovic, tetapi 23? Itu bukan lelucon,” tambahnya.
“Itu adalah tujuan di akhir karier saya: melihat bahwa saya bisa duduk di meja itu bersama Rafa Nadal, Roger Federer, dan Djokovic, dan bahwa orang-orang juga berpikir saya pantas duduk di meja mereka di akhir karier saya.”
Performa Gemilang Musim 2025 dan Target Selanjutnya
Alcaraz, yang juga mengakhiri tahun 2022 sebagai pemain nomor satu dunia, menunjukkan performa puncak musim ini dengan mencapai tiga final Grand Slam. Ia berhasil meraih gelar juara di French Open dan US Open setelah mengalahkan Jannik Sinner, namun harus mengakui keunggulan rival Italianya itu di final Wimbledon.
Kini, Alcaraz tengah berburu gelar ATP Finals pertamanya. Pada Sabtu ini, 15 November 2025, ia akan menghadapi petenis Kanada, Felix Auger-Aliassime, di semifinal dalam pertandingan yang sangat dinanti. Pertandingan ini diperkirakan akan disiarkan langsung pada Sabtu malam waktu Indonesia Barat (WIB) melalui platform streaming olahraga premium seperti Vidio atau SPOTV.
Sejauh ini, Alcaraz telah mengoleksi enam gelar Grand Slam, termasuk French Open, Wimbledon, dan US Open. Namun, ia masih berhasrat untuk meraih gelar Australian Open perdananya.
“Pada tahun 2026, saya lebih memilih memenangkan Australia Open sendirian daripada memenangkan dua Grand Slam yang sama berulang kali,” ungkap Alcaraz, menunjukkan tekadnya untuk melengkapi koleksi Grand Slam.
Tetap Rendah Hati di Puncak Performa
Meskipun performanya sangat impresif dan menduduki peringkat teratas, Alcaraz tetap menunjukkan kerendahan hati. Ia menyadari perjalanan masih panjang untuk mencapai status legenda.
“Saya masih jauh dari menjadi pemain terbaik di tenis atau secara keseluruhan, karena masih banyak pemain yang bisa mengalahkan saya dan saya telah kalah dari banyak pemain. Saya bukan yang terbaik, meskipun peringkat menunjukkan bahwa saya demikian,” kata petenis Spanyol itu.
Dengan ambisi besar dan kerendahan hati yang kuat, Carlos Alcaraz terus menatap masa depan. Ia siap mengukir sejarahnya sendiri dan berjuang untuk mendapatkan tempat terhormat di antara para legenda tenis di akhir kariernya.
(OL/GN)
sumber : www.news18.com
Leave a comment