Harry Kane Siap Sabet Golden Boot Kedua di Piala Dunia
Kembali di tahun 2018, Inggris berhasil mencapai semi-final Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam 28 tahun. Meski tidak berhasil meraih gelar juara, Harry Kane diakui sebagai pencetak gol terbanyak (Golden Boot) pertama dari Inggris sejak Gary Lineker pada tahun 1986. Dengan pengalaman dan kemampuan yang dimilikinya, Kane tetap menunjukkan ketajaman meski kini berusia 33 tahun.
Performa Terbaik Bersama Bayern Munich
Musim lalu, Kane tampil luar biasa bersama Bayern Munich dengan mencetak 36 gol di Bundesliga dari total 64 gol, yang merupakan catatan terbaiknya sepanjang karir di tingkat klub. Jumlah tersebut hampir dua kali lipat dari pencetak gol terbanyak kedua di liga yang sama. Selain itu, ia hanya terpaut satu gol dari Kylian Mbappe dalam perolehan gol Liga Champions.
Tips Pencetak Gol Terbanyak dari Andy Robson
Andy Robson, seorang tipster terkemuka, percaya bahwa Kane akan mampu menerjemahkan performa gemilangnya di klub saat bermain di Piala Dunia. Ia menyoroti Kane sebagai pilihan utama untuk Golden Boot, diikuti oleh dua nama lainnya.
- Harry Kane
- Julian Alvarez (Each Way)
- Raphinha (Each Way)
Statistik Harry Kane yang Mengesankan
Kane saat ini berada di urutan kedua dalam daftar pencetak gol terbanyak untuk Piala Dunia, hanya tertinggal dari Mbappe. Dengan 78 gol dalam 112 caps untuk timnas Inggris, Kane mencetak rata-rata 0,69 gol per pertandingan. Ia hanya membutuhkan tiga gol lagi di turnamen ini untuk menjadi pencetak gol terbanyak Inggris dalam sejarah Piala Dunia, melampaui Lineker.
Ketergantungan Inggris pada Kane sebagai pencetak gol utama sangat jelas. Pemain seperti Ivan Toney dan Ollie Watkins tidak memiliki pengalaman dan ketajaman yang sama, sehingga Kane diharapkan akan menjadi ujung tombak tim sepanjang turnamen.
Julian Alvarez (E/W)
Julian Alvarez dari Manchester City dan Atletico Madrid telah mencetak setidaknya 17 gol dalam enam musim terakhir. Meskipun menghadapi banyak persaingan di lini depan Argentina, Alvarez kini berangkat ke Piala Dunia setelah mencetak 20 gol di level klub. Ia diperkirakan akan menjadi pilihan utama dalam serangan Argentina, bersama Lionel Messi.
Alvarez terbukti mampu tampil di pentas besar, mencetak 10 gol dari 15 penampilan di Liga Champions musim lalu dan mencatatkan dua gol dalam empat laga di Copa America terbaru.
Raphinha (E/W)
Raphinha masih tergolong underrated, sering kali tersorot oleh Yamal di Barcelona. Meskipun demikian, ia menunjukkan konsistensi di lini depan dengan 55 gol dari 90 penampilan bersama klubnya. Mengingat tidak ada striker jelas dalam tim Brasil setelah Joao Pedro tidak dipanggil, Raphinha diharapkan menjadi salah satu pencetak gol utama tim.
Dengan usianya yang 29 tahun, Piala Dunia kali ini kemungkinan menjadi kesempatan terakhir Raphinha untuk tampil di turnamen terbesar tersebut. Pertandingan melawan Haiti di fase grup bisa menjadi peluang emas bagi Raphinha untuk menambah gol dan siapa tahu meraih Golden Boot.
(LC/GN)
sumber : news.paddypower.com
Leave a comment