Berikut adalah penulisan ulang artikel tersebut untuk garisfinish.com:
Rivalitas Membara: Reug Reug dan Malykhin Saling Serang Jelang Duel Ulang

Dunia seni bela diri campuran (MMA) kembali dihebohkan dengan perseteruan sengit antara dua raksasa kelas berat, Oumar “Reug Reug” Kane dan Anatoly Malykhin. Keduanya saling tuding berbohong, menghindar, dan berbuat curang, yang semakin memperpanas rivalitas jelang potensi duel ulang mereka di arena ONE Championship.
Malykhin, sang juara dunia tiga divisi tak terbantahkan, telah menjadi sosok dominan di ONE Championship. Rekornya yang sempurna sempat terusik oleh pertemuan terakhirnya dengan Reug Reug, meskipun ia tetap keluar sebagai pemenang.
Pertemuan Panas dan Sejarah Rivalitas
Animositas antara Reug Reug dan Malykhin sudah terasa jauh sebelum pertarungan mereka yang pertama, yang terjadi di ONE Friday Fights 58 pada Maret 2024. Kala itu, atmosfer panas bahkan sudah menyelimuti pekan pertarungan di Bangkok. Keduanya sempat terlibat insiden fisik di hotel pada hari media, dan kembali memanas di panggung konferensi pers.
Dalam pertarungan perdana mereka, Malykhin berhasil mempertahankan gelar Juara Dunia Heavyweight ONE dengan mengalahkan Reug Reug melalui TKO di ronde ketiga. Malykhin juga adalah pemegang sabuk Juara Dunia Light Heavyweight dan Middleweight, menjaga rekor tak terkalahkannya di sepanjang karier profesional.
Saling Lontar Tuduhan
Meski pertarungan telah usai, api permusuhan tidak padam. Reug Reug merasa Malykhin banyak bicara di luar ring tanpa bukti. “Orang ini hanya bicara omong kosong,” kata Reug Reug kepada Bangkok Post. “Saya sudah melawannya dengan bahu yang cedera, dan saya tetap mampu menghadapinya.”
“Sekarang bahu saya sudah pulih. Mengapa dia pikir bisa mengalahkan saya? Orang ini cuma bicara omong kosong,” tambahnya, merujuk pada kondisi fisiknya saat ini. Petarung berusia 34 tahun itu juga menuduh Malykhin curang dalam pertarungan pertama dengan menggunakan tali ring untuk menggagalkan upaya takedown.
“Saya menjatuhkannya tiga kali,” katanya. “Dia curang, 100 persen.”
Di sisi lain, kubu Malykhin juga tak kalah sengit. Pelatih sekaligus penerjemah Malykhin secara terang-terangan menyebut Reug Reug sebagai pembohong. “Orang ini pembohong,” ujarnya. “Dia banyak berbohong.”
Malykhin sendiri, yang berusia 38 tahun, menegaskan kesiapannya kapan saja untuk bertarung. “Saya siap,” katanya dalam bahasa Inggris. “Tidak masalah. April, Mei, Juni, November – setiap hari. Kapan saja.”
Pembatalan Duel di Tokyo dan Drama Kecelakaan
Sebuah rencana duel ulang antara Reug Reug dan Malykhin di ONE 173 Tokyo pada November tahun lalu terpaksa dibatalkan. Pembatalan ini menyusul berita tentang kecelakaan mobil yang dialami Reug Reug di Dubai. Kondisi Reug Reug yang harus dirawat di rumah sakit saat itu menjadi alasan penundaan.
Namun, insiden ini justru menjadi poin ketegangan baru. Malykhin secara terbuka mempertanyakan keseriusan cedera Reug Reug dan bahkan meragukan insiden kecelakaan itu sendiri. “Dia tidak percaya tentang kecelakaan mobil itu,” kata pelatih dan penerjemah Malykhin. “Menurut Anatoly, dia takut menghadapi pertarungan pada 16 November.”
Reug Reug menampik tuduhan tersebut, menegaskan bahwa ia telah pulih sepenuhnya dari kecelakaan dan kini siap untuk kembali bertarung. “Saya sedang menuju pantai, dan itu terjadi,” katanya. “Ini hidup. Kadang di atas, kadang di bawah. Alhamdulillah, sekarang semuanya baik-baik saja. Seratus persen.”
Kubu Malykhin juga mengklaim bahwa Reug Reug lah yang menghindar dari pertarungan di bulan April. “Awalnya, ketika mereka seharusnya bertarung pada 16 November, semuanya baik-baik saja. Kemudian mereka memindahkannya ke April, dan dia tidak bisa menerima pertarungan di bulan April. Kemudian mereka mengatakan Juni, dan setelah itu dia mulai menghindar,” jelas perwakilan Malykhin.
Persiapan dan Prediksi Akhir

Duel ulang, jika terjadi, kemungkinan akan kembali berlangsung di dalam ring, bukan di dalam cage, seperti yang sempat direncanakan di Tokyo. Detail ini penting mengingat Reug Reug sebelumnya memanfaatkan kemampuan gulatnya dengan efektif di Lumpinee Stadium.
Tim Malykhin menyatakan bahwa mereka telah melakukan persiapan khusus untuk bertarung di ring dan memperbaiki kesalahan yang terjadi di pertemuan sebelumnya. “Kami telah mengubah kesalahan dari pertarungan terakhir. Sekarang semuanya baik-baik saja,” kata mereka.
Malykhin berjanji untuk mengakhiri pertarungan secara lebih meyakinkan kali ini, menargetkan KO atas Reug Reug dan berharap mendapatkan bonus performa dari Chairman dan CEO ONE, Chatri Sityodtong. “Saya suka bonus, saudaraku,” kata Malykhin. “Bonus ganda. Mungkin 100.000 dolar AS. Tuan Chatri, berhati besar.”
Reug Reug juga memprediksi sebuah penyelesaian, bersikeras bahwa ia bisa mengakhiri rivalitas ini dengan cara apa pun yang ia inginkan. “Apa pun bisa terjadi dalam pertarungan ini,” katanya. “Submission, knockout – apa pun. Saya akan menghabisi orang ini.”
Respek di Tengah Intimidasi
Di tengah semua intrik dan tuduhan, Reug Reug sempat menunjukkan secercah rasa hormat, mengatakan bahwa ia tidak membenci Malykhin di luar kompetisi. Namun, ia juga memperingatkan mantan juara itu untuk tidak melewati batas lagi.
“Saya menyukainya, tapi dalam pertarungan, saya tidak menyukainya,” katanya. “Dia bicara omong kosong. Itu tidak baik. Anda harus menghormati lawan Anda. Saya menghormatinya. Dia harus menghormati saya. Jika dia tidak menghormati saya, di dalam ring saya akan menghabisinya.”
Rivalitas sengit antara Reug Reug dan Anatoly Malykhin ini menunjukkan bahwa pertarungan tidak hanya terjadi di atas ring, tetapi juga di ranah mental. Dengan masing-masing pihak yang sangat percaya diri dan melontarkan ancaman, potensi duel ulang mereka akan menjadi salah satu pertarungan yang paling ditunggu di divisi heavyweight ONE Championship, yang menjanjikan aksi eksplosif dan drama yang tak terduga. Untuk penggemar MMA di Indonesia, seluruh gelaran ONE Championship dapat disaksikan langsung melalui SPOTV dan platform streaming Vidio.
(OL/GN)
sumber : www.bangkokpost.com
Leave a comment