Luka Modric Kejutkan Dunia, Tak Masukkan Ronaldo dan Messi dalam Daftar 5 Pemain Terbaiknya Sepanjang Masa
Gelandang bintang Real Madrid, Luka Modric, kembali memicu perdebatan sengit di kalangan penggemar sepak bola setelah secara mengejutkan tidak memasukkan nama Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi dalam daftar lima pemain terbaik sepanjang masa pilihannya. Keputusan ini terbilang kontroversial, mengingat Modric pernah bermain bersama Ronaldo selama enam musim di Real Madrid.
Kontroversi Pilihan Modric
Modric sendiri adalah salah satu dari hanya dua pemain yang berhasil meraih Ballon d’Or di tengah dominasi Ronaldo dan Messi antara tahun 2008 hingga 2023. Namun, dalam daftar pribadinya kali ini, Modric juga tidak memasukkan namanya sendiri maupun mantan rekan setimnya, Karim Benzema.
Debat mengenai siapa yang lebih baik antara Ronaldo dan Messi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari diskusi sepak bola selama hampir dua dekade. Sebagian penggemar menyoroti rekor gol Ronaldo yang fantastis, sementara yang lain lebih mengagumi flair dan kemampuan olah bola Messi.
Terlepas dari rivalitas sengit yang berkembang saat Ronaldo dan Messi bersaing langsung di La Liga, secara universal keduanya hampir selalu dianggap sebagai dua pemain terbaik yang pernah ada. Namun, tampaknya Modric memiliki pandangan yang berbeda.
Idola Masa Kecil Modric Mendominasi
Gelandang Real Madrid itu diminta untuk menyebutkan lima pemain terbaik sepanjang masa oleh kreator konten “The Real Yesus. Tanpa ragu, Modric langsung menyebutkan nama-nama yang menjadi idolanya sejak kecil, mengesampingkan sejumlah nama besar termasuk Ronaldo dan Messi.
“Maradona, Francesco Totti, Ronaldo [Nazario], Zvonimir Boban…Zizou,” ungkap Modric.
Pilihan Diego Maradona, Ronaldo Nazario, dan Zinedine Zidane mungkin tidak terlalu mengejutkan karena ketiganya sering masuk dalam daftar pemain terhebat versi banyak penggemar dan pakar. Namun, keputusan Modric untuk menyertakan legenda AS Roma, Francesco Totti, dan pahlawan sepak bola Kroasia, Zvonimir Boban (yang bermain untuk AC Milan dan membantu negaranya meraih posisi ketiga di Piala Dunia 1998), patut disoroti. Terutama karena pilihan tersebut mengorbankan tempat untuk Ronaldo dan Messi.
Bukan Kali Pertama, Pujian untuk Messi Pun Terlupakan
Penghilangan nama Messi dari daftar ini terasa lebih mengejutkan mengingat apa yang pernah dikatakan Modric setelah kekalahan Kroasia dari Argentina di semifinal Piala Dunia 2022. Saat itu, Modric memuji Messi dengan kalimat:
“Saya berharap [Messi] memenangkan Piala Dunia ini, dia adalah pemain terbaik dalam sejarah dan dia pantas mendapatkannya,” aku Modric.
Namun, ini bukan kali pertama Modric mengabaikan Ronaldo dan Messi dalam tugas serupa. Tahun lalu, bintang Kroasia ini bahkan sempat meminta maaf secara ringan kepada Ronaldo, yang bersamanya memenangkan tiga gelar Liga Champions di Madrid, setelah tidak memilihnya dalam tim impian six-a-side-nya.
Dalam kesempatan tersebut, Modric diminta oleh Icons.com untuk memilih pemain di posisi penjaga gawang, pertahanan, lini tengah, dan lini serang. Dia memilih Iker Casillas di gawang, Roberto Carlos dan Paolo Maldini di pertahanan, serta Maradona dan Zidane di lini tengah. Hanya tersisa satu tempat di lini serang, namun baik Cristiano Ronaldo maupun Lionel Messi tidak terpilih.
Alasan di Balik Pilihan Ronaldo Nazario
Menjelaskan pilihannya, Modric mengungkapkan preferensinya terhadap Ronaldo Nazario:
“Bagi saya, antara [Cristiano] Ronaldo dan Ronaldo [Nazario]. Saya bermain dengan yang satu [Cristiano], tetapi yang ini [Nazario] adalah favorit saya saat tumbuh dewasa,” jelas Modric. “Saya jatuh cinta dengan permainannya dan… wow. Dan yang lainnya juga… Romario, Messi, Pele, tapi saya memilih Ronaldo [Nazario].”
Keputusan Modric ini sekali lagi menunjukkan bahwa dalam sepak bola, daftar “terbaik sepanjang masa” seringkali bersifat sangat personal dan dipengaruhi oleh pengalaman serta idola masa kecil seorang pemain, bukan semata-mata statistik atau dominasi di era modern. Hal ini tentu akan terus memicu perdebatan menarik di kalangan penggemar, menambah bumbu dinamika sepak bola global.
(OL/GN)
sumber : www.mirror.co.uk
Leave a comment