Drama Menegangkan di Penutupan Babak Penyisihan Liga Champions 2025/26
Sepuluh menit terakhir fase pembuka Liga Champions 2025/26 menjadi saat paling dramatis dalam kompetisi ini. Dengan tiket ke babak play-off yang diperebutkan, posisi di klasemen berubah hampir setiap kali bola menyentuh jala. Dalam momen-momen krusial, tidak ada yang benar-benar tahu siapa yang akan melaju dan siapa yang akan tersingkir.
Perubahan yang sangat cepat membuat situasi semakin tegang, bahkan peluang kelolosan tim-tim pun berubah setiap detiknya. Saat waktu menunjukkan lebih dari 80 menit, sembilan tim terjebak dengan sembilan poin, hanya dipisahkan oleh selisih gol dan jumlah gol yang dicetak.
PSV Memulai Ketegangan
Twist pertama datang dari Eindhoven. PSV yang berada di belakang Bayern Munich 1-0, harusnya tereliminasi. Namun, mereka berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1, dan pada saat itu, satu gol tersebut membawa mereka lolos ke babak play-off.
PSV, Bodo/Glimt, dan Marseille momentarily berada di posisi aman meski Marseille ketinggalan 0-2. Dalam 10 menit tersisa, Union Saint-Gilloise, Pafos, Napoli, Olympiacos, Athletic Bilbao, Benfica, Marseille, Bodo/Glimt, dan PSV semua memiliki sembilan poin. Selisih yang sangat ketat.
Turnamen Dibalikan Olympiacos
Gol yang mengubah segalanya datang dari Olympiacos saat melawan Ajax, membuat skor menjadi 2-1. Seketika, Olympiacos melesat dari posisi 27 ke 18 di klasemen, memasuki zona play-off dan menggugurkan Marseille dari kontestasi.
Marseille Tertekan tapi Masih Bertahan
Marseille semakin terpuruk ketika mereka kebobolan lagi, turun menjadi 0-3, merugikan selisih gol mereka yang tertinggal dari Benfica. Sementara itu, Napoli semakin terpuruk setelah Joao Pedro mencetak gol untuk Chelsea, yang hampir mengakhiri harapan mereka. Namun, ketidakpastian di tempat lain membuat semua tim tetap dalam keadaan waspada.
PSV Terpuruk Akibat Gol Terlambat Bayern
Selagi Marseille menunggu bantuan dari hasil tim lain, bencana menimpa PSV. Bayern mencetak gol telat menjadi 2-1, menjatuhkan PSV hingga ke posisi 29. Dalam hitungan menit, PSV berubah dari tim yang aman menjadi tim yang tersingkir.
Gol pememang Bayern mengangkat Marseille kembali ke posisi play-off, menjadikannya sebuah pertarungan yang ketat antara Marseille dan Benfica, kecuali Athletic Bilbao bisa mencetak gol atau Bodo/Glimt kebobolan.
Pafos Melakukan Kejutan Menjelang Akhir
Di sisi lain, Pafos menunjukkan performa mengejutkan, memimpin 2-1 melawan Slavia Prague. Mereka mencetak gol kedua dan ketiga dalam waktu singkat, mengakhiri pertandingan dengan skor 4-1 dan menyamakan poin serta selisih gol dengan Benfica dan Marseille.
Harapan Bilbao Menghilang dan Bodo Sejarah Diciptakan
Tanpa harapan, Athletic Bilbao tereliminasi dengan gol terakhir yang dikemas oleh lawan mereka. Sementara Marseille menderita kekalahan 0-3 dan masih bergantung pada hasil pertandingan lain demi kelangsungan hidup mereka. Di sisi lain, Bodo/Glimt menciptakan sejarah sebagai tim pertama yang menang di markas Atletico musim ini, memastikan mereka maju ke babak play-off.
Pertandingan Terakhir dan Twist Akhir
Semua pertandingan telah selesai kecuali satu: Benfica melawan Madrid. Benfica membutuhkan gol untuk menyingkirkan Marseille. Madrid bermain dengan sembilan pemain setelah dua kartu merah. Di penghujung waktu tambahan, Benfica mendapatkan free kick.
Kiper Benfica maju ke depan, memenangkan bola dan mencetak gol. Sorakan menggema di stadion saat Benfica menang 4-2, melompati Marseille untuk merebut posisi play-off terakhir.
Siapa yang Lolos dan Siapa yang Tersisih
Setelah semua pertandingan selesai, Benfica menjadi tim terakhir yang lolos. Marseille, Pafos, Union Saint-Gilloise, PSV, Bilbao, dan Napoli harus tersingkir.
Sepuluh menit itu penuh dengan perubahan. Malam yang akan dikenang sebagai salah satu penyelesaian paling kacau dan tak terlupakan dalam sejarah Liga Champions.
(LC/GN)
sumber : footballtoday.com
Leave a comment