Home Sepakbola Champions League Kenangan Ed de Goey: Perannya dalam Revolusi Belanda di Chelsea
Champions League

Kenangan Ed de Goey: Perannya dalam Revolusi Belanda di Chelsea

Share
Share

Ed de Goey dan Cerita Awal Kariernya di Chelsea

Belanda dan Jorrel Hato sedang bersiap untuk berlaga di Piala Dunia FIFA 2026 hari ini. Untuk menambah suasana, mari kita teringat kembali wawancara dengan salah satu pemain Belanda paling populer yang pernah mengenakan seragam Chelsea.

Pertemuan di Udara

Ed de Goey berada dalam penerbangan kembali dari Afrika Selatan bersama timnas Belanda ketika Ruud Gullit duduk di sampingnya dan mulai berbincang. Pada Juni 1997, Gullit, yang berstatus pelatih dan pemain Chelsea, memiliki alasan kuat untuk merasa percaya diri. Dia baru saja memimpin Chelsea meraih trofi Piala FA, mengakhiri penantian 26 tahun klub tersebut untuk meraih gelar bergengsi.

Walaupun Gullit sudah pensiun dari timnas tiga tahun sebelumnya, perjalanan kali ini terasa istimewa sebab mereka baru saja diterima oleh Nelson Mandela, yang menjadi inspirasi Gullit sejak lama.

Perpindahan ke Chelsea

De Goey menceritakan, “Setelah saya bermain baik di pertandingan sebelum penerbangan, Ruud mengajak saya berbicara tentang masa depan.” Ia kemudian ditawari untuk bergabung dengan Chelsea. “Saya selalu menyukai sepak bola Inggris, jadi ketika kesempatan itu datang, saya langsung setuju.”

Periode itu penuh dengan kegembiraan di Stamford Bridge. Chelsea yang dahulu merupakan tim papan tengah, telah mengalami perubahan besar dengan kedatangan pemain-pemain berkualitas tinggi setelah Glenn Hoddle membawa Gullit masuk sebagai manajer.

Strategi Permainan

Dengan dorongan untuk meraih trofi, Chelsea mulai mendatangkan banyak pemain asing. De Goey menjelaskan, “Kami ingin memenangkan gelar, itulah mengapa klub mendatangkan banyak pemain asing. Kami percaya itu bisa membawa kami bersaing dengan klub-klub besar di Inggris dan Eropa.”

Marcel Desailly, yang bergabung setahun setelah De Goey, menambahkan, “Kami mulai membawa pendekatan baru—membangun mentalitas juara melalui penguasaan bola, bukan dengan cara permainan Inggris yang khas.”

Baca juga:  Satu Gol Lagi, Mbappé Abadi!

Perbedaan Tempos

De Goey mengakui bahwa sepak bola Inggris sangat berbeda, “Di Inggris, semua orang berjuang sekuat tenaga. Tidak ada permainan mudah. Di Belanda, kadang kami tahu kami bisa menang di pertandingan tertentu, sementara di Inggris, Anda harus memberikan 100% untuk memiliki peluang menang.”

Pencapaian Bersama Chelsea

Musim pertama De Goey di Chelsea berujung manis dengan dua trofi: Piala Liga dan Piala Pemenang Piala Eropa. Dia juga terlibat dalam momen bersejarah ketika Chelsea mencapai final Piala Pemenang Piala Eropa.

Setelah melewati masa-masa berkesulitan dengan pemecatan Gullit dan kedatangan Gianluca Vialli sebagai manajer, De Goey menunjukkan ketahanan tim di tengah perubahan. “Saya sangat dekat dengan Ruud, jadi itu berat, tapi kami harus terus berjalan. Itulah dinamika kehidupan di sepak bola,” kenangnya.

Pensiun dan Keterlibatan Saat Ini

De Goey menyelesaikan kariernya di Chelsea setelah enam tahun, lalu melanjutkan usahanya di Stoke City sebelum pensiun dan beralih ke dunia pelatihan. “Saya masih melatih kiper muda di daerah, dan saya tidak kehilangan semangat untuk sepak bola,” ujarnya.

Apakah dia masih mengikuti perkembangan Chelsea? “Saya tetap memantau sebaik mungkin, melihat skor setiap akhir pekan dan menonton pertandingan. Saya harap mereka bisa lolos ke Liga Champions,” tambahnya.

Musim ini menjadi yang ke-20 bagi Chelsea di kompetisi tersebut, tetapi Ed de Goey akan selalu dikenang sebagai kiper pertama Chelsea yang mengenakan logo Liga Champions di lengan bajunya.

(LC/GN)
sumber : www.chelseafc.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Paraguay Kalahkan Turki, Pertandingan Almirón Tercoreng Kartu Merah!

Paraguay kalah dari Turki dalam pertandingan yang mengecewakan, di mana Almirón harus...

Miguel Almirón dari Paraguay terima kartu merah pertama akibat tutup mulut!

Miguel Almirón dari Paraguay mendapatkan kartu merah pertamanya setelah mengungkapkan protes keras...

Arsenal siap hadapi Coventry di pembuka Liga Premier!

Arsenal siap mengawali Liga Premier dengan penuh semangat, menghadapi Coventry di pertandingan...

Nico Paz: Bintang Muda yang Mengguncang Real Madrid!

Nico Paz Pertimbangkan Bertahan di Como Nico Paz telah mengungkapkan keinginannya untuk...