Australia Imbang Kontra Swiss, Persiapan Jelang Piala Dunia
Australia telah menyelesaikan laga persahabatan terakhir sebelum Piala Dunia dengan hasil imbang 1-1 melawan Swiss di San Diego. Pertandingan ini memberikan gambaran yang lebih jelas tentang performa Socceroos saat menghadapi Türkiye di Vancouver mendatang.
Australia mampu menyaingi Swiss di banyak bagian pertandingan, dengan umpan brilian dari Cameron Burgess yang menghasilkan gol pertama bagi debutan Tete Yengi.
Meskipun begitu, perjalanan Australia tidak tanpa rintangan. Kiper Patrick Beach melakukan beberapa penyelamatan krusial, sementara debutan Cristian Volpato tampak kesulitan untuk berkontribusi di awal pertandingan.
Performance Menarik dari Nestory Irankunda
Nestory Irankunda menjadi sorotan bagi pelatih Tony Popovic. Dalam pertandingan melawan Swiss, ia menjadi ancaman paling signifikan, menciptakan sejumlah peluang dan memiliki satu tendangan hebat yang berhasil diselamatkan.
Ada pendapat bahwa Irankunda lebih efektif jika dimasukkan dari bangku cadangan ketika pertahanan lawan mulai lelah, sehingga ia bisa memanfaatkan kecepatan dan tenaga eksplosifnya.
Performa di San Diego memberi Popovic banyak pertimbangan, terutama dengan Volpato yang masih beradaptasi. Popovic juga memiliki opsi pemain sayap lain seperti Mathew Leckie dan Connor Metcalfe, namun X-factor yang dimiliki Irankunda menjadi tantangan tersendiri bagi pertahanan lawan.
Komposisi Pertahanan yang Mungkin Sudah Terpilih
Meski Popovic jarang membocorkan pilihannya, penempatan Lucas Herrington, Alessandro Circati, dan Harry Souttar di lini belakang untuk laga kedua berturut-turut menunjukkan bahwa ia mungkin telah menemukan kombinasi untuk menahan serangan lawan.
Khususnya bagi Herrington, ini merupakan pencapaian luar biasa, mengingat umurnya yang baru 18 tahun dan berhasil menggantikan Cameron Burgess di lini belakang. Souttar dan Circati, di sisi lain, kemungkinan besar akan menjadi pilihan utama dalam skuad Popovic.
Souttar menunjukan kualitasnya saat menjadi kapten untuk pertama kalinya, menunjukkan bahwa ia merupakan salah satu pemain terbaik Australia meski baru kembali dari cedera.
Perlunya Meningkatkan Awal Pertandingan
Setelah kekalahan dari Meksiko, banyak pembicaraan fokus pada performa buruk Australia di awal pertandingan. Namun, melawan Swiss, Socceroos terlihat lebih aktif sejak awal, dengan Irankunda bahkan menciptakan peluang hanya dua menit setelah kick off.
Akan tetapi, Australia tidak mampu mempertahankan momentum dan segera kehilangan kendali, memaksa mereka untuk bertahan dalam waktu yang cukup lama. Akibatnya, Swiss mendapatkan gol pembuka dari Dan Ndoye setelah umpan ciamik dari kapten Swiss, Granit Xhaka, pada menit ke-14.
Setelah istirahat minum, Australia mulai menemukan ritme dan akhirnya menyamakan kedudukan melalui gol debutan Tete Yengi. Namun, perlunya mengatasi kebangkitan awal yang lambat pasti menjadi pekerjaan rumah bagi Popovic sebelum menghadapai pertandingan berikut.
Jika Australia ingin melaju lebih jauh di Piala Dunia, mereka tidak boleh membiarkan lawan mendominasi penguasaan bola dan area permainan seperti yang terjadi melawan Meksiko dan Swiss. Dengan waktu tersisa satu minggu, Popovic harus segera menemukan solusi efektif.
(WC/GN)
sumber : www.abc.net.au
Leave a comment