Hukuman Pertama Usai Kerusuhan Setelah Kemenangan PSG di Liga Champions
Seorang pengadilan di Paris telah mengeluarkan putusan pertama pada hari Senin setelah terjadi kerusuhan menyusul kemenangan Paris Saint-Germain (PSG) di Liga Champions pada Sabtu lalu.
Jumlah Penangkapan Mencapai 548
Polisi melaporkan telah menangkap total 548 orang di Paris dan sekitarnya, dengan 312 orang masih ditahan. Dari jumlah tersebut, 13 orang telah dikirim untuk diadili segera, termasuk salah satu tersangka, Amer K.
Aksi Amer K. dan Hukuman yang Diterima
Amer K., yang baru berusia cukup dewasa, ditangkap karena menjual mortir kembang api. Ia mengaku menjual lima buah untuk menambah penghasilan dan membantah mempunyai niat untuk merugikan polisi. Dalam mobilnya, ditemukan flare, pistol kejut, dan dua pisau. Ia dijatuhi hukuman 10 bulan dengan masa percobaan, sesuai dengan tuntutan jaksa.
Kasus Lain yang Ditangani
Raphaël D., berusia 22 tahun, dituduh menabrakkan sepeda Vélib’nya ke arah petugas di Place Saint-Michel dalam keadaan mabuk, dan kemudian memukul salah satu petugas di pergelangan kaki. Meskipun ia membantah tuduhan tersebut, ia mengungkapkan penyesalan dan menyatakan kurang tertarik pada pertandingan. Ia dijatuhi hukuman satu tahun enam bulan penjara.
Jaksa sebelumnya menginginkan hukuman enam bulan penjara dengan perintah penahanan.
Hichem S., berusia 19 tahun dan seorang warga Aljazair yang berdomisili di Barcelona, dijatuhi hukuman karena mencuri kalung di Trocadéro. Ia menerima hukuman 10 bulan dengan masa percobaan dan larangan selama lima tahun, setelah jaksa menuntut delapan bulan penahanan dan pembelaan menyatakan ia datang dengan semangat perayaan.
Profil Pelanggar dan Situasi Selanjutnya
Para penyidik mencatat bahwa profil pelanggar hanya sebagian menjawab apakah mereka adalah penggemar PSG atau pelanggar yang mengambil kesempatan dalam situasi. Berita mengenai sepak bola sendiri tidak banyak dibahas dalam persidangan. Meskipun ketiga pelanggar tersebut meninggalkan pengadilan tanpa penahanan, beberapa orang lain, terutama yang memiliki catatan kriminal sebelumnya, mungkin tidak seberuntung itu. Hingga Senin sore, sebanyak 68 orang masih tetap ditahan di Paris.
Kejadian ini menggambarkan tantangan yang dihadapi pihak berwenang dalam menjaga ketertiban saat merayakan kemenangan tim, serta pentingnya pengawasan untuk menghindari tindakan anarkis di masa mendatang.
(LC/GN)
sumber : onefootball.com
Leave a comment