Home Olahraga Lainnya Ini Alasan Chihiro Sawada Melesat di ONE: Terinspirasi Megumi Fujii.
Olahraga Lainnya

Ini Alasan Chihiro Sawada Melesat di ONE: Terinspirasi Megumi Fujii.

Share
Ini Alasan Chihiro Sawada Melesat di ONE: Terinspirasi Megumi Fujii.
Share

Terinspirasi Legenda Megumi Fujii, Chihiro Sawada Incar Sabuk Juara Dunia ONE Atomweight

Chihiro Sawada telah muncul sebagai salah satu petarung paling ditakuti di divisi atomweight MMA wanita ONE Championship yang penuh talenta. Reputasi ini tak lepas dari pertemuannya yang penting dengan pionir seni bela diri campuran Jepang, Megumi “Mega Megu” Fujii.

Petarung berusia 28 tahun ini akan kembali beraksi di ONE Fight Night 39: Rambolek vs. Dayakaev melawan atlet Amerika yang belum terkalahkan, Natalie Salcedo. Pertarungan ini dijadwalkan pada Sabtu, 24 Januari, mulai pukul 08.00 WIB, dan akan disiarkan langsung melalui platform streaming Prime Video serta dapat disaksikan di Indonesia melalui SPOTV atau Vidio Premium dari Lumpinee Stadium yang ikonik di Bangkok.

Sebelum kembali naik ring, Sawada mengenang bagaimana koneksi awalnya dengan Fujii membentuk jalannya menuju MMA profesional, hingga membawanya ke organisasi seni bela diri terbesar di dunia:

“Saat itu saya berusia sekitar 10 tahun, dia mengajari saya BJJ dan wrestling. Ketika saya belajar darinya, dia adalah atlet wanita terkenal di Jepang, jadi saya mengaguminya, dan berpikir mungkin suatu hari nanti, saya bisa menjadi seperti dia.”

“Saya tidak terlalu jago wrestling, jadi itulah mengapa saya fokus padanya. Itulah mengapa saya fokus pada wrestling terlebih dahulu. Begitulah pemikiran saya saat masih muda.”

Saat itu, Fujii sudah diakui sebagai perintis MMA wanita di Jepang dan internasional. Dikenal karena gulatnya yang tanpa henti dan gaya bertarung yang mengandalkan submission, petarung legendaris ini menjadi bintang utama di berbagai promosi, termasuk Jewels dan Bellator.

Sebelum pensiun pada tahun 2013 di usia 39 tahun, Fujii telah mengumpulkan 26 kemenangan dari 29 pertarungan profesional, dengan 19 di antaranya diraih melalui submission.

Baca juga:  Larry Holmes Ungkap GOAT Kelas Berat Sejati

Kredensial tersebut sangat beresonansi dengan Sawada muda, yang kemudian mengikuti jejak serupa.

Hari ini, kemampuan grappling Sawada telah menjadi senjata utamanya. Begitu pertarungan beralih ke kanvas, lawan seringkali kesulitan bernapas di bawah kendalinya yang mencekik.

Sejak debut promosionalnya di ONE pada tahun 2023, petarung asal Tokyo ini telah mencatat lima kemenangan dalam enam penampilan. Ia hanya membutuhkan kurang dari dua ronde untuk mengamankan submission Americana atas Sanaz Fayazmanesh di ONE Friday Fights 5.

Baru-baru ini, Sawada menunjukkan dominasi posisi yang berkelanjutan untuk mengungguli sesama bintang Jepang, Itsuki “Android 18” Hirata, selama tiga ronde. Ia meraih kemenangan angka mutlak di ONE 173: Superbon vs. Noiri November lalu.

Namun, bahkan sebelum terjun ke MMA profesional, Sawada mencari bimbingan dari sosok yang paling ia kagumi.
Kandidat juara atomweight ini mengenang:

“Sebelum lulus SMA, saya bertanya kepadanya tentang MMA, dan ketika saya bertarung secara profesional di Shooto, dia juga mendukung saya.”

“Kami tidak memiliki hubungan yang begitu dekat sekarang, tetapi setiap kali saya bertarung, dan ketika saya memenangkan pertarungan, dia akan mengirim pesan kepada saya dan menunjukkan dukungannya di setiap pertarungan saya.”

Fujii Menginspirasi Sawada Kejar Emas ONE Championship

Pengaruh Megumi Fujii terus membentuk ambisi Chihiro Sawada, bahkan saat olahraga ini telah berkembang menjadi medan pertempuran global yang sesungguhnya.

Untuk mengukir tempatnya sendiri dalam sejarah, perwakilan Team Akatsuki dan IDEA Asakusa ini memahami bahwa kesuksesan sekarang berarti menaklukkan kumpulan talenta terdalam di MMA wanita saat ini.

Pengejaran itu berlanjut saat ia menghadapi Natalie Salcedo di ONE Fight Night 39, di mana kemenangan dapat mendorongnya lebih dalam ke dalam pembicaraan gelar Juara Dunia.

Baca juga:  Rooney kasih pesan spesial ke Angry Ginge jelang I'm A Celeb!

Sawada berkata:

“Cukup sulit membandingkan diri saya dengan Megumi Fujii. Karena ketika saya masih kecil, Fujii-san adalah idola. Dia sudah menjadi petarung MMA yang berprestasi saat saya masih kecil. Sampai sekarang, saya tidak bisa membandingkan diri saya dengan Fujii-san. Dia berada di level yang sangat berbeda. Ini adalah kondisi dan situasi yang berbeda hari ini.”

“Fujii Megumi-san adalah idola bagi MMA Jepang, tidak hanya untuk petarung wanita. Saya berterima kasih telah belajar teknik seni bela diri campuran darinya. Dia adalah idola besar bagi kami di sini, bagian dari sejarah MMA Jepang.”

Meskipun mereka berkompetisi di era yang berbeda, Sawada mengakui bahwa lanskap kompetisi hari ini lebih ketat dari sebelumnya. ONE telah menjadi titik pertemuan bagi atlet elit dari seluruh dunia, meningkatkan standar bagi siapa pun yang mengejar emas.

Dengan dua kemenangan beruntun di divisi atomweight, Sawada tahu bahwa performa terobosan lainnya dapat menempatkannya di antara para elit promosi – dan berpotensi menjadikannya wanita Jepang pertama yang meraih Gelar Juara Dunia ONE.

Dengan pemikiran tersebut, ia telah mengidentifikasi tolok ukur utama – Juara Dunia MMA Atomweight Wanita ONE saat ini dan mantan ratu divisi tersebut.

Sawada menjelaskan:

“Ya, saya ingin sekali memenangkan sabuk ONE Championship. Itu sangat keren. Saya juga suka gaya promosi ONE Championship. Jika saya bisa memenangkan Gelar Dunia ONE, saya tidak akan puas hanya dengan sabuk itu, karena saya ingin bertarung melawan yang terbaik.”

“Ini termasuk Denice Zamboanga. Dan saya [juga] ingin bertarung melawan Stamp Fairtex.”

(OL/GN)
sumber : www.onefc.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

ONE FN 43: Reis vs Takahashi Pimpin, 3 Laga Tambahan Bikin Panas!

ONE FN 43: Reis vs Takahashi pimpin duel! Plus 3 laga tambahan,...

Voli Putra Patriot Purworejo: Wakili Jateng di Kejurnas!

Voli Putra Patriot Purworejo sukses ukir sejarah! Mereka akan mewakili Jawa Tengah...

Rhys McKee: Lengkapi Lingkaran di Laga Alex Lohore!

Rhys McKee siap lengkapi "lingkaran" perjalanannya. Laga kontra Alex Lohore bukan sekadar...

Menpora Angkat Jempol: Papua, Pabrik Bintang Sepak Bola!

Menpora angkat jempol! Papua diakui sebagai "pabrik bintang sepak bola". Ini bukti...