Drama Gaji Minimum Pekerja Pariwisata LA: Dewan Kota Usulkan Penundaan, Serikat Buruh Meradang!
Kisah tentang pertarungan panjang mengenai undang-undang kota yang meningkatkan upah minimum bagi pekerja pariwisata di Los Angeles sempat dianggap selesai. Hal itu terjadi setelah sebuah referendum untuk membatalkan aturan tersebut gagal mengumpulkan cukup tanda tangan pada musim gugur lalu.
Namun, kini ada babak baru yang tak terduga dalam perjalanan tersebut. Presiden Dewan Kota Marqueece Harris-Dawson, yang sebelumnya telah memilih untuk menaikkan gaji pekerja bandara dan hotel dari $22.50 menjadi $30 per jam pada tahun 2028—saat Los Angeles menjadi tuan rumah Olimpiade—kini mengajukan mosi baru. Dalam mosi yang diajukan pada hari Jumat, ia mengusulkan agar kenaikan tersebut diterapkan lebih lambat, baru mencapai $30 per jam pada tahun 2030.
Kecaman Keras dari Serikat Pekerja
Proposal Harris-Dawson ini sontak memicu kecaman keras dari serikat pekerja hotel Unite Here Local 11 dan para pegiat buruh lainnya.
“Para pekerja ini berjuang lebih dari dua tahun untuk memperbaiki kondisi kerja mereka, hanya untuk melihat orang-orang yang seharusnya membela mereka justru mencoba mengambil semuanya,” ujar Yvonne Wheeler, Presiden Federasi Buruh Los Angeles County, dalam sebuah pernyataan. “Ini kejam, tak berperasaan, dan memperdalam krisis kemiskinan pekerja yang melanda kota kita.”
Para pegiat buruh menuding Harris-Dawson tunduk pada tekanan kepentingan korporat.
Latar Belakang Tekanan Bisnis dan Balasan Buruh
Sebelumnya, pada musim panas lalu, sebuah koalisi pemimpin bisnis mengajukan proporsi pemilu untuk mencabut pajak bisnis kota, yang menyumbang ratusan juta dolar bagi kota. L.A. Area Chamber of Commerce bahkan menyatakan kepada LAist bahwa proporsi tersebut sebagian merupakan respons terhadap keputusan Dewan Kota yang menaikkan upah minimum bagi pekerja pariwisata.
Tak tinggal diam, Unite Here Local 11 juga mengajukan serangkaian proposal mereka sendiri. Ini termasuk menaikkan upah minimum di seluruh kota dan mengharuskan warga Angelenos untuk memberikan suara dalam pembangunan hotel baru serta pusat acara. “Perang” melalui proporsi pemilu ini sempat mendorong para pemimpin kota untuk meminta kedua belah pihak mencapai kompromi.
Langkah Selanjutnya
Seorang juru bicara Harris-Dawson mengatakan bahwa kota saat ini sedang dalam pembicaraan dengan kepentingan bisnis dan buruh, namun menolak berkomentar lebih lanjut tentang mosi terbarunya. Kantor Wali Kota Karen Bass tidak menanggapi permintaan komentar.
Mosi ini kini akan dilanjutkan ke komite dewan terkait pariwisata dan ketenagakerjaan. Keputusan akhir akan sangat menentukan nasib ribuan pekerja pariwisata di Los Angeles dan bagaimana kota ini menyeimbangkan kepentingan ekonomi dengan kesejahteraan pekerjanya menjelang perhelatan akbar Olimpiade 2028.
(OL/GN)
sumber : laist.com
Leave a comment