Home Sepakbola Champions League Miguel Almirón dari Paraguay terima kartu merah pertama akibat tutup mulut!
Champions League

Miguel Almirón dari Paraguay terima kartu merah pertama akibat tutup mulut!

Share
Share

Pelanggaran Pertama Penuh Kontroversi di Piala Dunia: Almirón Dihukum Kartu Merah

Miguel Almirón dari Paraguay mendapatkan kartu merah pertama dalam pertandingan Piala Dunia melawan Turki setelah dituduh berbicara dengan mulut tertutup. Insiden ini terjadi saat tambahan waktu babak pertama pertandingan Grup D di Santa Clara, California, pada hari Jumat, dan Almirón diusir dari lapangan setelah dilakukan tinjauan VAR oleh wasit Iván Arcides Barton Cisneros.

Permainan dihentikan setelah terjadinya pelanggaran terhadap Isidro Pitta dari Paraguay. Saat pemain dari kedua tim berkumpul di dekat garis sentuh, Almirón terlihat berbicara kepada Mert Müldür dari Turki sambil menutup mulutnya dengan tangan. Müldür kemudian berlari menuju asisten wasit, menunjuk ke arah Almirón dan menirukan tindakan yang dilakukan oleh penyerang Atlanta United tersebut.

Dampak Kartu Merah

Kartu merah yang diterima Almirón menyebabkannya otomatis absen dalam pertandingan terakhir grup melawan Australia pekan depan. FIFA juga berhak untuk memperpanjang masa suspensi jika komite disiplin mereka memutuskan untuk melakukannya.

Paraguay sendiri saat itu unggul 1-0 berkat gol Matías Galarza yang dicetak pada menit kedua pertandingan.

Peraturan Baru yang Kontroversial

Kartu merah yang diterima Almirón merupakan yang pertama berdasarkan perubahan aturan yang dilakukan oleh International Football Association Board (IFAB) pada bulan April lalu. Aturan baru ini menyatakan bahwa pemain yang menutup mulut saat berkonfrontasi dengan lawan dapat dikenakan hukuman kartu merah.

Perubahan aturan ini muncul setelah insiden yang melibatkan Vinicius Junior dari Real Madrid dan Gianluca Prestianni dari Benfica dalam pertandingan Liga Champions UEFA pada bulan Februari. Dalam insiden tersebut, Vinicius Jr menuduh Prestianni melakukan pelecehan rasial saat ia berbicara sambil menutup mulut dengan kausnya. Prestianni membantah melakukan pelecehan rasial dan kemudian dihukum larangan bermain selama enam pertandingan, dengan tiga di antaranya ditangguhkan, karena perilaku homofobik.

“Jika seorang pemain menutup mulutnya dan mengucapkan sesuatu yang memiliki konsekuensi rasial, maka ia harus diusir, itu sudah jelas,” kata Presiden FIFA, Gianni Infantino, kepada Sky News pada bulan Maret.

Klarifikasi dari FIFA

IFAB kemudian menyelenggarakan rapat luar biasa dan memutuskan bahwa tindakan menutup mulut saat berkonfrontasi dengan lawan merupakan pelanggaran yang dapat dikenakan kartu merah. Pierluigi Collina, kepala wasit FIFA, menjelaskan bahwa tindakan ini biasanya mengindikasikan niat buruk.

“Jika itu adalah percakapan yang bersahabat, mereka dapat melanjutkannya tanpa masalah. Namun, ketika itu bersifat konfrontatif, itu adalah cerita yang berbeda. Menutup mulut berarti Anda sedang melakukan sesuatu yang berpotensi sangat salah,” tutur Collina.

Sampai saat ini, tidak ada indikasi bahwa Almirón mengucapkan kata-kata yang bersifat merugikan. Tindakan ini menyisakan pertanyaan bagi banyak pihak mengenai penerapan aturan baru ini dan dampaknya terhadap olahraga.

Baca juga:  Monaco pecat pelatih Pocognoli setelah gagal masuk Liga Champions!

(LC/GN)
sumber : www.nytimes.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Kenangan Ed de Goey: Perannya dalam Revolusi Belanda di Chelsea

Ed de Goey, kiper legendaris Chelsea, menjadi sosok kunci dalam revolusi Belanda...

Arsenal siap hadapi Coventry di pembuka Liga Premier!

Arsenal siap mengawali Liga Premier dengan penuh semangat, menghadapi Coventry di pertandingan...

Nico Paz: Bintang Muda yang Mengguncang Real Madrid!

Nico Paz Pertimbangkan Bertahan di Como Nico Paz telah mengungkapkan keinginannya untuk...

Kesedihan Tak Terduga: Gabriel Mengenang Penalti Final Liga Champions yang Hilang

Gabriel teringat momen pahit saat penalti final Liga Champions itu meleset, menyisakan...