Cyclocross Semakin Dekat ke Olimpiade Musim Dingin 2030, Pembicaraan IOC-UCI Berjalan Positif
Impian untuk melihat cyclocross menjadi salah satu cabang olahraga di Olimpiade Musim Dingin 2030 semakin nyata. Gagasan yang telah muncul sejak beberapa bulan lalu kini menunjukkan perkembangan positif, terutama setelah adanya laporan tentang diskusi konstruktif antara Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan Union Cycliste Internationale (UCI).
Komite Olimpiade Internasional (IOC) sendiri telah menunda keputusan akhir mengenai masuknya cyclocross ke Olimpiade Musim Dingin 2030. Penundaan ini dilakukan menyusul pembicaraan yang disebut-sebut sangat positif.
Dukungan dari Bintang Dunia
Dua bintang besar dunia balap sepeda ikut ambil bagian dalam upaya ini: juara Tour de France tiga kali dan mantan juara cyclocross Slovenia, Tadej Pogacar, serta juara dunia cyclocross tujuh kali, Mathieu van der Poel. Keterlibatan mereka diharapkan dapat memperkuat posisi cyclocross.
“Kami meminta mereka merekam video untuk dikirimkan kepada komite penyelenggara Olimpiade Musim Dingin 2030 dan juga kepada IOC,” ungkap Direktur Olahraga UCI, Peter Van Den Abeele, pada November lalu.
Penolakan dari Federasi Olahraga Musim Dingin
Namun, upaya UCI untuk menjadikan cyclocross sebagai disiplin Olimpiade pada 2030 tidak berjalan mulus sepenuhnya. Asosiasi Federasi Olahraga Musim Dingin Internasional (Association of International Olympic Winter Sports Federations) menyuarakan ketidaksetujuannya terhadap penambahan olahraga yang tidak secara spesifik dipertandingkan di atas salju atau es.
“Pendekatan semacam itu akan mengencerkan warisan dan identitas merek yang menjadikan Olimpiade Musim Dingin unik,” demikian pernyataan mereka.
Meski demikian, penundaan keputusan ini justru dianggap lebih positif daripada negatif. Hal ini menunjukkan bahwa IOC benar-benar mempertimbangkan proposal tersebut dengan serius, yang merupakan langkah maju signifikan menuju keberhasilan inisiatif ini.
Potensi Venue Olimpiade 2030
Jika cyclocross benar-benar masuk dalam program Olimpiade Musim Dingin 2030, venue yang diusulkan mungkin sudah tidak asing lagi bagi penggemar balap sepeda jalan raya: La Planche des Belles Filles. Lokasi ini menjadi saksi kemenangan Tadej Pogacar di Tour de France 2020 dengan comeback epik atas Primoz Roglic. Olimpiade tahun itu sendiri akan diselenggarakan di Pegunungan Alpen Prancis.
Pada tahun 2030 nanti, Mathieu van der Poel akan berusia 35 tahun dan Wout van Aert 36 tahun. Jika cyclocross akhirnya masuk Olimpiade, debut disiplin yang sangat mereka cintai ini bisa menjadi momen perpisahan yang simbolis bagi kedua superstar yang telah mendominasi olahraga ini selama lebih dari satu dekade. Namun, lima tahun adalah waktu yang panjang, dan bukan tidak mungkin nama-nama seperti Thibau Nys atau Tibor del Grosso telah mengambil alih takhta mereka pada saat itu.
(OL/GN)
sumber : cyclinguptodate.com
Leave a comment