Tinju Indonesia Raih Sembilan Medali SEA Games 2025, PERBATI Guyur Bonus Besar
Jakarta – Federasi Tinju Indonesia (PERBATI) mengumumkan kucuran bonus tunai yang signifikan bagi para atlet yang berhasil meraih medali di SEA Games 2025. Pencapaian ini menandai debut kuat bagi tim tinju nasional di ajang pesta olahraga Asia Tenggara tersebut.
Para petinju Indonesia sukses membawa pulang sembilan medali, terdiri dari satu emas, empat perak, dan empat perunggu. Hasil ini sekaligus memenuhi target yang ditetapkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), yakni setidaknya satu medali emas.
Bonus Mengalir Deras untuk Pahlawan Ring
Ketua Umum PERBATI, Ray Zulham Farras Nugraha, mengonfirmasi bahwa para peraih medali akan segera menerima bonus. Rinciannya adalah Rp200 juta untuk medali emas, Rp20 juta untuk setiap medali perak, dan Rp10 juta untuk setiap medali perunggu.
“PERBATI memiliki tradisi untuk menghargai setiap prestasi. Bonus ini merupakan wujud apresiasi sekaligus motivasi bagi para atlet kami untuk bisa meraih pencapaian yang lebih tinggi di masa depan,” kata Ray dalam pernyataan resminya pada Kamis, 25 Desember 2025.
Ray juga mengingatkan para atlet untuk menggunakan bonus tersebut dengan bijak. Ia menegaskan bahwa tantangan yang lebih besar sudah menanti, termasuk Asian Games 2026 di Nagoya dan Olimpiade Los Angeles 2028.
Merajut Kembali Kejayaan Tinju Nasional
Melihat ke belakang, Ray mengenang sejarah gemilang tinju Indonesia. Ia menyebutkan kesuksesan di masa lalu seperti medali emas Pino Bahari di Asian Games Beijing 1990, serta penampilan di perempat final Olimpiade oleh Ferry Moniaga, Albert Papilaya, dan La Paena Masara. Namun, Ray mengakui bahwa Indonesia belum berhasil meloloskan petinju ke Olimpiade dalam dua dekade terakhir, sejak Bonix Saweho berkompetisi di Athena pada tahun 2004.
Untuk memperkuat pembinaan atlet dan mengembalikan kejayaan tersebut, PERBATI tidak hanya berencana memperluas kompetisi tingkat nasional. Mereka juga akan menjadi tuan rumah Kejuaraan Tinju Amatir Asia untuk kategori U-19 dan U-23 di Jakarta pada tahun 2026. Langkah ini diharapkan dapat menjadi panggung bagi talenta-talenta muda Indonesia untuk bersinar.
Ray menyatakan keyakinannya bahwa tinju Indonesia mampu bangkit dan kembali menghasilkan atlet-atlet yang bisa berprestasi di kancah benua maupun dunia. Dengan dukungan dan program pembinaan yang terencana, mimpi untuk melihat Merah Putih berkibar di podium internasional kembali terbuka lebar.
(OL/GN)
sumber : rri.co.id
Leave a comment