Mengapa Menutup Mulut Dikenakan Kartu Merah di Piala Dunia?
Pada pertandingan Jumat malam antara Paraguay dan Turki, Miguel Almiron mencetak rekor sebagai pemain pertama di Piala Dunia yang menerima kartu merah akibat menutup mulut saat berbicara dengan lawan.
Aturan ini diberlakukan oleh FIFA sebelum Piala Dunia musim panas ini setelah insiden pada pertandingan Liga Champions 2026 antara Real Madrid dan Atletico Madrid. Dengan menutup mulut, sulit untuk membuktikan apa yang diucapkan, apakah itu bersifat rasis, homofobik, atau bentuk pelecehan lainnya.
Meskipun Paraguay berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 1-0, momen Almiron ini akan dikenang sebagai contoh pertama dalam sejarah sepak bola di mana kartu merah diberikan karena pelanggaran tersebut.
Detail Aturan Baru FIFA
Sebelum Piala Dunia 2026, FIFA mengesahkan aturan baru untuk mencegah pemain menutup mulut saat berbicara dengan lawan. Hal ini bertujuan agar situasi tidak menjadi hanya perkataan satu pemain melawan perkataan pemain lainnya. Pada bulan April, Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) mengadakan pertemuan untuk menyusun sejumlah aturan baru untuk Piala Dunia musim panas ini, termasuk pemberian kartu merah bagi pemain yang terlihat menutup mulut saat berkonfrontasi.
Berikut adalah penjelasan singkat dari FIFA mengenai hal ini:
Apa yang Terjadi pada Liga Champions 2026?
Pada bulan Februari dalam pertandingan Liga Champions antara Atletico Madrid dan Real Madrid, Gianluca Prestianni dari Atletico terlihat menutup mulut saat berbicara dengan Vinicius Jr. Pertandingan harus dihentikan selama 10 menit setelah Vinicius menuduh Prestianni melakukan pelecehan rasis.
Setelah pertandingan, Eduardo Camavinga, rekan setim Vinicius, menyatakan bahwa Prestianni sebenarnya mengucapkan komentar homofobik. Prestianni membantah pernyataan ini dan mengklaim bahwa Vinicius salah dengar.
Ketiadaan bukti yang jelas mengenai ucapan Prestianni menyulitkan UEFA untuk menentukan kebenaran. Akibatnya, Prestianni dikenakan suspensi beberapa pertandingan, dan UEFA pun meminta FIFA untuk merumuskan dasar aturan yang jelas untuk menghindari insiden serupa di masa depan. Aturan baru ini kemudian dijuluki “Aturan Prestianni” oleh penggemar.
Miguel Almiron, Pemain Pertama yang Dikenakan Kartu Merah
Dalam pertandingan melawan Turki, Almiron mencatatkan sejarah dengan menjadi pemain pertama di Piala Dunia yang mendapatkan kartu merah setelah menutup mulut saat berbicara dengan lawan. Aturan baru ini menetapkan bahwa jika seorang pemain melakukannya, dia akan langsung dikenakan kartu merah tanpa pertanyaan.
Momen ini mengingatkan kita pada insiden sebelumnya antara Prestianni dan Vinicius di Liga Champions. Oleh karena itu, wasit dan organisasi sepak bola tidak dapat membuktikan secara pasti apa yang diucapkan dalam situasi tersebut, dan aturan baru ini diberlakukan untuk mencegah kebingungan yang sama di masa depan.
(LC/GN)
sumber : sports.yahoo.com
Leave a comment