Home Sepakbola Champions League

Mou & Madrid: Wajah Lama di Babak 16 Besar UCL!

Champions League

Mou & Madrid: Wajah Lama di Babak 16 Besar UCL!

Share
Mou & Madrid: Wajah Lama di Babak 16 Besar UCL!
Share

Reuni Penuh Drama di Lisbon: Real Madrid vs Benfica, Mourinho Tantang Muridnya Sendiri

LISBON – Real Madrid bertekad mengamankan tiket langsung ke babak 16 besar Liga Champions saat bertandang ke markas Benfica pada Rabu. Namun, di balik ambisi tersebut, ada bayang-bayang sosok yang tak asing: Jose Mourinho, mantan pelatih kontroversial mereka, yang kini menukangi tim tuan rumah.

Mourinho, pelatih veteran asal Portugal, masih memiliki harapan tipis untuk membawa Benfica lolos ke babak play-off. Mereka butuh kemenangan dan hasil pertandingan lain yang berpihak kepada mereka. Namun, bagi Mourinho, harga diri saja sudah cukup sebagai motivasi saat ia menghadapi Real Madrid yang kini dilatih Alvaro Arbeloa, peraih 15 gelar Liga Champions.

Konteks Pertandingan dan Reuni Penuh Intrik

Mourinho tak pernah menjuarai Liga Champions bersama Real Madrid, kala melatih klub tersebut antara 2010 dan 2013. Periode itu diwarnai dominasi rival abadi Barcelona, baik di kancah domestik maupun Eropa. Kini, ia akan berhadapan dengan mantan anak didiknya, Alvaro Arbeloa, yang merupakan salah satu “prajurit” paling setia Mourinho selama masa kepemimpinannya di Santiago Bernabeu.

Meski memiliki hubungan erat di masa lalu, hal itu tak menghalangi Mourinho untuk melontarkan komentar yang dianggap menyindir Arbeloa menjelang pertandingan.

“Bagi saya, ini kejutan ketika pelatih tanpa sejarah mendapat kesempatan untuk melatih klub-klub terpenting di dunia,” kata Mourinho. Komentar ini ditafsirkan sebagai sindiran terhadap penunjukan Arbeloa yang menggantikan Xabi Alonso di awal Januari.

Arbeloa sebelumnya melatih tim cadangan Real Madrid, dan Los Blancos menjadi klub tim utama pertamanya. Ia menanggapi perkataan Mourinho dengan tenang dan berkelas.

“Kalian semua tahu arti Mourinho bagi saya. Jika pelatih seperti itu berbicara, apalagi dia, saya mendengarkan dan menganalisisnya,” ujar pelatih asal Spanyol berusia 43 tahun itu.

Dalam konferensi pers pertamanya sebagai pelatih Real Madrid, Arbeloa mengaku membawa Mourinho “dalam dirinya” dan merasa “suatu kehormatan dan keistimewaan” bisa bekerja di bawah pelatih Portugal tersebut. Namun, ia juga menegaskan akan berusaha menjadi dirinya sendiri, bukan imitasi dari pelatih berusia 63 tahun itu.

“Meskipun benar saya tidak takut gagal, dan tidak pernah takut, saya yakin jika saya mencoba menjadi Jose Mourinho, saya akan gagal secara spektakuler,” jelasnya.

Awal Baru Arbeloa di Madrid dan Jejak “The Special One”

Real Madrid sempat tersingkir dari Copa del Rey oleh tim divisi dua Albacete di pertandingan pertama Arbeloa sebagai pelatih. Namun, setelah itu mereka berhasil memenangkan tiga pertandingan berikutnya, termasuk kemenangan telak 6-1 atas Monaco.

Baca juga:  Mimpi UCL Newcastle mulai pudar kata Opta. Berat!

Duduk di posisi ketiga dalam tabel klasemen fase liga, kemenangan akan memastikan mereka lolos langsung ke babak 16 besar, menghindari babak play-off, dan mendapatkan keuntungan bermain kandang di leg kedua.

Real Madrid memang telah melangkah maju setelah kepergian Mourinho, namun beberapa ciri khasnya kembali muncul, terutama dalam beberapa tahun terakhir. Klub sering kali mengeluhkan keputusan wasit di Spanyol, mirip dengan “mentalitas pengepungan” yang diterapkan Mourinho di era kepelatihannya.

Mentalitas ini bahkan disambut baik oleh presiden klub Florentino Perez. Penunjukan Arbeloa juga berarti beberapa aspek permainan Mourinho ikut kembali. Mourinho adalah sosok yang menganjurkan strategi serangan balik bagi Real Madrid, dan Arbeloa menyatakan ia akan bodoh jika tidak memanfaatkan strategi tersebut.

“Saya tidak bisa menentang apa yang alami bagi para pemain, justru sebaliknya – saya harus mencoba memanfaatkannya,” kata Arbeloa setelah Real mengalahkan Villarreal pada Sabtu lalu.

Perjalanan Karir Mourinho Pasca-Madrid

Mourinho, seorang pelatih yang jarang dikagumi Perez, baru sekali menghadapi Real Madrid sejak meninggalkan klub pada 2013. Saat melatih Manchester United pada 2017, ia takluk 2-1 dari Real dalam final Piala Super Eropa.

Beberapa tahun setelah meninggalkan Real, ia sempat dikaitkan dengan rumor kembali. Namun, Perez tak pernah mewujudkannya, mungkin menyadari dampak negatif yang bisa ditimbulkan. Mourinho memang memanaskan rivalitas antara Real dan Barcelona hingga puncaknya di era modern. Ia bahkan secara kontroversial mencolok mata asisten pelatih Barca saat itu, Tito Vilanova, dalam sebuah keributan setelah kekalahan di Piala Super Spanyol 2011.

Selain itu, ada juga keretakan di ruang ganti Real Madrid akibat tekanan dari pendekatan dan tuntutannya.

Sejak masa kejayaannya di Porto, Chelsea, dan Inter Milan, yang kemudian membawanya ke Real Madrid, karir Mourinho memang cenderung menurun. Ia memenangkan Liga Europa bersama Manchester United pada 2017 selama masa sulit di sana, sebelum menjalani periode yang kurang sukses di Tottenham, Roma, dan Fenerbahce.

Baca juga:  Jersey Final NBA 2022 Curry Pecahkan Rekor Penjualan!

Benfica menunjuknya pada September lalu, berharap ia bisa membalikkan keadaan. Namun, beberapa kekalahan di Liga Champions membuat mereka menghadapi kemungkinan tersingkir dini dari kompetisi Eropa.

Di liga domestik, Benfica duduk di posisi ketiga, tertinggal jauh dari pemuncak klasemen Porto, yang juga menyingkirkan mereka dari Piala Portugal di awal Januari, membuat para penggemar geram. Di tengah berbagai masalah yang melanda Mourinho, kunjungan Real Madrid ke Lisbon menjadi undangan baginya untuk menegaskan kembali dominasinya, setidaknya untuk satu malam, di hadapan klub yang tak pernah melupakannya.

(LC/GN)
sumber : www.straitstimes.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Jadwal dan Cara Kualifikasi Liga Champions UEFA: Semua yang Perlu Kamu Tahu!

Jadwal dan cara kualifikasi Liga Champions UEFA penting untuk diketahui. Temukan semua...

Cristiano Ronaldo Bidik Rekor Gol Piala Dunia Keenam di 2026!

Cristiano Ronaldo tidak puas dengan pencapaiannya dan kini mengincar rekor gol Piala...

Inggris Hampir Pasti Lolos ke Babak Knockout setelah Bellingham Kalahkan Kroasia!

Dalam pertandingan yang menegangkan, Inggris sukses mengalahkan Kroasia berkat performa gemilang Jude...

Manchester United tertarik merekrut gelandang Serie A senilai £39 juta!

Manchester United sedang mempertimbangkan untuk merekrut gelandang Serie A dengan harga £39...