Home Sepakbola Champions League Kerusuhan Pasca Final Liga Champions: 900 Ditangkap, 178 Petugas Terluka.
Champions League

Kerusuhan Pasca Final Liga Champions: 900 Ditangkap, 178 Petugas Terluka.

Share
Share

Kericuhan Pasca Kemenangan PSG, 890 Orang Ditangkap di Prancis

Setelah Paris Saint-Germain (PSG) meraih kemenangan di final Liga Champions melawan Arsenal, Prancis diguncang kericuhan yang melibatkan lebih dari 890 penangkapan dan 178 petugas keamanan terluka. Data mengejutkan ini disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez, yang juga mencatat banyaknya tindakan perampokan terjadi di berbagai lokasi di negara tersebut pasca pertandingan.

Kecaman dari Pemimpin Prancis

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, mengecam “pemandangan kekerasan yang tidak dapat diterima di Paris” dan berjanji untuk mengatasi ketidakstabilan yang sering muncul setelah kemenangan besar PSG di Eropa.

Rincian Penangkapan dan Insiden

Lebih dari 300 penangkapan dilakukan di Paris, dengan 225 di antaranya adalah orang dewasa dan 87 remaja. Beberapa insiden signifikan yang terjadi di malam kericuhan tersebut mencakup:

  • Sejumlah 225 orang dewasa dan 87 remaja ditangkap pada malam antara 30 dan 31 Mei.
  • Dua kelompok polisi mengalami luka-luka setelah terkena serpihan yang diduga berasal dari bom, satu petugas bahkan harus menjalani operasi.
  • Salah satu penangkapan melibatkan seorang polisi yang tidak bertugas karena mengarahkan senjata ke arah seorang pria di dalam mobil.
  • Satu individu dibawa ke rumah sakit dalam kondisi kritis setelah melompat ke Sungai Seine dan mengalami serangan jantung.
  • Delapan orang ditangkap setelah mobil yang mereka tumpangi menabrak dua orang di sebuah bar, keduanya kemudian dirawat di rumah sakit.
  • Seorang pengendara sepeda motor meninggal setelah menabrak penghalang jalan.
  • Seorang pria saat ini dalam kondisi koma akibat luka wajah yang diduga akibat penikaman.
  • Seorang mantan walikota daerah setempat melaporkan percobaan perampokan setelah jendela taksinya dihancurkan oleh seorang pria yang melarikan diri menggunakan skuter.
Baca juga:  Satu Kemenangan dari Delapan, Harapan Liga Champions Memudar!

Tindak Lanjut Hukum

Jaksa Penuntut Umum Paris juga melaporkan bahwa 13 orang dewasa dihadapkan ke pengadilan untuk sidang cepat pada hari Senin. Di antara mereka adalah enam individu yang dituduh menyediakan, memiliki, atau melemparkan mortar, termasuk seorang remaja bernama Amer K, yang lahir pada Oktober 2007.

Dari hasil pemeriksaan kendaraan Amer K, ditemukan “12 mortar, sebuah taser, dua pisau, granat asap, dan peluru tajam”. Ponselnya juga menunjukkan video di mana dia menembakkan mortar ke udara.

Pernyataan Menteri Dalam Negeri

Nunez, dalam wawancaranya di siaran radio France Inter, menegaskan bahwa kerusuhan terjadi di seluruh negara tetapi menilai respons aparat keamanan cukup efektif.

“Kami telah melakukan lebih dari 890 penangkapan terkait dengan perayaan setelah kemenangan kedua PSG di Liga Champions,” ujarnya. “Jumlah ini meningkat 45 persen dibanding tahun lalu. Kami memiliki operasi besar yang berjalan baik secara keseluruhan, meskipun saya sangat menyesalkan tindakan perampokan yang terjadi.”

Kondisi Korban

Dari 312 penangkapan di Paris, 225 adalah orang dewasa dan 87 remaja, dengan yang termuda berusia 14 tahun. Mayoritas dari mereka berasal dari wilayah Paris.

Ada beberapa insiden mencolok lainnya juga dilaporkan, termasuk serangan terhadap dua kru polisi menggunakan benda yang diduga merupakan bom rakitan di arrondissement ke-6, yang mengakibatkan satu petugas harus dioperasi.

Polisi juga terkena “tembakan mortar” di arrondissement ke-10, di mana dua orang terluka setelah sebuah mobil menabrak mereka saat duduk di teras sebuah bar.

Seorang pria kelahiran 2002 meninggal setelah menabrak penghalang jalan concrete setinggi satu meter, dengan penyelidikan sedang dilakukan terkait kejadian tersebut.

Pelaku dan Korban di Rumah Sakit

Sebuah unit patroli sungai berhasil menyelamatkan seorang korban yang mengalami serangan jantung setelah melompat ke Seine. Dia pun dilarikan ke rumah sakit. Selain itu, seorang remaja juga mengalami luka parah akibat penikaman dan saat ini dalam keadaan kritis.

Baca juga:  Chelsea vs Everton: Starting XI Resmi The Blues!

Nunez menekankan bahwa tindakan kekerasan ini mencoreng citra sepak bola. “Ini bukan tentang bola; ini bukan yang kami perjuangkan. Kami tidak ingin melihat ini lagi,” tegas Macron.

Pertandingan yang berlangsung saat PSG berhasil menyamakan kedudukan 1-1 melawan Arsenal dan memastikan gelar juara melalui adu penalti, menambah catatan gemilang mereka di Liga Champions. Namun, suasana kemenangan itu tidak lepas dari konsekuensi yang merusak.

(LC/GN)
sumber : www.nytimes.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Refleksi ‘Raja Kalu’ Bwalya dan Monare tentang Liga Champions UEFA

Dalam refleksi 'Raja Kalu' Bwalya dan Monare, mereka mengungkapkan ketegangan dan keindahan...

Aston Villa Umumkan Jadwal Pra-Musim: Walsall, Bayern Munchen, dan Gladbach!

Aston Villa mengumumkan jadwal pra-musim mereka, menghadapi Walsall, Bayern Munchen, dan Gladbach,...

VIDEO Practice 1 Highlights | Formula 1 Monaco Grand Prix 2026

Judul: Sorotan Latihan 1 | Grand Prix Monaco Formula 1 2026 Deskripsi...

Roma Bidik Crysencio Summerville untuk Kembalikan Aura Liga Champions!

Roma tengah membidik Crysencio Summerville untuk kembali mengangkat aura Liga Champions, berharap...