Delapan Negara Arab Siap Beraksi di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko akan menjadi momen bersejarah, dengan delapan negara Arab berpartisipasi secara bersamaan. Ini menandakan adanya perubahan signifikan di panggung sepak bola global. Selain jumlah tim, pengaruh filosofi permainan Maroko tidak boleh diabaikan.
Dengan format baru yang membawa jumlah peserta dari 32 menjadi 48 tim, Piala Dunia 2026 menawarkan peluang lebih besar bagi negara-negara dari Afrika dan Asia, termasuk sepak bola Arab yang kini mendapatkan perhatian yang lebih luas.
Pada edisi sebelumnya, peserta dari dunia Arab hanya terbatas. Empat tim Arab, yaitu Maroko, Tunisia, Mesir, dan Arab Saudi, turut berkompetisi pada Piala Dunia 2018 dan 2022. Sedangkan pada pertandingan tahun 2014 dan 2010, hanya satu negara Arab yang berhasil lolos.
Kini, delapan tim Arab yang turut serta di Piala Dunia 2026 adalah Maroko, Tunisia, Mesir, Aljazair, Arab Saudi, Qatar, Irak, dan Yordania. Peningkatan ini adalah hasil dari ekspansi turnamen tersebut.
Yordania Lolos Pertama Kali di Bawah Arahan Sellami
Kisah di balik kelolosan setiap tim menjadi hal penting yang memberikan makna sejarah. Salah satu cerita paling menonjol adalah Yordania yang berhasil lolos untuk pertama kalinya di bawah kepemimpinan pelatih Jamal Sellami.
Yordania mencetak sejarah dengan lolos ke Piala Dunia sejak turnamen ini dimulai pada tahun 1930. Kerja Sellami mencerminkan apa yang kini dikenal sebagai “sekolah kepelatihan Maroko,” yang didefinisikan oleh CAF sebagai pendekatan yang mengedepankan disiplin taktik, metodologi pelatihan modern, dan manajemen pemain yang baik. Gelar Kualifikasi Yordania di bawah bimbingan Sellami menggarisbawahi bahwa keahlian Maroko tidak terbatas pada level nasional, tetapi juga memengaruhi perkembangan sepak bola di seluruh kawasan.
Menariknya, Sellami adalah pelatih Maroko kedua untuk tim Yordania setelah Hussein Ammouta, yang sukses membawa tim mencapai final Piala AFC 2024 setelah mengalahkan Korea Selatan. Ammouta juga mengarahkan Yordania ke puncak grup di babak kedua kualifikasi Piala Dunia 2026, memanfaatkan kecepatan pemain seperti Mousa Al-Tamari dan Yazan Al-Naimat.
Maroko: Contoh bagi Dunia Arab
Maroko menjadi pusat transformasi dengan pengalaman sepak bolanya yang kini menonjol di dunia Arab. Keberhasilan Maroko mencapai semi-final Piala Dunia 2022 bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari perencanaan strategis dalam pengembangan infrastruktur sepak bola dan bakat kelas dunia.
Saat ini, Maroko tidak hanya menjadi kekuatan di Afrika dan Arab, tetapi juga mulai diakui di panggung global. Dalam hal kepelatihan, pelatih tim nasional Maroko, Mohammed Ouahbi, akan mendampingi Sellami, semakin menunjukkan kepemimpinan teknis yang berkembang di negara tersebut.
Perlu dicatat, hanya tiga dari delapan tim Arab, yaitu Maroko, Mesir, dan Tunisia, yang dilatih oleh pelatih dari negara yang sama.
Sejarah Delapan Tim Arab di Piala Dunia
- Maroko: Maroko adalah negara Arab paling sukses di sejarah Piala Dunia, menjadi tim Afrika pertama yang memuncaki grup pada tahun 1986 dan mencatat semi-final pada tahun 2022.
- Tunisia: Tunisia pun dikenal sebagai tim Afrika pertama yang meraih kemenangan di Piala Dunia pada tahun 1978, meski hingga kini mereka masih mencari tempat di babak knockout.
- Mesir: Mesir adalah negara Afrika dan Arab pertama yang berpartisipasi di Piala Dunia 1934, meski perjalanan mereka di turnamen tersebut sering kali tidak sukses.
- Aljazair: Dikenal dengan kemenangan ikoniknya atas Jerman Barat pada tahun 1982 dan kampanye mengesankan di 2014 dengan mencapai babak 16 besar.
- Arab Saudi: Arab Saudi merupakan salah satu wakil Asia yang kerap tampil, dengan pencapaian terbaik di tahun 1994 saat mencapai babak 16 besar dan kemenangan mengejutkan atas Argentina di 2022.
- Qatar: Qatar debut di Piala Dunia sebagai tuan rumah pada tahun 2022 meski terhenti di babak grup.
- Irak: Irak tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya pada tahun 1986, dan kini kembali dengan semangat baru.
- Yordania: Kualifikasi Yordania untuk Piala Dunia 2026 adalah pencapaian bersejarah, menunjukkan kemajuan dan pengaruh kepelatihan Maroko yang semakin menguat di kawasan.
Transformasi Kawasan dengan Model Maroko
Keberadaan delapan negara Arab di Piala Dunia 2026 mencerminkan perubahan signifikan di kawasan ini. Di balik kebangkitan kolektif ini, model kepelatihan Maroko yang menonjol memberikan harapan untuk masa depan sepak bola di wilayah ini.
(WC/GN)
sumber : www.moroccoworldnews.com
Leave a comment