TP Mazembe Awali Perjalanan Pertahankan Gelar Hadapi Debut ASEC Mimosas di Mesir
Sang juara bertahan TP Mazembe dari DR Kongo akan memulai kampanye mereka di CAF Women’s Champions League Egypt 2025 dengan menghadapi tim debutan asal Pantai Gading, ASEC Mimosas, pada Minggu, 9 November 2025. Pertandingan kick off pukul 20.00 WIB. Penggemar sepak bola di Indonesia dapat mencari informasi lebih lanjut mengenai siaran resmi melalui platform streaming olahraga regional atau kanal resmi CAF menjelang pertandingan.
Ini akan menjadi pertemuan kelima bagi Mazembe melawan tim debutan di turnamen tersebut. Dari empat pertandingan sebelumnya, mereka mencatat tiga kemenangan dan satu kekalahan. Kemenangan atas pendatang baru termasuk skor 2-0 melawan University of the Western Cape, 3-0 melawan Aigles de la Medina, dan 3-1 melawan Edo Queens, semuanya terjadi pada edisi 2024. Satu-satunya kekalahan mereka dari tim debutan terjadi pada tahun 2022, yaitu saat takluk 0-3 dari Bayelsa Queens asal Nigeria.
Pertandingan ini menandai pertemuan keempat Mazembe dengan tim asal Afrika Barat. Mereka berhasil memenangkan dua pertandingan dan kalah sekali dalam rekor tersebut.
Statistik Kunci TP Mazembe
- TP Mazembe adalah juara bertahan setelah meraih gelar CAF Women’s Champions League pertama mereka pada tahun 2024.
- Ini adalah penampilan ketiga mereka di turnamen ini, setelah edisi 2022 dan 2024.
- Mereka adalah satu dari hanya tiga klub yang pernah meraih gelar juara, bersama AS FAR dan Mamelodi Sundowns.
- Tim ini berambisi menjadi tim pertama dalam sejarah yang berhasil mempertahankan gelar CAF Women’s Champions League.
- Rekor pertandingan pembuka juara bertahan: Bermain 3 kali, menang 1, kalah 2.
- Satu-satunya juara bertahan yang memulai dengan kemenangan adalah Mamelodi Sundowns pada tahun 2022, mengalahkan Bayelsa Queens 2-1.
- Dua juara bertahan terakhir kalah di laga pembuka mereka: AS FAR kalah 1-2 dari Ampem Darkoa pada 2023, dan Sundowns kalah 0-1 dari FC Masar pada 2024. Kedua kekalahan ini terjadi saat menghadapi tim debutan.
- TP Mazembe adalah satu dari tiga klub yang tim putra dan putrinya sama-sama pernah tampil di CAF Champions League.
- Tidak ada satu pun dari delapan pertandingan Mazembe di putaran final yang berakhir imbang; semuanya menghasilkan pemenang.
- Mereka memulai kedua kampanye sebelumnya dengan kemenangan: 1-0 vs Wadi Degla (2022) dan 2-0 vs UWC Ladies (2024).
- Saat ini, Mazembe sedang dalam performa tiga kemenangan beruntun, setelah mengalahkan Aigles de la Medina 4-0, Edo Queens 3-1, dan AS FAR 1-0 dalam tiga pertandingan terakhir mereka di tahun 2024.
- Mereka adalah satu-satunya tim yang berhasil meraih gelar juara meskipun kalah di fase grup.
- Rekor fase grup: Bermain 6 kali, menang 3, kalah 3.
- Rekor keseluruhan: Bermain 8 kali, menang 5, kalah 3.
- Kemenangan di laga ini akan menandai pertama kalinya mereka memenangkan dua pertandingan fase grup secara beruntun.
- Kemenangan terbesar: 4-0 vs Aigles de la Medina (2024).
- Kekalahan terberat: 0-4 vs Mamelodi Sundowns (2022).
- Pelatih Lamia Boumehdi berusaha menjadi pelatih pertama yang mempertahankan gelar dan yang kedua, setelah Jerry Tshabalala dari Mamelodi Sundowns, yang mencapai final berturut-turut. Tshabalala memenangkan gelar pada 2021 dan 2023 serta menjadi runner-up pada 2022.
Statistik Kunci ASEC Mimosas
- ASEC Mimosas adalah tim debutan dan wakil kedua Pantai Gading setelah Athletico Abidjan (2023).
- Mereka menjadi tim Pantai Gading pertama yang berkompetisi di turnamen final yang diselenggarakan di luar Pantai Gading.
- Athletico Abidjan gagal melaju dari fase grup pada tahun 2023, setelah bermain imbang 1-1 dengan SC Casablanca dan kalah 1-2 dari JKT Queens serta 0-3 dari Mamelodi Sundowns.
- Ini adalah kali kedua tim Pantai Gading menghadapi mantan juara; Athletico Abidjan sebelumnya kalah dari juara bertahan Mamelodi Sundowns pada tahun 2023.
- Tim putra ASEC Mimosas adalah mantan juara CAF Champions League. Kemenangan di sini akan menjadikan klub ini yang keempat di Afrika yang tim putra dan putrinya dinobatkan sebagai juara kontinental.
- Mereka lolos sebagai juara WAFU Zone B setelah mengalahkan AS GNN (Niger) 2-1, USFA (Burkina Faso) 3-0, dan Police Ladies (Ghana) 4-1 di semifinal.
- ASEC Mimosas bermain imbang 1-1 di final melawan Bayelsa Queens dari Nigeria sebelum memenangkan adu penalti 8-7.
- Selain edisi 2021, di mana semua tim adalah debutan, ASEC Mimosas berpotensi menjadi klub debutan pertama yang memenangkan gelar CAF Women’s Champions League.
Konteks dan Implikasi Pertandingan
Pertandingan antara TP Mazembe dan ASEC Mimosas bukan sekadar laga pembuka grup biasa. Bagi Mazembe, ini adalah langkah pertama untuk mencetak sejarah sebagai tim pertama yang berhasil mempertahankan gelar. Performa awal mereka, terutama melawan tim debutan, akan menjadi indikator penting ambisi tersebut. Sementara itu, ASEC Mimosas datang dengan semangat tinggi sebagai juara WAFU Zone B dan membawa beban harapan sebagai wakil Pantai Gading. Potensi mereka untuk menorehkan sejarah sebagai klub dengan tim putra dan putri juara kontinental akan menjadi motivasi ekstra.
Dengan rekor Mazembe yang tidak pernah bermain imbang di putaran final, pertandingan ini diprediksi akan menyajikan duel sengit dengan hasil akhir yang jelas. Para penggemar sepak bola putri di Afrika akan menantikan apakah juara bertahan dapat memulai perjalanan mereka dengan mulus atau justru dikejutkan oleh semangat juang tim debutan.
(LC/GN)
sumber : www.cafonline.com
Leave a comment