Manchester United berhasil merangkak naik ke posisi kelima di tabel klasemen Premier League setelah kemenangan di Boxing Day atas Newcastle United. Dengan kampanye Premier League 2025-26 yang mendekati paruh jalan, kualifikasi Liga Champions tampak semakin realistis bagi Setan Merah.
Ini merupakan peningkatan yang cukup signifikan bagi tim yang musim lalu finis di posisi bawah, jauh lebih dekat ke zona degradasi dibandingkan ke posisi Eropa. Ada desas-desus yang beredar, namun apakah Manchester United benar-benar kembali menjadi tim yang serius? Berikut adalah lima alasan untuk percaya bahwa Rubén Amorim sedang membawa Manchester United ke jalur yang benar.
1. Transformasi Laga Kontra Newcastle United
Hampir tepat satu tahun yang lalu, Manchester United terakhir kali menjamu pasukan Eddie Howe, Newcastle United. Saat itu, pemain kunci Bruno Fernandes juga absen, dan duet Casemiro serta Christian Eriksen terlihat sama sekali tidak mampu mengimbangi lini tengah Newcastle yang pekerja keras.
Pertandingan itu bagaikan menonton sekelompok pemain veteran yang berhadapan dengan tim penuh semangat yang selalu bermain sangat serius. Skor akhir hanya 0-2, namun ada jurang pemisah yang lebar antara kedua tim malam itu, yang kemudian dipertegas oleh agregat 6-1 dari dua pertemuan liga dan selisih 10 posisi serta 22 poin di tabel akhir musim.
Dua belas bulan kemudian, susunan pemain darurat Manchester United berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 yang diperjuangkan dengan keras dalam laga yang sama. Kemenangan ini menempatkan mereka di posisi kelima, enam posisi dan enam poin di atas Newcastle. Situasi memang mulai berubah.
2. Peran Vital Casemiro
“Tinggalkan sepak bola sebelum sepak bola meninggalkanmu,” kata Jamie Carragher kepada Casemiro di akhir musim 2023-24. Itu adalah salah satu kritik paling pedas yang pernah dilontarkan seorang pengamat, tetapi sulit untuk menyangkal bahwa kritik tersebut memiliki dasar, mengingat Manchester United berjuang hingga finis di posisi ke-15 yang tak terbayangkan musim lalu, setelah terus-menerus kalah dalam perebutan lini tengah.
Pemain veteran asal Brasil itu telah memberikan respons yang cukup baik musim ini. Ia memang kesulitan bermain penuh 90 menit, dan bermain hanya satu pertandingan seminggu tentu sangat membantu, namun ia telah menjadi salah satu pemain terbaik dan paling penting bagi Manchester United.
Perbedaan antara Casemiro saat berada di lapangan dan tidak ada sangatlah besar. Amorim pantas mendapat pujian karena berhasil membalikkan nasib seorang pemain yang tampak benar-benar habis tak lama ini. Casemiro bahkan bersiap untuk memainkan peran kunci di lini tengah Seleção asuhan Carlo Ancelotti musim panas ini.
3. Peningkatan Poin Berdasarkan Laga Serupa
Hasil melawan Newcastle menunjukkan tren yang lebih luas: hasil dari pertandingan serupa dari musim lalu. Manchester United telah memperoleh sembilan poin lebih banyak dalam pertandingan yang setara di musim 2024-25, menurut analisis UncleJeffsCoefficient.com yang menganalisis poin pembicaraan lama dari podcast *Totally Football Show*.
Hanya Manchester City dan Sunderland yang menunjukkan peningkatan lebih besar jika hasil musim ini diekstrak ke musim lalu. Sementara itu, Liverpool dan Newcastle mengalami penurunan drastis masing-masing 10 dan 12 poin.
Memang benar bahwa standar awal memang sangat rendah. Finis di posisi ke-15 lagi praktis mustahil. Namun, Tottenham (yang tidak menunjukkan peningkatan satu poin pun dari posisi ke-17 musim lalu) telah menunjukkan bahwa bahkan standar terendah pun bisa menjadi rintangan yang sulit.
4. Data Statistik Mendalam
Mungkin indikator terbesar peningkatan Manchester United adalah data *expected goals* (xG) mereka. Menurut situs statistik terkemuka FBref, hanya para kandidat juara seperti Manchester City dan Arsenal yang memiliki selisih xG lebih tinggi daripada *Red Devils* asuhan Amorim musim ini. United mencatat selisih xG sebesar +8,5.
Aston Villa, yang berada di posisi ketiga klasemen, memiliki selisih *expected goals* (xG) negatif -4,1, lebih buruk dari tim seperti Leeds, Fulham, dan Everton. Sebagai pengingat, meskipun angka-angka ini bisa berguna, mereka harus diterima dengan sedikit keraguan.
Angka xG Manchester United (+32,7) adalah yang tertinggi di seluruh divisi, meskipun xGA (gol yang diharapkan ke gawang) mereka memang cukup tidak presisi, dan hanya Wolves, West Ham, serta Burnley yang memiliki catatan pertahanan yang lebih buruk.
5. Kiper Baru dan Dampak Positifnya
Mari kita tidak berlebihan dalam memuji rekrutan musim panas, Senne Lammens. Kemenangan atas Newcastle hanyalah *clean sheet* keduanya dalam 12 pertandingan Premier League. Dengan 17 gol kebobolan, catatannya jauh dari spektakuler.
Namun, seperti yang ditunjukkan oleh statistik xG sebelumnya, ia tidak terlalu terlindungi oleh lini pertahanannya. Ia adalah salah satu kiper paling aktif di divisi ini.
Kiper muda Belgia ini jauh dari sempurna, namun ia juga terlihat cukup kompeten, menghindari kesalahan dan (sebagian besar) melakukan penyelamatan yang diharapkan darinya. Ia juga bertanggung jawab atas beberapa penyelamatan krusial dalam perolehan poin melawan Newcastle dan Bournemouth.
Manchester United sangat merindukan hal ini musim lalu. Drama André Onana telah berakhir. Butuh waktu, tetapi Amorim akhirnya mengidentifikasi dan memperbaiki masalah paling jelas klub dari musim lalu. Ini adalah tanda bahwa tim sedang bergerak ke arah yang lebih positif.
(LC/GN)
sumber : sports.yahoo.com
- andre-onana
- arsenal
- aston-villa
- bournemouth
- bruno-fernandes
- burnley
- Carl Recine
- casemiro
- Christian Eriksen
- everton
- fulham
- Getty Images
- Klasemen
- Leeds
- Liga Champions
- liverpool
- manchester-city
- manchester-united
- newcastle-united
- Premier League
- Ruben Amorim
- Senne Lammens
- Sunderland
- Tottenham
- UCL
- UEFA Champions League
- West Ham
- wolves
Leave a comment